Buah Hati Bisa Jadi Penolong Orangtua di Akhirat?

Ibu Dan Anak | Jumat, 3 September 2021 14:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Sebagai orangtua kita harus lebih dulu mendidik anak dengan baik

Dream - Kehadiran anak dalam keluarga jadi hal yang dinantikan pasangan suami istri. Salah satu alasan utama ingin memiliki keturunan adalah keyakinan bahwa kelak anak jadi penolong orangtua di akhirat.

Seperti pesan Nabi Muhammad SAW, amal yang tak terputus bahkan setelah meninggal dunia adalah doa anak saleh dan saleha. Terkait hal tersebut, tentu sebagai orangtua kita harus lebih dulu mendidik anak dengan baik. Terutama dalam hal agama.

Hak-hak pendidikan dan pengasuhan anak sesuai nilai-nilai Islam wajib dipenuhi oleh orangtua. Dikutip dari BincangMuslimah.com, antara lain sebagaimana yang disebutkan oleh sahabat Umar saat seseorang mengadukan kedurhakaan anaknya dan sang anak membantahnya. Saat ditanya, apa saja hak anak yang mesti dipenuhi oleh orangtua, Umar menjawab,

 Pesan Umar© Bincang Muslimah

Artinya: Memilih ibu yang baik, memberi nama yang baik, dan mengajarkan Alquran.

 

Buah Hati Bisa Jadi Penolong Orangtua di Akhirat?
Anak Perempuan/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Pendidikan Agama dalam Keluarga

Dalam mengajarkan Alquran, artinya ada peran orangtua dalam pendidikan anaknya terutama pendidikan agama. Tentu, pendidikan agama bisa diberikan dengan baik jika orangtua juga memiliki kapasitas pengetahuan agama yang baik. Maka dari itu, perlu persiapan yang panjang dan matang dalam mengasuh anak dan menjadi orangtua. Tidak serta merta menuntut anak banyak hal sedangkan semua tidak dimulai dari diri sendiri.

Peran anak untuk orangtua terutama saat di akhirat adalah mendoakannya. Sebab masing-masing manusia akan dimintai pertanggung jawabannya, dan anak tidak bisa menolong kecuali dengan mendoakannya. Sebagaimana hadis Nabi riwayat Abu Hurairah,

 HR Muslim© Bincang Muslimah


Artinya: Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “ apabila seseorang telah meninggal tidaklah terputus amalnya (ganjarannya) kecuali tiga perkara; sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

 

3 dari 6 halaman

Berikan Pengasuhan Berlandaskan Islam yang Baik

Dalam Syarh Nawawi ‘ala Muslim dijelaskan yang dimaksud anak saleh/ salehan yang mendoakan orangtuanya adalah termasuk apa yang diajarkan mereka kepada anaknya,

 Syarh Nawawi ala Muslim© Bincang Muslimah


Artinya: Sesungguhnya anak itu tergantung dari usaha (pengasuhan) orang tuanya, begitu juga ilmu yang diajarkan kepadanya berupa pengajaran atau karya.

Dalam hal ini, Imam Nawawi menjelaskan bahwa anak adalah tanggung jawab dari orangtuanya. Hadis ini mendorong siapapun untuk mendidik anaknya dengan pendidikan terbaik, sebab kelak mereka akan mendoakan orangtuanya dan doa itu sampai kepada orangtuanya.

Jika seorang anak telah diberi pendidikan yang baik oleh orang tuanya,tentu ia akan memiliki rasa berterima kasih dengan terus mendoakan orangtuanya dan mengajarkan ilmu yang telah diajarkan oleh orang tuanya. Ilmu yang diajarkan kepada anak juga yang menjadi bagian sedekah yang tak terputus, begitu penjelasan Imam Nawawi.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Ingat Ayah Bunda, Ini Ciri Anak Penyejuk Hati Orangtua dalam Islam

Dream - Hadirnya buah hati dalam keluarga tentunya memunculkan banyak kebahagiaan dan pengharapan. Orangtua pun dianjurkan untuk mengasuh anak-anaknya agar memiliki akhlak yang baik dan menjadi penyejuk hati atau qurratu a’yun.

Dikutip dari Bincangmuslimah.com, dalam kamus al-Munawwir, qurratu a’yun bermakna buah hati, biji mata, kesayangan dan kekasih. Berasal dari kata al-Qurra yaitu kedinginan, kesejukan, dan al-ainu yang bermakna mata. Juga bermakna penyejuk hati, pelipur lara dan sumber kegembiraan bagi kedua orangtua. Sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Qs. al-Furqan [25]: 74.

 Al Furqan  ayat 25© Bincang Muslimah

" Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa qurratu a’yun merupakan doa dan harapan yang dipanjatkan oleh semua orangtua agar keturunannya/anak-anaknya menjadi penyambung kebaikan dan ketakwaan dari orangtuanya. Lalu apa ciri-ciri anak yang qurratu a’yun?

 

5 dari 6 halaman

Saleh dan saleha

Ciri-ciri dari nikmat qurratu a’yun adalah saleh dan saleha. Semua pasangan suami dan istri sangat mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang baik. Keturunan yang saleh dan saleha akan menjadi tabungan pahala bagi kedua orangtuanya kelak. Tidak ada orangtua yang berdoa keburukan untuk anak-anaknya.

Anak yang taat beribadah
Salat merupakan amalan yang akan dihisab oleh Allah SWT di yaumul hisab kelak. Jika dalam keluarga taat beribadah kepada Allah SWT, maka akan diberikan keselamatan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Qs. Ibrahim ayat 40 “ Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat”. Nabi Ibrahim sangat berharap pada Allah swt agar mengabulkan doanya dan meminta ampun bagi dirinya dan kedua orangtuanya serta orang-orang beriman.

 

6 dari 6 halaman

Mencintai Allah dan Rasulullah

Rasa cinta pada Allah SWT merupakan cinta yang paling tinggi. Selain itu juga bentuk rasa syukur yang paling indah dari seorang hamba kepada pencipta-Nya. Tidak ada gunanya berharap dengan sesama makhluk, karena akan menciptakan kesedihan.

Selain rasa cinta pada Allah, cinta kepada Rasulullah merupakan pondasi keislaman. Kenalkan sosok Rasulullah pada anak yang merupakan suri tauladan sepanjang masa. Seperti mengajak anak-anak bersalawat, menceritakan kisah-kisah sahabat Rasulullah dan sebagainya.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id