Gaya Asuh Orangtua Prancis, Anak Harus Dilatih Menerima Kata 'Tidak'

Ibu Dan Anak | Kamis, 6 Agustus 2020 08:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Menuruti semua keinginan anak ternyata bukanlah hal baik.

Dream - Menghadapi anak memang harus memiliki banyak trik. Tak bisa terlalu tegas atau terlalu longgar, harus menyeimbangkan keduanya. Misalnya saat anak menangis atau merengek meminta sesuatu.

Ada orangtua yang langsung memenuhi keinginannya agar anak tak lagi menangis apalagi di tempat umum. Alasannya bisa karena bermacam-macam, mulai dari kasihan, ingin agar anak segera berhenti menangis, hingga alasan karena menyayangi anak.

Menuruti semua keinginan anak ternyata bukanlah hal baik. Memang tiap anak punya temperamen masing-masing tapi menuruti semua keinginan dan permintaannya bukanlah hal baik. Mengutip buku Bringing Up Bébé, para orangtua Prancis meyakini bahwa setiap anak yang sehat mampu untuk tidak merengek, tidak menangis sambil guling-guling setelah diberi tahu " tidak" , dan biasanya tidak mengomel atau mengambil barang-barang.

 

 

Gaya Asuh Orangtua Prancis, Anak Harus Dilatih Menerima Kata 'Tidak'
Ilustrasi (Foto: Unsplash)
2 dari 4 halaman

Berbahaya

Walter Mischel, ahli pengasuhan anak asal Prancis mengatakan bahwa selalu menuruti semua permintaan anak-anak akan membentuk sebuah siklus yang berbahaya. Apa itu?

" Ketika anak-anak pernah mengalami saat mereka diminta menunggu, tetapi ketika mereka berteriak ibu akan datang dan tidak perlu menunggu lagi, mereka akan belajar dengan sangat cepat untuk tidak menunggu. Dengan begitu kita justru lebih menghargai teriakan, rengekan, dan keengganannya untuk menunggum," ungkapnya.

 

3 dari 4 halaman

Belajar Mengatakan Tidak

Psikolog Prancis menulis bahwa ketika seorang anak mempunyai caprice (misalnya dia sedang berada di sebuah toko bersama ibunya dan tiba-tiba menginginkan mainan), maka ibu sebaiknya tetap bersikap sangat tenang dan dengan lembut menjelaskan bahwa membeli mainan tidak termasuk dalam rencana mereka hari ini. Kemudian, ibu sebaiknya berusaha mengabaikan permintaan anak tersebut dan mengalihkan perhatian anak.

Orangtua Prancis menganggap belajar menerima kata " tidak" adalah langkah penting dalam tumbuh kembang anak. Ini memaksa mereka memahami bahwa di dunia ini ada orang lain yang memiliki kebutuhan yang sama pentingnya dengan kebutuhan mereka. Mendengar kata " tidak" menyelamatkan anak-anak dari 'tirani' keinginannya sendiri.

 

© Dream
4 dari 4 halaman

Memulai Didikan saat Bayi Berusia 3-6 Bulan

Didikan mengatakan " tidak" kepada anak semestinya dimulai saat seorang bayi berusia tiga sampai enam bulan. Ibu bisa membuat si kecil belajar menunggu sebentar, kemudian mengenalkan dimensi waktu.

Frustrasi-frustrasi kecil yang dibebankan kepada anak-anak hari demi hari, berdampingan dengan cinta orangtua, memungkinkan anak-anak untuk bertahan, dan memungkinkan mereka untuk menanggalkan semua keinginan kuat dan rasa egoisnya pada usia antara 2 hingga 4 tahun.

Tidak semua keinginan dan permintaan anak perlu dituruti. Demi kebaikan anak itu sendiri. Ia perlu belajar menunggu dan memahami bahwa tak semua keinginan bisa dipenuhi begitu saja. Bila anak tumbuh menjadi anak manja, ke depannya dia hanya akan kesulitan untuk hidup bahagia dengan caranya sendiri.

Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela

 

Join Dream.co.id