Ingat Ayah Bunda, Ini Ciri Anak Penyejuk Hati Orangtua dalam Islam

Ibu Dan Anak | Rabu, 4 Agustus 2021 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Qurratu a’yun bermakna buah hati, biji mata, kesayangan dan kekasih.

Dream - Hadirnya buah hati dalam keluarga tentunya memunculkan banyak kebahagiaan dan pengharapan. Orangtua pun dianjurkan untuk mengasuh anak-anaknya agar memiliki akhlak yang baik dan menjadi penyejuk hati atau qurratu a’yun.

Dikutip dari Bincangmuslimah.com, dalam kamus al-Munawwir, qurratu a’yun bermakna buah hati, biji mata, kesayangan dan kekasih. Berasal dari kata al-Qurra yaitu kedinginan, kesejukan, dan al-ainu yang bermakna mata. Juga bermakna penyejuk hati, pelipur lara dan sumber kegembiraan bagi kedua orangtua. Sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Qs. al-Furqan [25]: 74.

 Al Furqan  ayat 25
© Bincang Muslimah

" Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa qurratu a’yun merupakan doa dan harapan yang dipanjatkan oleh semua orangtua agar keturunannya/anak-anaknya menjadi penyambung kebaikan dan ketakwaan dari orangtuanya. Lalu apa ciri-ciri anak yang qurratu a’yun?

 

Ingat Ayah Bunda, Ini Ciri Anak Penyejuk Hati Orangtua dalam Islam
Ilustrasi
2 dari 8 halaman

Saleh dan saleha

Ciri-ciri dari nikmat qurratu a’yun adalah saleh dan saleha. Semua pasangan suami dan istri sangat mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang baik. Keturunan yang saleh dan saleha akan menjadi tabungan pahala bagi kedua orangtuanya kelak. Tidak ada orangtua yang berdoa keburukan untuk anak-anaknya.

Anak yang taat beribadah
Salat merupakan amalan yang akan dihisab oleh Allah SWT di yaumul hisab kelak. Jika dalam keluarga taat beribadah kepada Allah SWT, maka akan diberikan keselamatan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Qs. Ibrahim ayat 40 “ Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat”. Nabi Ibrahim sangat berharap pada Allah swt agar mengabulkan doanya dan meminta ampun bagi dirinya dan kedua orangtuanya serta orang-orang beriman.

 

3 dari 8 halaman

Mencintai Allah dan Rasulullah

Rasa cinta pada Allah SWT merupakan cinta yang paling tinggi. Selain itu juga bentuk rasa syukur yang paling indah dari seorang hamba kepada pencipta-Nya. Tidak ada gunanya berharap dengan sesama makhluk, karena akan menciptakan kesedihan.

Selain rasa cinta pada Allah, cinta kepada Rasulullah merupakan pondasi keislaman. Kenalkan sosok Rasulullah pada anak yang merupakan suri tauladan sepanjang masa. Seperti mengajak anak-anak bersalawat, menceritakan kisah-kisah sahabat Rasulullah dan sebagainya.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 8 halaman

8 Hal yang Pengaruhi Akhlak Anak Menurut Islam

Dream - Akhlak merupakan dasar penting bagi kehidupan seorang muslim dan muslimah. Dikutip dari alirsyad.com, Akhlak menurut Imam Ghazali, adalah sesuatu yang mengakar kuat dalam jiwa seseorang dan mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan tanpa harus dipikir terlebih dahulu.

Jika perbuatan yang dilakukan baik maka disebut akhlak mulia (akhlak mahmudah). Tetapi, jika perbuatan yang dilakukan jelek maka disebut akhlak tercela (akhlak madzmumah).

Akhlak seorang anak sangat ditentukan dari lingkungan kehidupannya sehari-hari. Dasar utamanya adalah pendidikan dari orangtua. Tak hanya itu, ada juga faktor lain yang juga sangat mempengaruhi pembentukan akhlak anak.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Syeikh Musthafa al-Adawy dalam kitab Fiqh Tarbiyat al-Abna mengatakan bahwa terdapat 8 hal yang dapat mempengaruhi perkembangan akhlak seorang anak. Ayah dan bunda penting untuk selalu mengingatkan dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Islam.

 

5 dari 8 halaman

Apa saja delapan hal yang berpengaruh besar pada akhlak anak?

Pertama, saudara-saudara kandung dan kerabat- kerabatnya di rumah. Kedua, teman-teman di lingkungan sosial tempatnya tinggal. Seperti di sekolah, perpustakaan dan tempat belajar ngaji.

Ketiga, para pengajar, guru, pendidik, penjaga, pelatih yang mengajari anak-anak. Keempat, segala hal yang dia lihat, dengar dan baca yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Kelima, keadaan negara di mana sang anak tinggal. Seperti akhlak, kebiasaan, sopan-santun, pemandangan dan situasi masyarakatnya. Keenam, tempat-tempat yang sering dikunjungi anak-anak untuk menghabiskan sebagian besar waktunya, seperti masjid, mal, atau tempat lain.

Ketujuh, para tamu dan pengunjung yang datang ke rumah. Kedelapan, perjalanan, kunjungan dan tamasya yang anak-anak pernah lakukan.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

6 dari 8 halaman

Islam Gambarkan Buah Hati Merupakan Perhiasan Orangtua, Simak Penjelasannya

Dream - Nilai-nilai Islam harus senantiasa jadi panduan dan pedoman dalam tiap aspek kehidupan. Termasuk dalam berkeluarga dan mengasuh putra putri tercinta. Hadirnya buah hati dalam sebuah keluarga, merupakan amanah.

Tak hanya itu, anak juga bisa jadi penenang dan penyejuk hati serta perhiasan orangtuanya. Dalam al-Quran Allah menjelaskannya dalam QS. al-Kahfi[18] ayat 46:

 Alkahfi
© Bincang Muslimah

Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. ( QS. al-Kahfi[18] ayat 46)

Dikutip dari Bincang Muslimah, menurut al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi harta merupakan sebuah perhiasan meskipun tidak mempunyai anak, dan bukan sebaliknya. Beliau menjelaskan orang yang mempunyai anak sedang ia tidak mempunyai harta maka orang itu berada dalam kesengsaraan dan kemelaratan.

 

7 dari 8 halaman

Anak dan Perhiasan Memiliki Persamaan

Maka, diantara keduanya haruslah seimbang agar jauh dari kemelaratan. Pendapat al-Maraghi ini menunjukkan bahwasanya orangtua dilarang menelantarkan anak dan wajib memenuhi kebutuhan anak.

Sementara menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar ini merupakan ayat rayuan yang sangat indah. Allah SWT memberi peringatan bahwa harta dan anak itu memanglah perhiasan yang sangat indah. Namun sayang, perhiasan indah itu hanyalah bersifat sementara karena memiliki batasan waktunya.

Dalam tafsir Kemenag (Dapartemen Agama RI, al-Quran dan Tafsirnya: 2006), ayat ini mengabarkan kepada kita semua bahwasanya anak merupakan perhiasan yang harus dijadikan jalan bagi orangtua untuk melakukan amal saleh yang akan mengantarkan kepada ridho Allah SWT.

 

8 dari 8 halaman

Bisa Jadi Cobaan

Jika orangtua memperlakukan anak dengan cara yang tidak baik dan tidak mengundang pahala serta ridho Allah SWT maka kehadiran anak akan berubah menjadi sebuah cobaan.

Allah telah menjelaskan yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini ialah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat memperhatikan keduanya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memilikinya. Sebaliknya, juga dapat menjadikan seseorang takabur dan merendahkan orang lain.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id