Dijelaskan di Alquran, Kesalehan Orangtua Juga Pengaruhi Keturunannya

Ibu Dan Anak | Selasa, 3 Agustus 2021 10:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Keberkahan dan rahmat dari Allah SWT akan mengalir ke anak, cucu dan keturunannya kelak.

Dream - Perbaikilah diri terus menerus terutama dalam hal akhlak dan agama. Hal ini berdampak sangat besar pada anak cucu dan keturunan kita kelak. Banyak orang menganggap hal terpenting saat memiliki anak adalah mendidiknya dengan baik, tapi sering lupa untuk memperbaiki diri dan keimanan.

Mengapa demikian? Sikap dan akhlak kita, juga akan sangat berpengaruh pada anak dan keturunan. Dikutip dari Bincangmuslimah.com, hukum timbal balik diterangkan dalam Alquran mengenai kisah tentang sebuah rumah reyot di suatu kaum.

Kaum di wilayah tersebut sangat abai saat menjamu Nabi Musa dan sosok yang diikutinya, dan menurut beberapa riwayat merupakan Nabi Khidir. Ternyata rumah tersebut adalah miliki dua anak yatim dengan mendiang ayah yang begitu saleh. Kedua anak yatim itu mendapatkan keberkahan dari kesalehan ayahnya.

Kisah tersebut diterangkan dalam surat al-Kahfi ayat 82:

 Al Kahfi ayat 82
© Bincang Muslimah


Artinya: “ Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.”

 

Dijelaskan di Alquran, Kesalehan Orangtua Juga Pengaruhi Keturunannya
Ajaran Islam/ Shutterstock
2 dari 7 halaman

Doa-doa untuk Anak dan Keturunan

Syekh Musthofa ‘Adawy, dalam kitab yang berjudul Fiqh Tarbiyat al-Abna` menyebutkan bagaimana perbuatan orangtua bisa berpengaruh untuk keturunannya. Syekh Musthofa mengingatkan bahwa kesalehan orangtua bisa memberi rahmat kepada dua anak yatim yang diceritakan dalam ayat tersebut.

Allah menjaga harta yang diperoleh dengan cara halal itu sampai kemudian kedua anaknya akan mengetahuinya dan menjadi bekal bagi kehidupan mereka. Semua yang kita lakukan, bagaimana kita bertutur kata, apa yang kita makan, apa yang kita panjatkan kepada Allah SWT, dan bagaimana ibadah kita akan berpengaruh pada anak keturunan nanti. Allah akan mencurahkan keberkahannya kepada anak keturunan kita melalui amal kebaikan yang kita lakukan.

Begitu juga jika kita konsisten membaca Alquran, melantunkan ayat-ayat suci di rumah, hal tersebut akan mendatangkan keberkahan untuk kita dan keturunan kita. Bacaan Alquran juga dapat melindungi kita dan keluarga dari godaan setan. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 7 halaman

Pemicu Menyimpangnya Akhlak Anak, Ayah Bunda Wajib Tahu

Dream - Pembentukan akhlak seseorang dimulai sejak dini. Di momen inilah tanggung jawab orangtua yang begitu besar dalam menanamkan akhlak yang baik sesuai dengan nilai Islam.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Islam mengajarkan kita agar selalu memperhatikan pendidikan buah hati kita, baik pendidikan jasmani dan rohaninya. Menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Awlad fil Islam, ada beberapa faktor penyebab menyimpangnya akhlak anak.

Apa saja?

Faktor ekonomi
Untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, jelas Abdullah Nasih Alwan, Islam dengan syariatnya yang adil telah menentukan aturan dasar untuk memerangi kemiskinan di antaranya dengan disyariatkannya zakat. Tidak sampai di situ, bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah menegaskan bahwa tidaklah sempurna iman seseorang jika dia tidur dengan keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.

Pertengkaran orangtua
Pertengkaran orangtua yang kerap terjadi merupakan salah satu penyebab sikap anak yang menyimpang. Jika ingin anak memiliki mental yang sehat, sebaiknya hindari bertengkar di depan anak-anak.

