Curhat Nadiem Makarim 'Rusuhnya' Punya 3 Anak Balita di Rumah

Ibu Dan Anak | Senin, 30 November 2020 12:03
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Ia tampak sangat menikmat momen menggendong buah hatinya yang masih bayi.

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, termasuk orangtua yang sangat melindungi privasi anak-anaknya. Ia dan sang istri, Franka, sebisa mungkin tak mengunggah foto dan identitas putrinya secara detail di media sosial.

Tak heran saat Nadiem mengunggah foto dirinya saat menggendong sang putri, menarik banyak perhatian. Salah satu pendiri Gojek itu, tampak sangat menikmat momen menggendong buah hatinya yang masih bayi.

Foto yang sangat manis diunggah Nadiem di akun Instagram pribadinya @nadiemmakarim. Dalam keterangan foto, Nadiem juga curhat bagaimana rusuhnya situasi rumah dengan tiga anak balita.

 Nadiem Makarim
© Nadiem Makarim Instagram

" Adanya tiga anak kadang terasa sangat gaduh – kalau satu nangis, semua bisa ikut nangis. Salah satu momen di mana rumah bisa sejenak tenang adalah ketika mereka tidur," tulis Nadiem.

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 6 halaman

Suka Iseng

Suasana rumah yang tenang justru membuat Nadiem merasa kangen. Akhirnya seperti kebanyakan ayah yang iseng, ia malah membangunkan anak-anaknya.

 Putri Nadiem Makarim Lakukan Upacara Tedak Siten
© MEN

" Kadang ingin saya iseng bangunin anak-anak karena sudah kangen dengan suara dan keramaian mereka," ungkap Nadiem.

Nadiem dan Franka Franklin kini memiliki tiga anak. Anak pertama berumur 3 tahun, anak kedua dua tahun dan yang paling kecil berusia 7 bulan.

3 dari 6 halaman

Tengok Sekolah di Bali Saat Pandemi, Nadiem Bebaskan Cara Belajar

Dream - Sejak pertengahan Maret 2020, seluruh kegiatan belajar mengajar diwajibkan dilakukan secara jarak jauh. Tatap muka dan berada di dalam ruangan tertutup harus dihindari karena meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Hingga November 2020 saat ini, seluruh murid mulai jenang TK hingga mahasiswa masih harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Belajar sebenarnya bisa dilakukan dengan cara apapun dan di mana pun asal tetap memperhatikan keamanan bagi murid dan guru, hal ini kemudian dikenal dengan konsep Merdeka Belajar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makriem, baru saja mengunjungi Bali. Di Pulau Dewata itu, ia memantau konsep belajar di alam yang diterapkan di TK Lingkungan Damai Puri, Gianyar, Bali.

" Anak-anak belajar dan diberikan pengenalan lingkungan melalui berbagai hal yang ada di sekitar mereka. Seperti beraneka ragam jenis tanaman, yang akan memberikan begitu banyak khasiat baik di dalam hidupnya," tulis Nadiem di akun Instagramnya.

4 dari 6 halaman

Dilakukan di Luar Ruangan

Rupanya, sebagian besar kegiatan belajar dilakukan di luar ruangan. Ada yang balai warga dengan suasana terbuka, termasuk juga di dekat sungai.

 Nadiem Makarim di Bali
© Instagram Nadiem Makarim

" Kegiatan belajar mengajar 90% dilakukan di luar ruang kelas tradisional, bahkan sampai ke dekat sungai, di taman dan di tengah lingkungan. Mereka adalah sekolah Merdeka Belajar karena adanya kebebasan pembelajaran di tingkat guru dan kepala sekolahnya.#merdekabelajar," ungkap Nadiem.

Suasana belajar tampak begitu menyenangkan karena situasi lingkungan sangat memungkinkan. Sayangnya, untuk di kota-kota besar hal tersebut sulit untuk dilakukan. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda sekolah akan kembali dibuka karena kasus Covid-19 belum menurun signifikan di Indonesia.

5 dari 6 halaman

Model Sekolah Hybrid Bakal Jadi Rujukan Setelah Pandemi, Apa Itu?

Dream - Sebagian besar sekolah di berbagai negara di dunia terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh karena pandemi COvid-19. Kondisi ini belum diktahui kapan bakal berakhir.

Untuk di Indonesia sendiri, sekolah di zona merah Covid masih berlangsung dari rumah hingga Desember 2020 mendatang. Muncul pertanyaan apakah sekolah bakal kembali normal seperti sebelum pandemi?

Sebuah model sekolah yang baru sedang jadi perbincangan yaitu sekolah hybrid. Dikutip dari VeryWell, model sekolah ini adalah dengan pengaturan di mana siswa menghadiri sekolah beberapa hari setiap pekan dan melakukan pembelajaran jarak jauh di hari-hari lainnya.

 

6 dari 6 halaman

Mengkombinasikan Sekolah di Rumah

Skenario sekolah hybrid menurut Aki Murata, penulis buku Reopening Better Schools: Unexpected Ways COVID-19 Can Improve Education adalah siswa akan menghadiri kelas secara langsung dua hari setiap minggu dan terlibat dalam pembelajaran jarak jauh pada tiga hari lainnya.

" Hal ini memungkinkan sekolah mengikuti pedoman physical distancing dengan membagi jadwal masuk siswa, anak tetap menghadiri sekolah secara langsung di hari-hari tertentu," ungkapnya.

Jadwal lain yang mungkin pada model sekolah hybrid adalah hanya boleh ada setengah siswa yang hadir di sekolah di pagi hari. Setelah itu sekolah dibersihkan dan disinfektan untuk kemudian ada kelas lagi di siang hari.

Sampai saat ini konsep tersebut sedang dikembangkan. Terutama di negara-negara yang kasus Covid-19 sudah menurun drastis.

 

Join Dream.co.id