Catat, 7 Syarat Hak Asuh Anak dalam Islam

Ibu Dan Anak | Jumat, 12 November 2021 08:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Penting diketahui untuk pasangan yang bercerai.

Dream - Tak semua pernikahan bisa berjalan langgeng. Beberapa pasangan suami istri akhirnya memutuskan untuk bercerai. Salah satu dampaknya adalah pengasuhan anak harus dilakukan bersama meskipun telah berpisah rumah.

Anak membutuhkan sosok dan teladan dari ayah dan ibunya, dan memang sebaiknya hubungan anak dan orangtua tak boleh dipisahkan. Saat bercerai, tetap harus ada orangtua yang memegang hak asuh anak.

Terkait hal ini, sebagai umat muslim tentunya merujuk pada Hukum Islam. Dikutip dari NU Online, hak asuh anak dalam hukum Islam Islam telah disebut hadlanah, yaitu hak mengasuh dan merawat anak yang belum dapat mengurus dirinya sendiri sampai mencapai usia tamyiz

Menurut Islam, hak asuh anak ini jatuh kepada ibu sampai anak mencapai usia tamyiz. Di usia tamyiz ini anak dapat memilih untuk ikut ibu atau ayahnya. Mengapa ibu yang terpilih untuk mengasuh? Karena ibu dianggap bisa lebih mencurahkan kasih sayang, lebih sabar dan lebih telaten dalam mengasuh anak.

 al-Fiqh al-Manhaji© NU Online

Artinya: “ Sungguh ibu lebih berhak atas pengasuhan daripada ayah karena beberapa alasan berikut: pertama, kasih sayangnya lebih luas serta kesabarannya lebih besar dalam menanggung beban pengurusan dan pendidikan; kedua, ibu lebih lembut dalam mengasuh dan menjaga anak-anak, dan lebih mampu mencurahkan perasaan dan kasih sayang yang mereka butuhkan.” (Musthafa al-Khin dkk., al-Fiqh al-Manhaji, jilid IV, halaman 191).

 

Catat, 7 Syarat Hak Asuh Anak dalam Islam
Anak Perempuan/ Foto: Shutterstock
2 dari 7 halaman

Syarat yang Harus Dipenuhi

Selain itu ada syarat yang harus dipenuhi terkait pengasuhan anak. Syaikh Ibnu Qasim al-Ghazi menjelaskan 7 syarat hak asuh anak dalam hukum Islam sebagai berikut:

1. Berakal sehat. Karenanya bagi perempuan yang gila tidak boleh mengasuh anak, baik gilanya terus-menerus maupun terkadang saja. Jika gilanya hanya sedikit, semisal sehari dalam setahun, maka hak pengasuhan tidak batal.
2. Merdeka. Karenanya dalam konteks dahulu ketika masih berlaku perbudakan manusia, budak wanita tidak mempunyai hak asuh anak
3. Muslimah. Karenanya anak seorang muslim tidak boleh diasuh oleh wanita nonmuslim
4. Punya sifat ‘iffah atau bisa menjaga kehormatan dirinya
5. Dapat dipercaya, karenanya anak tidak boleh diasuh oleh wanita fasik
6. Mempunyai tempat tinggal yang tetap
7. Belum menikah lagi dengan lelaki yang tidak mempunyai hubungan mahram dengan anak.

Syarat-syarat di atas, kecuali syarat ketujuh tentunya, juga berlaku bagi ayah yang mempunyai hak asuh anak setelah anak mencapai usia tamyiz—yaitu ketika anak dapat makan, minum dan bersuci secara mandiri; atau menurut sebagian ulama anak berusia usia 7 tahun qamariyah.

Jika tidak memenuhi syarat, maka hak pengasuhan dialihkan kepada nenek dari jalur ibu, bibi dari jalur ibu, ayah atau kerabat lain sesuai urutan pengasuhan anak. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 7 halaman

Anjuran Membaca Alfatiha 41 Kali untuk Anak Setelah Tahajud

Dream - Sebagai orangtua, kita harus selalu meminta perlindungan dari Allah SWT untuk buah hati baik saat sekarang atau di masa mendatang. Caranya adalah dengan memanjatkan doa-doa tulus untuk buah hati, sebagai bagian dari menjaga amanah Allah SWT.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Nyai Hj Tho’atilah Ja’far menjelaskan kalau anak juga bisa membuat cinta kasih dalam keluarga bisa menjadi berkali lipat. Jangan bosan untuk memohon kepada Allah SWT agar kelak anak menjadi pribadi yang soleh dan soleha.

Ia mengingatkan untuk selalu menjadi teladan yang baik. Termasuk membentuk lingkungan keluarga dan rumah menenangkan, menyenangkan dan bernuansa Islami. Hal yang juga penting adalah memanjatkan doa khusus untuk anak setelah salah Tahajud.

“ Setiap malam usahakan baca surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali untuk satu anak, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa, allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waffiqhum li tho'atika, war zuqniy birrohum. Artinya, ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan marabahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka,” ungkap Nyai Tho’ah dikutip dari NU Online.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 7 halaman

Hadapi Cobaan dari Anak, Bagaimana Menghadapinya dalam Islam?

