Biasakan Anak Memberi Penjelasan dan Bukan Alasan Saat Bermasalah

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  14 Januari 2021 14:03

Tentunya hal ini harus dilatih sejak dini.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Semua anak cenderung akan mencarin alasan saat menutupi sikap buruknya. Biasanya mengatakan " Itu bukan salahku!" , yang merupakan reaksi umum bagi anak-anak ketika mereka melanggar aturan.

Jika anak mengatakan hal-hal seperti, " saya harus memukulnya karena dia yang menendang saya dulu" , atau " bukan salah saya, saya lupa pekerjaan rumah saya. Guru saya tidak memberi saya cukup waktu," , penting untuk mengatasinya secara proaktif. Jika tidak, anak akan menjadi orang yang tidak bisa menerima tanggung jawab pribadi atas tindakannya.

Bagaimana cara mengajarkan anak agar bisa bertanggung jawab akan tindakannya? Langkah pertama adalah berusaha tetap tenang.

" Hindari berdebat dengan anak ketika dia bersikeras bahwa ada sesuatu yang bukan kesalahannya. Jika tidak, akan berisiko mengalami 'perebutan kekuasaan'. Sebaliknya, tanggapi dengan tenang. Perjelas bahwa perilakunya adalah hal buruk," kata Amy Morin, seorang psikoterapis keluarga, dikutip dari VeryWell

Tunjukkan alasan kenapa perilakunya tak dibenarkan dan mereka bertanggung jawab atas hal itu. Ajari anak perbedaan antara penjelasan dan alasan. Misalnya, memberi tahu gurunya bahwa dia tidak hadir karena dia benar-benar sakit adalah penjelasan. Sementara itu, memberi tahu guru bahwa pekerjaan rumah dirusak adik adalah alasan.

 

Selanjutnya : Beda Penjelasan dan Alasan
Di Antara Cerita, Rasa, dan Diam-Diamnya ArTi
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Dude Harlino & Alyssa Soebandono | Christie SERIBU KALI CINTA THE SERIES Eps5
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :