Cerita Pilu Dokter Kandungan Azani Bayi yang Ayahnya Meninggal karena Covid-19

Ibu Dan Anak | Kamis, 10 Desember 2020 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

"Saya bukan keluarga cm dokternya aja, tapi saya ngerasain sedih banget waktu saya adzanin si cantik".

Dream - Virus covid-19 membuat banyak cerita sedih yang menyayat hati. Salah satunya cerita dari dr. Sandy Prasetyo, SpOG yang membuat pilu. Ia mengungkap pengalamannya mengazani bayi-bayi yang bukan anaknya, tapi buah hati dari pasiennya.

Rupanya, ayah dari kedua bayi itu meninggal karena Covid-19. Menurut dr. Sandy yang praktik di RSIA Bina Medika ini, ia tak pernah membayangkan bisa berada di situasi yang memilukan ini.

 Dokter Sandy© Instagram dr. Sandy

" Ga pernah terbayang sy akan diposisi ini. Pasien sy rutin kontrol dari awal hamil. Sampailah saat persalinan akan tiba, pasien dan suami diswab utk persiapan persalinan, hasilnya suami positif shg harus dirawat di rs. “ Dok titip ya adzankan anak saya”," tulis dr Sandy di akun Instagramnya.

Dokter Sandy bercerita kalau ia sempat bertemu ayah dari salah satu bayi 3 tahun lalu. Saat itu, pasiennya baru saja mengalami keguguran dan butuh 2 tahun untuk bisa hamil lagi.

" Sampai akhirnya 9 bulan yll pasien dan suami datang ke saya. “ Dok, alhamdulillah testpack istri sy positif, sy ga pake pikir panjang mau ketemu dokter sandy dimanapun praktek hari ini" . “ Dok titip ya bantu jagain istri dan kehamilan anak sy ini”. Sy ga akan lupa wajah bahagia dan gmn antusiasnya sang suami di hari itu, wkt utk pertama kalinya dia liat detak jantung calon anaknya. Sy kenal banget sm pasangan ini krn tau perjalanan & perjuangan utk dpt kehamilannya ini," ungkap dr Sandy.

 

 

Cerita Pilu Dokter Kandungan Azani Bayi yang Ayahnya Meninggal karena Covid-19
Dr. Sandy Prasetyo, SpOG/ Foto: Instagram Dr. Sandy Prasetyo, SpOG
2 dari 6 halaman

Ayah dari Bayi Meninggal karena Covid-19

Rupanya saat kehamilan sang istri berusia 33 minggu, si suami mengabarkan kalau dirinya positif Covid-19. Hal ini membuat pemeriksaan kehamilan harus ditunda.

 Dokter Sandy© Instagram dr. Sandy

" Antusias banget saya mau lihat perkembangan kehamilan psien sy ini, krn sebegitu taunya perjalanan kehamilan yg sangat diharapkan mereka ini. 3 hari kemudian psien sy datang masuk pintu ruang praktek, ditemenin sepupunya, seperti biasa sy sapa antusias “ haloo bu, alhamdulillaaah yaa udh sehat. Bapak mana bu?” Sambil sy tengok2 ke arah pintu luar, nungguin suaminya masuk," tulis dr Sandy.

Rupanya ibu hamil yang jadi pasien dr. Sandy hanya menangis dan datang bersama sepupunya. Sang sepupu memberitahu kalau suami ibu tersebut meninggal karena Covid-19.

“ Dok, meninggal” dijawab sambil terbata2 nangis. innalillahi wainnailaihi rojiun. Kaget saya. 3 minggu sebelum lahiran ternyata suami meninggal krn covid. “ Dok suami saya ga bs liat anaknya lahir dok”," tulis dr Sandy menceritakan.

 

3 dari 6 halaman

Minta Tolong Diazankan

Pemeriksaan pun dilakukan. Sang ibu lalu minta tolong pada dr. Sandy, ia menitipkan anaknya untuk diazani oleh dr. Sandy karena sang suami telah tiada.

 Dokter Sandy© Instagram dr. Sandy

" Suami saya titip bilang terima kasih ke dokter Sandy, sekarang dia ga bs temenin lagi dok, ketemu dokter. Nt titip adzanin ya dok. Ya Allah sedih banget saya. Saya bukan keluarga cm dokternya aja, tapi saya ngerasain sedih banget waktu saya adzanin si cantik," tulis dr. Sandy.

Dokter Sandy juga mengucap doa semoga bayi tersebut bisa menjadi anak yang kuat. Mampu mendampingi ibunya di dunia. Aamin.

 

4 dari 6 halaman

Alice Norin Harus Transfusi Darah Setelah Melahirkan, Ketahui Sebabnya

Dream - Perjuangan Alice Norin untuk melahirkan anak keduanya benar-benar antara hidup dan mati. Alice rupanya mengalami masalah plasenta yang menyebabkanya mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan.

Lewat akun Instagramnya beberapa hari lalu, ia mengungkap kalau mengalami Placenta Previa Totalis Accreta. Kondisi tersebut ternyata cukup jarang terjadi sehingga Alice harus ditangani oleh beberapa dokter.

 Unggahan Alice Norin© Instagram Alice Norin

" I'm a Placenta Previa Totalis Accreta survivor. Di awal kehamilan, aku didiagnosis mengalami kondisi placenta previa yang mengharuskan aku untuk konsultasi dengan beberapa dokter ahli. Setelah beberapa kali konsul, ternyata ada kondisi accreta juga, dimana kasus accreta ini jarang terjadi,"  ungkap Alice.

Kondisi tersebut membuat Alice mengalami pendarahan hebat. Harus dirawat di ICU dan menjalani transfusi darah. Ia mengingatkan bagi para ibu untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi plasentanya karena bisa membahayakan nyawa ibu.

Apa yang dimaksud dengan plasenta previa totalis accreta?

 

5 dari 6 halaman

Plasenta Previa

Dikutip dari HaloDoc, plasenta previa adalah kondisi ketika letak plasenta rendah, sehingga menutupi bagian mulut rahim. Pada ibu hamil, terbentuk plasenta yang menempel pada bagian dinding rahim dan terhubung langsung janin melalui tali pusar sebagai jalur untuk menyalurkan oksigen dan zat nutrisi. Tali pusar ini untuk menunjang perkembangan janin, juga sebagai saluran pembuangan zat sisa.

Pada kehamilan normal, plasenta mengalami perkembangan dan pelebaran dengan arah menjauhi serviks atau leher rahim. Namun, jika plasenta tidak berpindah atau tetap berada di dekat mulut rahim, maka jalur lahir janin terhalangi. Ini yang dinamakan dengan plasenta previa.

 

6 dari 6 halaman

Pendarahan

Tanda plasenta previa yang sering muncul adalah perdarahan, tetapi tidak diikuti dengan rasa nyeri atau sakit yang terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Volume perdarahannya beragam dan berhenti dengan sendirinya, tetapi akan kembali terjadi selang beberapa hari kemudian. Meski begitu, tidak semua ibu hamil mengalami perdarahan walau didiagnosis mengidap plasenta previa.

Plasenta akreta adalah kondisi ketika ari-ari atau pembuluh darah pada plasenta bertumbuh pada dinding rahim terlalu dalam. Normalnya, plasenta ikut terlepas dari dinding rahim usai ibu melahirkan.

Pada ibu, ketika mengalami plasenta akreta, plasenta tetap menempel pada dinding rahim setelah ibu melahirkan, baik sebagian atau seluruhnya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan menyebabkan ibu mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan.

Belum diketahui dengan pasti yang menyebabkan ibu mengalami kelainan plasenta akreta. Namun, beberapa ahli mengaitkan adanya bekas operasi caesar pada persalinan sebelumnya sebagai salah satu penyebab terjadinya kelainan ini. Pada beberapa kasus, ditemukan kondisi ketika ibu hamil yang mengidap plasenta akreta mengalami perdarahan hebat pada trimester ketiga.

Alice Norin mengalami dua masalah plasenta tersebut, yaitu previa dan akreta. Jika tak ditangani dengan tepat, nyawa ibu jadi taruhannya. Untuk itu jika terjadi pendarahan terus menerus saat hamil dan ada masalah plasenta, jangan segan untuk melakukan konsultasi lebih intensif dengan dokter kandungan.

Sumber: HaloDoc

 

Join Dream.co.id