'Perang' dengan Kantornya karena Pompa ASI, Ibu Ini Menang Gugatan Rp21 M

Ibu Dan Anak | Senin, 18 Februari 2019 08:11

Reporter : Mutia Nugraheni

Jabatannya diturunkan dan ia hanya bisa memompa satu kali saat bekerja.

Dream - Ibu bekerja memang harus melakukan usaha ekstra demi menyeimbangkan kehidupan rumah tangga dan pekerjaan secara profesional. Terutama para ibu yang baru saja melahirkan dan ingin memberikan ASI secara eksklusif tapi harus kembali bekerja.

Saat di kantor ibu harus memompa ASI untuk diberikan pada bayinya. Banyak perusahan menerapkan kebijakan terkait hal ini, yaitu memenuhi hak-hak pekerja perempuan untuk memompa ASI di sela jam kerja, bahkan disediakan fasilitas yang memadai.

Rupanya kebijakan tersebut tak diterapkan di kantor tempat Autumn Lampkins bekerja, yaitu Delaware Kentucky Fried Chicken. Beberapa bulan setelah melahirkan, Lampkins diminta untuk menjalani pelatihan sebagai asisten manajer.

Tetapi saat bekerja dan pelatihan ia sangat sulit untuk memompa ASI. Lampkins tak bisa memompa maksimal sampai pasokan ASInya mengering dan ia harus memberikan bayinya susu formula.

Lampkins hanya bisa memompa satu kali dalam 10 jam, jauh dari rekomendasi medis. Umumnya, ibu bekerja yang menyusui memompa setiap dua jam sekali.

'Perang' dengan Kantornya karena Pompa ASI, Ibu Ini Menang Gugatan Rp21 M
Autumn Lampkins
2 dari 3 halaman

Ketika Lampkins menyelesaikan pelatihan asisten-manajernya, ia dipindahkan ke cabang yang berbeda. Rupanya di cabang tersebut, jabatan Lampkins diturunkan menjadi supervisor.

Ia tak tinggal diam dan mengajukan gugatan hukum. Dalam gugatannya tertulis kantor KFC tak memberinya waktu untuk memompa ASI selama jam kerja. Jabatannya juga diturunkanya hanya karena ia memompa ASI.

 

3 dari 3 halaman

Gugatan itu juga mengklaim bahwa, ibu bekerja tidak punya tempat pribadi untuk memompa. Pilihannya adalah memompa di kamar mandi karyawan atau di kantor manajer, yang memiliki kamera CCTV yang tidak dimatikan.

Persidangan dilakukan dan dimenangkan oleh Lampkins. Juri menganggap lingkungan kerja tidak bersahabat, dan menemukan bukti diskriminasi di tempat kerja.

Pihak KFC pun diharuskan membayar kerugian materiil dan immateriil. Yaitu sebesar US $25.000 atau Rp354 juta untuk kompensasi dan US $1,5 juta atau Rp21 miliar.

Keren!

Sumber: UpWorthy

Join Dream.co.id