Dongeng Bisa Bantu Mendidik Karakter Si Kecil, Simak Trik dari Kak Seto

Ibu Dan Anak | Senin, 2 Agustus 2021 14:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Bacakan dongeng tiap malam dengan cerita-cerita menarik dan penuh pesan positif.

Dream – Membacakan cerita rakyat, dongeng atau buku fiksi pada mungkin terdengar sederhana tapi ternyata efeknya luar biasa. Para orangtua sangat dianjurkan untuk membacakan dongeng bagi anak-anaknya tiap malam

Menurut Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, mendongeng adalah kekuatan cinta. Dalam talkshow yang digelar oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) pada Jumat, 30 Juli 2021, lalu ia menjelaskan bahwa mendongeng bisa menjalin komunikasi antara anak dan orangtua. Saat mendongeng akan membuka diskusi jika dilakukan secara dua arah.

Kak Seto mengajak seluruh orangtua membiasakan diri membacakan dongeng pada anak-anaknya. Bukan hanya membangun ikatan, tapi juga mendidik karakter anak dan meningkatkan imajinasinya.

“ Mendidik anak melalui dongeng, bisa menjadi proses membangun karakter sekaligus terapi bagi anak-anak yang sedih, marah, atau kecewa. Kegiatan ini bisa mengobati mereka,” ungkap Kak Seto.

Melalui dongeng, orangtua bisa memberi tahu nilai-nilai positif dan nasihat tanpa bernada menggurui. Hal ini bisa menjadi metode belajar karakter bagi anak-anak karena mengandung pesan moral yang positif.

 

 

Dongeng Bisa Bantu Mendidik Karakter Si Kecil, Simak Trik dari Kak Seto
Membacakan Dongeng Untuk Anak/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Tak Perlu Paksa Anak untuk Mendengarkan

Jika anak-anak tidak terbiasa mendengarkan dongeng, Kak Seto memberikan beberapa tips untuk para orang tua. Ia memberi tahu agar membawakan cerita dengan menarik dan tidak menggurui.

“ Kalau Ibu malah memaksa anak untuk mendengar, justru ini akan menjadi perlawanan terhadap anak,” kata Kak Seto.

Tak perlu dipaksa, baca saja buku yang memiliki gambar menarik bagi anak. Gunakan nada, nyanyian, gerakan, atau alat peraga yang dapat membuat suasana hidup sehingga anak-anak lebih tertarik untuk mendengar.

Jika anak mulai mencuri dengar tapi tak mendekat, tetap baca cerita dengan seru. Lama kelamaan si kecil akan tertarik dan penasaran. Selamat mencoba!

Laporan: Elyzabeth Yulivia

3 dari 6 halaman

Bagaimana Urutan Kelahiran Mempengaruhi Karakter Anak?

Dream - Anak tunggal memiliki ego yang tinggi, anak sulung cenderung suka memerintah, anak bungsu sangat manja, dan anak tengah terjebak ditengah-tengah saudaranya. Hal-hal tersebut merupakan stereotipe yang seringkali menempel pada seorang anak.

Sebenarnya kepribadian anak lebih dipengaruhi oleh pembawaan karakternya. Urutan kelahiran lebih kepada pembentukan, kebiasan dan perlakuan yang sering ia dapatkan. Kondisi itu yang kemudian membantu membentuk karakternya.

Ada proses tertentu sehingga urutan lahir ini membentuk kepribadian anak yang tipikal. Meski tak selalu demikian namun urutan kelahiran sangat mempengaruhi karakter anak. Simak penjelasannya.

Anak Sulung
Anak sulung cenderung mengikuti arahan dari orangtua. Hal ini karena mereka tidak memiliki saudara yang lebih tua untuk diajak bercanda, mereka dengan serius menanggapi semua perbuatannya. Orangtua juga menanggapi mereka dengan serius, sehingga rasa percaya diri anak cenderung meningkat. Anak akan termotivasi ketika mengetahui kalau mereka merupakan anak pertama yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.

Ini sebabnya, anak sulung cenderung suka mengatur apa yang adiknya lakukan apabila perilaku sang adik tidak ideal dengan ajaran orang tuanya. Di sini, perlu peran penting dari orangtua untuk mengingatkan si sulung agar tidak bertindak sebagai orang tua bagi sang adik.

