Hadapi Anak yang Mengamuk, Ayah Bunda Harus Kompak

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  16 Januari 2020 18:03

Apabila tidak kompak, komunikasi tak berjalan dengan baik, anak malah semakin tak terkendali.

Reporter :

Dream - Sikap anak usia balita yang awalnya sangat menis bisa berubah sangat drastis dalam hitungan menit. Masalah mainan, makanan atau mungkin mengantuk bisa membuat emosinya jadi tak terkendali.

Misalnya saat anak meminta mainan dan tak dibelikan, ia merespons bukan hanya menangis, tapi juga berteriak, memukul hingga berguling-guling. Kondisi tersebut menandakan kalau anak sedang mengalami temper tantrum.

Tantrum adalah ledakan kemarahan yang tidak terkendali disertai perilaku destruktif (merusak), seperti tangisan keras, menjerit, berguling-guling di lantai, berteriak-teriak, melempar barang, tidak mau beranjak dari tempat tertentu, memukul, menendang atau membuat tubuh kaku. Semuanya ini muncul karena anak menginginkan sesuatu namun belum terpenuhi. Tantrum sering kali dijumpai pada anak usia 1-6 tahun.

" Pada usia 1-6 tahun, anak sedang mengalami perkembangan dalam berbagai hal, antara lain emosi, daya tangkap, bahasa dan komunikasi, kontrol diri, termasuk kemampuan untuk mengutarakan pendapat. Maka wajar jika sesekali anak menjadi marah, kesal, bahkan frustrasi ketika keinginannya belum terpenuhi," ungkap Harrista Adiati, M.Psi, seorang psikolog klinis.

 

 

Selanjutnya : Kenali Jenis Tantrum
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Hampir 40 Tahun, Ini Rahasia Dibalik Wajah Glowing Dewi Sandra
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :