Diabetes Melitus Tipe 1 Pada Anak Sering Telat Diketahui

Ibu Dan Anak | Selasa, 31 Agustus 2021 16:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Terjadi ketika pankreas hanya sedikit memproduksi insulin atau tidak sama sekali.

Dream – Diabetes pada anak masih sering disepelekan, padahal prevalensi diabetes melitus tipe 1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat. Diabetes melitus tipe 1 adalah suatu kondisi kronis saat pankreas memproduksi insulin sedikit atau tidak sama sekali.

Ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Penderita diabetes tipe 1 memerlukan tambahan insulin dari luar. Kondisi ini biasanya muncul saat masa remaja.

Banyak orangtua yang tak menyadari saat anaknya mengidap diabetes. Pasalnya sebagian besar beranggapan kalau diabetes adalah penyakit orangtua.

“ Peningkatan diabetes melitus tipe 1 pada anak dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan masyarakat dan kesadaran petugas kesehatan,” ujar Aman Bhakti Pulungan, Ketua Umum, Ikatan Dokter Anak Indonesia pada acara “ Penandatangan Virtual Program Changing Diabetes in Children (CDiC)”, pada Senin, 30 Agustus 2021.

Jumlah anak di Indonesia yang mengalami komplikasi serius karena diabetes (ketoasidosis diabetikum, DKA) cukup tinggi. Angkanya 63% pada 2015 hingga 2016, dan pada 2017 menjadi 71 %

Untuk itu penting bagi orangtua memperhatikan gejala-gejala berikut. Ini merupakan keluhan yang kerap terjadi pada anak pengidap diabetes tipe 1.

1. Terlalu banyak makan atau minum
Jika anak makan dan minum terlalu banyak, jangan senang dulu. Bisa jadi itu karena level glukosa dalam darahnya sangat tinggi.

“ Rasa lapar berlebihan terjadi akibat dorongan insulin yang tidak memadai. Gula pun tidak dapat diolah menjadi energi,” kata Aman.

Terutama jika anak juga kerap merasa haus terus menerus. Ini merupakan tanda yang harus diwaspadai.


Diabetes Melitus Tipe 1 Pada Anak Sering Telat Diketahui
Anak Sakit/ Foto: Shutterstock
2 dari 3 halaman

Mengompol dan Penurunan Berat Badan

2. Sering mengompol
Rasa haus berlebihan akan menyebabkan anak lebih sering buang air kecil. Hal itu karena tubuh tidak dapat menyerap cairan dengan baik. Anak yang mengalami diabetes melitus, frekuensi buang air akan lebih sering, terutama pada malam hari.

3. Berat badan turun drastis
Tubuh yang tidak mampu menyerap gula darah pada tubuh, akan menyebabkan jaringan otot, dan lemak menyusut. Selama 2-6 minggu anak akan kehilangan berat badan yang signifikan. Meskipun sudah makan dengan cukup, anak malah bertambah kurus.

 

3 dari 3 halaman

Emosi dan Sesak Napas

4. Kelelahan dan mudah marah
Anak akan menjadi mudah lelah saat tubuhnya tidak mampu bekerja secara benar. Gangguan perilaku, dan perubahan emosi membuat anak menjadi lebih cepat marah.
Emosi tersebut datang, dan merupakan sinyal bahwa tubuh tidak sedang baik-baik saja

5. Sesak napas
Tanda yang terakhir adalah pernapasan menjadi sesak. “ Pernapasan tersumbat akan membuat anak menjadi kesulitan untuk bernapas,” ungkap Aman.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, yang hadir dalam acara yang sama mengimbau agar kesadaran soal diabetes ini harus ditingkatkan. Terutama diabetes pada anak-anak.

“ Saya berharap dengan adanya acara yang peduli dengan kesehatan, membuat masyarakat tidak lagi buta pengetahuan, dan lebih peduli dengan dirinya, dan lingkungan sekitar,” kata Budi.

Laporan : Delfina Rahmadhani

Join Dream.co.id