Guru TK Bikin Kelas di Hutan Saat Pandemi

Ibu Dan Anak | Rabu, 25 Agustus 2021 14:09

Reporter : Mutia Nugraheni

Salut dengan semangat guru berusia 58 tahun agar anak-anak tetap mendapat kegembiraan saat belajar.

Dream - Anak-anak terutama usia di bawah lima tahun (balita) hingga kini belum bisa bersekolah secara tatap muka karena pandemi tak kunjung mereda. Ini terjadi di semua negara, termasuk Amerika Serikat.

Untuk menyiasati hal tersebut, Joyce Mucher, seorang guru Taman Kanak-kanak di Penryn, California, membuat terobosan. Ia membuka kelas di hutan yang tak jauh dari sekolah.h seharusnya dimulai bahwa anak-anak taman kanak-kanaknya akan melakukan semua sekolah mereka secara virtual, dia ingin menemukan solusi yang lebih baik.

 Joyce Mucher© Joyce Mucher

" TK seharusnya ajaib. Jadi selama aku membuatnya ajaib, aku melakukan apa yang harus kulakukan di sini," ujar Mucher.

 

Guru TK Bikin Kelas di Hutan Saat Pandemi
Foto: Dokumentasi Joyce Mucher
2 dari 6 halaman

Anak Bebas Mengeksplorasi

Dia menggambarkan visinya untuk bisa mengajar di luar ruangan, di taman, hutan atau lahan terbuka. Para orangtua setuju dengan ide tersebut. Darcie Stratton salah satu orangtua murid mengungkap kalau visi Mucher sangat revolusioner.

 Sekolah Joyce Mucher© Joyce Mucher

" Kami datang ke Penryn karena Mrs Mucher. Dia mungkin salah satu guru paling menakjubkan yang saya kenal, dan saya adalah guru kelas 7. Ketika dia mengatakan dia memiliki visi sekolah hutan ini, kami semua mendukungnya," kata Stratton.

Lokasi TK ini berada di utara Sacramento. Mucher mengubah lahan tersebut menjadi kelas dengan tempat berupa duduk kayu. Anak bisa bebas bermain rumput liar, sekop, dan penggali tanah.

 

3 dari 6 halaman

Semangat Mengajar di Usia yang Tak Muda

Salah satu orang tua membangun panggung kecil untuk digunakan anak-anak bermain dan pertunjukan. Jadi sebuah area layaknya 'hutan peri'.

" Berada di luar ruangan menunjukkan mereka dalam cahaya yang berbeda dari apa yang kita lihat di kelas. Mereka mampu memecahkan masalah dan menggunakan keterampilan yang melampaui pensil dan kertas," ungkap Mucher.

Ia juga bercerita kalau membiarkan anak-anak untuk mencari tahu sendiri bagaimana untuk melewati sungai, membangun sesuatu dari lumpur dan memprediksi hari-hari kapan turun hujan.

" Ini seperti sebuah kemewahan bagi karierku sejauh ini dalam hal mengajar. Ini juga membuatku lebih berani membuat pilihan," ungkap Mucher yang kini berusia 58 tahun.

Salut, Mrs Mucher!

4 dari 6 halaman

Masuk ke Sekolah dan Berpakaian Seperti Putrinya, Seorang Ibu Dipidana

Dream - Seorang ibu di Texas, Amerika Serikat terpaksa harus menghadapi tuntutan pidana setelah dia berdandan menyerupai putrinya yang berusia 13 tahun. Dengan dandanan tersebut, ibu bernama Casey Garcia itu masuk ke sekolah sang putri dengan alasan " eksperimen sosial."

Casey (30) menggelapkan rambutnya dan mengenakan pakaian ala remaja, mengenakan kacamata, dan berusaha semirip mungkin dengan putri remajanya. Hal ini diketahui dari video di YouTube yang diunggahnya.

Casey lalu pergi ke Sekolah Menengah Garcia-Enriquez di San Elizario, Texas dan berpura-pura menjadi sang putri. Ia melakukannya seharian, sebelum seseorang akhirnya menyadari bahwa dia bukan muri sekolah tersebut.

Setelah seorang guru mengetahui, sekolah lalu memberi tahu Kantor Sheriff El Paso. Casey kemudian ditangkap dan didakwa dengan tuduhan pelanggaran pidana.

Dalam video YouTube yang diunggah pada 2 Juni berjudul " Pergi ke sekolah sebagai putriku yang berusia 13 tahun (edisi Sekolah Menengah)" . Casey mendokumentasikan satu hari penuh sebagai siswa sekolah menengah palsu.

“ Apakah saya terlihat seperti anak kelas tujuh? Tidak? Keren, luar biasa,” kata Casey ke kamera, sebelum mengucapkan selamat pagi kepada banyak orang yang lewat di lorong.

 

5 dari 6 halaman

Dianggap Pelanggaran Keamanan

Video itu kemudian menunjukkan Casey duduk di meja di kelas putrinya. Ia lalu menyapa siswa yang ditemuinya di lorong sekolah, dan bahkan makan siang.

“ Wah, akhirnya ketahuan. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya akan pergi ke kantor kepala sekolah, jadi saya kira kita akan melihat apa yang terjadi," kata Casey.

Menurut CNN, pengawas distrik sekolah, Jeannie Meza-Chavez, mengeluarkan pernyataan kalau hal yang dilakukan Casey termasuk “ pelanggaran keamanan.”

" Saya ingin meyakinkan Anda bahwa langkah-langkah keamanan kami sedang ditinjau dan dievaluasi," ujar Chavez.

Casey melakukan hal ini ternyata untuk mengetahui tingkat keamanan di sekolah. Mengingat banyak kasus penembakan di sekolah-sekolah di AS.

6 dari 6 halaman

Ini Videonya

Sumber: Now This News

Join Dream.co.id