Anak sulung biasanya merupakan dambaan bagi orang tua, sehingga banyak orang tua yang menuntut anaknya untuk meraih sesuatu yang tinggi. Ini yang menyebabkan mereka menjadi cenderung perfeksionis. Mereka ingin semuanya serba sempurna. Hal ini menyebabkan anak sulung terkadang tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka salah. Karena tuntutan yang berlebihan, anak sulung juga seringkali iri terhadap adiknya.

Tips hadapi anak sulung:
Orangtua cenderung menjadikan anak sulungnya sebagai patokan. Hindari bersikap terlalu melindungi dan menuntut agar anak tidak tertekan. Ketika Anda memberikan begitu banyak kewajiban bagi si sulung, jangan lupa untuk sesekali memberikan hadiah sederhana, seperti memberinya jam tidur lebih. Si sulung memang siap untuk membantu pekerjaan Anda, namun jangan jadikan ia sebagai pembantu setiap saat.

4 dari 6 halaman

Anak Tengah

Ketika peran sudah dipenuhi oleh sang kakak, anak kedua biasanya mencari peran yang sangat berbeda. Karena itu, anak tengah cenderung sulit untuk diberi label, karena karakter mereka yang bergantung pada saudara-saudarinya. Kalau sang kakak seringkali dipuji oleh orangtua, anak tengah biasanya akan mencari perhatian dengan cara yang memberontak.

Di mata seorang anak tengah, sang kakak telah meraup segala keuntungan dan sang adik selalu lolos dari segala masalah. Akibatnya, anak tengah mampu bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Mereka mudah untuk diajak kompromi dan mampu mengatasi kekecewaan dengan baik. Ekspektasi mereka sangat realistis. Mereka tidak manja, justru cenderung independen. Namun karenanya, mereka seringkali merasa ditinggalkan dan mencari orang lain di luar keluarganya.

Tips menghadapi anak tengah:
Ucapkan terimakasih kepadanya ketika ia mampu melerai perkelahian antara sang kakak dengan adiknya. Hargai kebutuhan mereka untuk bersosialisasi. Berikan mereka kesempatan untuk mencari teman bermain. Jangan lupakan anak tengah karena sudah terlalu sibuk dengan si sulung dan bungsu. Buatlah mereka merasa sepesial.

 

5 dari 6 halaman

Anak Bungsu

Orangtua cenderung mengurangi rasa tuntutannya ketika sudah memiliki anak bungsu. Itu sebabnya, si bungsu seringkali lolos dengan berbagai masalah. Mereka menanggung lebih sedikit kewajiban, sehingga cenderung merasa bebas, supel, penyayang, dan mudah bersosialisasi.

Namun, kehidupan anak bungsu juga tidak selalu indah. Mereka melihat sang kakak sebagai sosok yang lebih hebat, cerdas, dan besar sehingga mereka seringkali tertekan untuk menjadi sosok yang serupa. Mereka juga akan sangat mudah menjadi manja apabila terlalu sering disayang.

Tips menghadapi anak bungsu:
Ikutsertakan anak bungsu dalam keputusan keluarga, biarkan mereka ikut menentukan ingin makan apa dan ingin pergi kemana. Istimewakan hal yang ia lakukan, sama halnya ketika anak sulung Anda mampu buang air kecil di toilet. Berikan tanggung jawab pada anak bungsu, mulai dari hal kecil seperti menaruh serbet di atas meja makan. Jangan anggap mereka terlalu kecil untuk melakukan pekerjaan rumah.

 

6 dari 6 halaman

Anak Tunggal

Anak tunggal kerap kali disebut sebagai " Super Firstborns" . Sama seperti anak sulung, mereka percaya diri, perfeksionis, dan mampu mengikuti sekolah dengan baik. Dengan ketidakhadiran seorang saudara membuat mereka sangat dekat dengan orang tua, sehingga dapat meniru sifat kedewasaan. Mereka juga cenderung kreatif karena melakukan segala sesuatu tanpa bantuan saudara. Namun, mereka juga bisa menjadi sangat tertekan apabila segala sesuatunya tidak terjadi seperti apa yang mereka harapkan.

Tips menghadapi anak tunggal:
Penuhi kebutuhan mereka untuk bersosialisasi. Ajak mereka bergabung dengan taman bermain untuk mendapatkan teman sebaya. Mereka cenderung lebih perfeksionis dibanding anak sulung, maka itu ajarkan mereka untuk tidak memaksakan diri.

 
Laporan Annisa Mutiara

Join Dream.co.id