Utang Puasa Ibu Hamil dan Menyusui, Bayar Fidyah atau Cukup Qadha?

Ibu Dan Anak | Senin, 10 Mei 2021 14:03
Utang Puasa Ibu Hamil dan Menyusui, Bayar Fidyah atau Cukup Qadha?

Reporter : Mutia Nugraheni

Mungkin Sahabat Dream bingung, kewajiban apa yang harus dilaksanakan oleh ibu hamil dan/atau menyusui bila tak puasa selama Ramadan.

Dream - Akhir Ramadan, para ibu yang menjalani kodratnya yaitu hamil dan menyusui, biasanya mulai bersiap membayar utang puasa. Tak semua ibu mampu menjalani puasa secara penuh, karena kondisi fisiknya.

Islam meringankannya dengan memperbolehkan mengganti puasa di hari lain atau qadha, bisa juga membayar fidya. Mungkin Sahabat Dream bingung, kewajiban apa yang harus dilaksanakan oleh ibu hamil dan/atau menyusui bila tak puasa selama Ramadan.

Ustazah Aini Aryani, Lc dari RumahFiqih memberikan penjelasan. Menurutnya ada beberapa pendapat tentang utang puasa bagi ibu hamil dan menyusui.

1. Pendapat Pertama : Qadha' Saja Tanpa Fidyah
Pendapat yang pertama ini menyerupakan wanita hamil dan menyusui seperti orang yang sakit. Apabila mereka (wanita hamil dan menyusui) tidak berpuasa di bulan Ramadhan, maka harus membayar Qadha’ (tidak perlu fidyah).

Sebagaimana yang diwajibkan atas orang sakit apabila meninggalkan puasa di bulan Ramadhan. Imam Abu Hanifah, Abu Ubaid dan juga Abu Tsaur mendukung pendapat ini. Pendapat ini berdasarkan firman Allah sebagai berikut:

 Albaqarah 184
© RumahFiqih

Artinya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (al-Baqarah: 184)

 

2 dari 6 halaman

2. Pendapat Kedua : Qadha' dan Fidyah

Imam Syafi’i mengatakan bahwa wanita hamil dan/atau menyusu serupa dengan orang sakit dan juga orang yang terbebani dalam melakukan puasa. Apabila mereka tidak berpuasa di bulan Ramadhan, maka mereka harus membayar Qadha’ dan Fidyah juga.

Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal menambahkan bahwa wanita hamil atau menyusui, apabila ia tidak berpuasa sebab mengkhawatirkan kondisi bayinya, yang wajib ia lakukan adalah qadha sekaligus fidyah. Akan tetapi bila ia mengkhawatirkan dirinya saja, atau mengkhawatirkan dirinya dan juga bayinya, maka yang harus ia lakukan adalah membayar qadha’ tanpa fidyah. (Fiqhus Sunnah I, hal. 508)

 

3 dari 6 halaman

3. Pendapat Ketiga : Hamil = Qadha Saja , Menyusui = Qadha + Fidyah

Ulama dari madzhab Imam Maliki membedakan antara wanita hamil dan wanita yang menyusui. Wanita hamil diserupakan dengan hukum orang sakit, yang apabila meninggalkan puasa di bulan Ramadhan, ia wajib mengganti dengan qadha’.

Sedangkan wanita menyusui diserupakan dengan orang sakit sekaligus orang yang terbebani melakukan puasa. Apabila ia tidak berpuasa di bulan Ramadhan, maka ia wajib membayar qadha’ dan juga fidyah.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Rekomendasi Channel YouTube Anak Islami untuk Tontonan Ramadan

Dream - Banyak cara untuk membuat bulan Ramadan jadi spesial bagi anak-anak. Terutama bagi anak yang masih di bawah 10 tahun. Mereka masih baru belajar berpuasa dan kerap kali merengek dan tak bersemangat karena haus dan lapar.

Sebagai orangtua tentunya kita ingin anak-anak mulai terbiasa puasa sebelum baligh. Mereka juga bisa mengisi Ramadan dengan banyak aktivitas bermanfaat. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menonton tayangan bernuansa Islami di YouTube Channel.

Tentunya ayah bunda harus mendampingi. Banyak sekali pelajaran soal Agama Islam yang anak serap melalui tayangan berikut dan bisa jadi momen diskusi seru untuk mengisi Ramadan. Berikut rekomendasinya.

Riko The Series

 Riko The Series
© Instagram Riko The Series

Serial ini memang sudah ada salah satu televisi nasional, tapi ada juga episode yang awal yang mungkin belum banyak ditonton oleh si kecil. Bercerita tentang anak lelaki yang bernama Riko dan memiliki robot.

Riko tinggal bersama orangtua dan kakak perempuannya. Banyak pelajaran dan Riko yang bisa jadi contoh positif bagi anak-anak. Seperti selalu membaca Alquran, tidak takut sunat, mendahulukan adab dan masih banyak lagi. Tayangan seputar Ramadan dan puasa juga ada, dikemas dengan apik yang disukai anak-anak. Dibuat oleh perusahaan animasi asal Indonesia, Garis Sepuluh. Ini linknya.

 

5 dari 6 halaman

Omar dan Hanna

Merupakan serial kartun anak Islami yang diproduksi oleh perusahaan animasi asal Malaysia. Bercerita seputar keseruan keluarga kakak adik Omar dan Hana, di mana ayah danibunya kerap mencontohkan nilai Islam dengan lagu-lagu dan gerak.

 Omar Hanna
© Omar Hanna Instagram

Gambarnya yang menarik serta banyak tarian serta lagu membuat serial ini mudah menarik perhatian anak. Ini linknya.

 

6 dari 6 halaman

Diva The Series

Serial Diva The Series sebenarnya tak mengkhususkan pada konten Islami, tapi ada beberapa episode yang mengajarkan soal doa-doa harian dan akivitas keislaman. Diva digambarkan sebagai sosok anak perempuan yang kritis dan pintar.

 Diva The Series
© Instagram Diva The Series

Ia selalu ditemani kucing putihnya, Pupus, yang bisa berbicara. Banyak sekali hal positif yang diajarkan dalam serial produksi Kastari Sentra Media asal Indonesia ini. Berikut linknya.

Terkait
Join Dream.co.id