Hindari Sikap yang Bikin Anak Tak Beranjak Dewasa

Ibu Dan Anak | Kamis, 19 September 2019 12:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Kadang sikap orangtua yang terlalu memanjakan malah jadi bumerang bagi proses pendewasaan anak.

Dream - Sikap orangtua tentunya ingin selalu melindungi anak-anaknya. Tak mau melihat mereka sedih, apalagi sampai mengalami kesulitan. Segala cara akhirnya dilakukan untuk memberi kemudahan pada anak.

Nah, pada masanya, sikap ini harus dikesampingkan demi membuat anak bisa belajar dari pengalaman dan beranjak dewasa. Jangan sampai ketika anak sudah memasuki usia di mana ia harus mandiri, tapi justru orangtua yang tak mau 'melepaskannya'.

" Terkadang orangtua tanpa menyadari mengalami ketakutan ketika anak sudah dewasa. Merasa tak lagi dibutuhkan dan tak siap untuk dikesampingkan. Sikapnya jadi ingin menjaga kedekatan tapi malah mengambil langkah yang kurang tepat dan menghambat perkembangan mentalnya," kata Dr. Lara Friedrich, seorang psikolog keluarga, seperti dikutip dari PureWow.

Alih-alih, membuat anak siap menjadi pribadi yang dewasa, justru sebaliknya. Anak jadi tak berkembang dan menjadi dewasa. Untuk itu penting bagi orangtua untuk menghindari beberapa sikap berikut.

Hindari Sikap yang Bikin Anak Tak Beranjak Dewasa
Anak Remaja (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Membuat keputusan apa pun untuk anak

Dalam hal membuat keputusan, terutama yang akan berdampak besar dibutuhkan pertimbangan yang mata. Menilai risiko, baik dan buruk. Kemampuan ini sangat dibutuhkan sebagai orang dewasa.

Jika orangtua selalu membuat keputusan untuk anak, mulai dari hal kecil hingga besar, kemampuan menimbang, analisis risiko serta menerima konsekuensi tak akan didapatkan anak.

" Hindari selalu membuat keputusan untuk anak, jangan anggap mereka hanya anak yang tak mengerti apa pun. Justru kita harus bisa melatihnya mengambil keputusan sendiri," ungkap Friedrich.

3 dari 6 halaman

Tak mau mendengar pendapat anak

Sikap ini cenderung sangat dominan pada orangtua. Merasa lebih tua, berpengalaman dan tahu lebih banyak sehingga tak mau mendengarkan pendapat anak. Padahal sejak kecil, anak sangat ingin mengemukakan pendapat.

Beranjak dewasa, ia ingin melakukan sesuatu yang diinginkannya. Pastinya, ingin didengar sudut pandangnya. Cobalah lebih terbuka dan membuat diskusi. Jangan langsung menghakimi.

 

4 dari 6 halaman

Banyak Bercerita, Bikin Otak Anak 'Lebih Kaya'

Dream - Biasakan untuk menceritakan hal-hal apa yang Sahabat Dream alami pada buah hati. Lakukan hal ini setiap hari. Bisa ceria tentang perjalanan ke kantor, rencana olahan masakan hari ini atau mungkin hal-hal favorit.

Minta juga anak bercerita tentang kesibukannya di sekolah, atau saat bermain, di tempat les dan aktivitasnya seharian. Saling bertukar cerita adalah hal yang sangat menyenangkan bagi anak dan bisa memperkuat ikatan anak dan orang tua.

Tak hanya itu, bercerita merupakan proses belajar yang sangat penting. Otak anak akan distimulus untuk berbicara secara runut, mengingat kembali apa yang dialami, termasuk menganalisis secara mendalam apa yang telah dilakukannya.

" Bercerita akan mengolah kembali semua bentuk pengalaman mereka dalam bahasa. Kemampuannya dalam berbicara akan bertambah. Ini sangat penting dilakukan di masa golden age karena akan membuat landasan kuat di tumbuh kembang dia pada masa depan nya," kata Jovita Ferliana, M.Psi, seorang psikolog anak, di Jakarta, Kamis 12 September 2019.

Jovita juga mengungkap ada banyak manfaat dari saling bertukar cerita secara rutin. Penting untuk diketahui Sahabat Dream.

5 dari 6 halaman

Melatih Anak

Bercerita membantu perkembangan persepsi, memori, proses berpikir, perasaan dan emosi anak. Secara perlahan, nantinya akan membantu anak melatih kemampuan untuk menganalisis, termasuk dalam hal mengambil keputusan.

Melalui cerita, anak akan belajar banyak untuk berkomunikasi secara efektif. Bagaiman bercerita secara runut, bertanya, menanggapi, mendengarkan orang lain dan bakal memperkuat hubungan interpersonalnya.

6 dari 6 halaman

Melatih empati

Dengan menikmati cerita tentang tokoh yang menarik, anak terlibat dalam perilaku " Role-Talking"  dimana ia akan memposisikan dirinya di posisi tokoh dan membayangkan bagaimana tokoh tersebut berpikir, merasakan dan berperilaku.

Bercerita juga membantu proses tumbuh kembang anak yang baik untuk perkembangan fisik, psikologis, sosial, moral, dan spritual.

Dengan bercerita akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan dirinya. Anak bisa dengan mudah memberi tahu apa yang ada di pikirannya, apa yang disukai dan tak disukai. Hal ini sangat baik agar ia terbiasa mengungkapkan pendapatnya.


Laporan Vika Novianti Umar

Join Dream.co.id