Tidak ada satu pun anak di dunia yang senang melihat orangtuanya bertengkar. Efek dari pertengkaran orangtua di masa depan anak tidak dapat terhindarkan dan bisa menimbulkan trauma.

 

4 dari 7 halaman

Perceraian orangtua

Perceraian cenderung menimbulkan dampak negatif pada mental anak. Mungkin saat bercerai anak bisa bertahan tapi akan selalu ada yang kurang dan tidak seimbang. Ingat, perceraian tidak hanya memisahkan pasangan, tapi pasti berdampak pada anak.

Menurut Abdullah Nasih Alwan agar jangan sampai terjadi perceraian antar suami istri hendaknya keduanya saling memahami dan membantu dalam tugas-tugas rumah tangga dan mendidik anak. Jangan lupa juga untuk saling menghormati hak masing-masing agar hubungan rumah tangga harmonis dan langgeng.

 

5 dari 7 halaman

Waktu Luang dan Salah Pergaulan

Anak memiliki banyak waktu luang
Waktu luang pada anak bisa berdampak negatif jika tidak diisi dengan kegiatan yang positif, terutama pada anak-anak remaja. Waktu kosong bisa menyebabkan kerusakan pada perilaku anak-anak. Sebab jika tidak diarahkan, khawatir mereka akan mengisi waktu mereka dengan perkara yang tidak wajar sebagai dorongan hasrat muda mereka.

Salah pergaulan
Lingkungan pertemanan sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam perkembangan jiwa anak. perilaku menyimpang biasanya tumbuh dengan kebiasaan yang sering mereka lakukan, jika telah menjadi kebiasaan akan sulit untuk meluruskan kembali watak yang melekat. Jadi sebaiknya, menurut Abdullah Nasih Alwan, orangtua harus memperhatikan dengan siapa biasanya buah hatinya berteman, ke mana biasanya mereka pergi dan sebagainya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

6 dari 7 halaman

Islam Melarang Keras Orangtua Sumpahi Buruk Anaknya

Dream - Mendidik dan mengurus anak merupakan proses panjang yang pastinya sangat menguras emosi. Dibutuhkan kesabaran dan sebagai muslim kita juga harus mempelajari nilai-niai Islam sebagai dasar dalam mengurus anak.

Salah satunya sebagai orangtua seemosi apapun jangan sampai mengucap sumpah buruk atau menyumpahi anak. Dalam Islam ada larangan menyumpahi anak. Dikutip dari Bincangsyariah.com, Musthafa al-Adawy dalam Fiqh Tarbiyat al-Abna mengatakan hendaknya orangtua berhati-hati dengan apa yang diucapkan jangan sampai melaknat anak saat emosi dan marah, hal tersebut sangat dikecam oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis.

 HR Muslim dan Abu Dawud soal menyumpahi anak
© Bincang Syariah

“ Janganlah kalian menyumpahi diri kalian sendiri, jangan pula menyumpahi anak-anak kalian, dan jangan menyumpahi harta-harta kalian. Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.” (H.R. Muslim, Abu Dawud)

 

7 dari 7 halaman

Tergesa-gesa

Dalam hadis tersebut Nabi melarang para orangtua untuk melaknat anak-anaknya, karena jika sampai dikabulkan oleh Allah SWT dan hal buruk menimpa kepada anak-anak mereka maka hal itu pasti akan menimbulkan penyesalan yang amat sangat. Allah SWT berfirman:

 Al Isra ayat 11
© Bincang Syariah

“ Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”. (Q.S. Al-Isra; 11).

Imam al-Tabari dalam tafsirnya mengatakan terkadang manusia memang terlalu tergesa-gesa mengucapkan doa buruk saat marah. Padahal bisa saja sumpah serapah hanyalah luapan emosi sesaat saja.

Allah SWT lebih mengetahui apa yang ada di dalam hati hambanya karena bagaimana pun secara naluri orangtua selalu ingin melindungi dan menyayangi anaknya, karena itu pada keadaan tertentu itu tidak dikabulkan atas rahmat Allah kepada hambanya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id