Dream - Buah hati yang dianugerahkan Allah SWT, merupakan amanah yang harus selalu dijaga. Terkadang, lewat buah hati juga Allah memberikan ujian dan cobaan. Seringkali orangtua merasa sedih dan terpuruk, ketika anak-anaknya melakukan keburukan atau mengalami hal yang memilukan.

Ustazah Ninih Muthmainnah atau akrab disapa Teh Ninih, lewat akun Instagram resminya @ninih.muthmainnah mengingatkan, ujian tiap orang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan pasangannya, orangtuanya, atau anak-anaknya.

" Walau berbeda jenisnya, solusinya tetap mengarah pada satu titik yang sama: dekati Allah, mintalah pertolongan-Nya dan jalankan ikhtiar dalam koridor ketaatan kepada-Nya," ungkap Teh Ninih.

Bagi orangtua yang diuji dengan ketidaksalehan anaknya, Teh Ninih mengingatkan untuk terus beristighfar, memohon ampunan Allah. Hal ini karena bisa jadi buruknya sifat anak adalah karena kesalahan kita dalam mendidiknya.

Setelah itu, berusahalah untuk memperbaiki diri. Doakan dia dengan doa-doa terbaik terbaik kita. Jangan putus pula untuk menasihatinya, memberinya teladan kebaikan, dan tetap menjaga kesabaran kala menghadapinya.

" Boleh jadi, apa yang kita lakukan belum tampak hasilnya sekarang. Namun yakinlah, akan ada masa Allah bukakan hatinya sebagai buah kesungguhan dan keikhlasan doa-doa kita, orangtuanya," pesan Teh ninih.

5 dari 7 halaman

Hikmah Orangtua Berpuasa di Hari Lahir Anak

Dream - Memiliki buah hati dan keturunan yang berakhlak baik, menjalani tuntunan Islam, sukses dunia akhirat merupakan harapan tiap orangtua. Tentunya hal ini harus diusahakan, salah satunya dengan pengasuhan dan menjadi teladan yang baik.

Tak hanya itu, banyak-banyaklah berdoa kepada Allah SWT agar putra putri tercinta selalu dalam lindungan-Nya dan mendapat sukses yang penuh berkah. Bagaimana caranya?

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda Mergosono Malang, Nyai Hj Raudloh Quds Musthofa al Hafidhah berbagi pengalaman dalam mengasuh putra-putrinya. Hal pertama adalah memberi contoh.

" Jadi, kalau pengasuhan/pendidikan jujur saya dibantu oleh lingkungan dan selalu menanamkan untuk mencontoh sifat baik dari eyang-eyangnya (KH Ahmad Masduqie Machfudh dan KH Ahmad Mustofa Bisri), dan mengenai ibadah shalat, puasa dan lain-lain, selain dimudahkan oleh lingkungan juga kita tidak pernah absen untuk memberi contoh. Jadi, tidak hanya ngajak, tapi juga melakukan," kata Hj Raudloh, dikutip dari NU Online.

 

6 dari 7 halaman

Selalu Bacakan 3 Surah Ini ke Buah Hati Jelang Tidur

Dream - Doa-doa tulus orangtua untuk buah hatinya, Insyaallah dikabulkan oleh Allah SWT. Untuk itu jangan lelah untuk selalu melantunkan doa dan mengajarkan surah-surah pada anak tercinta.

Ustazah Ninih Muthmainnah, atau akrab disapa Teh Ninih mengingatkan orangtua untuk selalu membacakan tiga surah pendek jelang buah hati tidur malam hari. Surah tersebut adalah Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nas.

 Teh Ninih© Instagram @ninihmutmainah

" Tiga surat pendek yang dahsyat fadilahnya. Siapa membacanya dengan sepenuh kesungguhan dan keyakinan, dia bisa menjadi perisai bagi seorang hamba dari aneka malapetaka, termasuk dari godaan setan," ungkap Teh Ninih dalam akun Instagram resminya @ninih.muthmainnah.

7 dari 7 halaman

Tiupkan ke Telapak Tangan dan Usapkan

Teh Ninih menjelaskan, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk membacanya menjelang tidur. Setelah itu meniupkannya pada kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh bagian tubuh sebanyak tiga kali (HR Al-Bukhari dan Muslim).

" Untuk melindungi anak kita dari gangguan setan atau makhluk lainnya, sebelum dia tidur atau setelah dia tidur, bacakan untuknya Al-Ikhlas dan Al-Mu'awwidzatain (dua surat perlindungan, yaitu Al-Falaq dan An-Nâs), tiupkan ke tangan lalu usapkan ke seluruh tubuhnya," pesan Teh Ninih.

Ayah bunda, jangan lelah untuk terus mendoakan kebaikan kepada pada anak. Menurut Teh Ninin, InsyaAllah, Zat Yang Mahakuasa akan mengabulkan doa-doa orangtua untuk anaknya.

Join Dream.co.id