Bangun Percakapan, Tanya Perasaan Anak Selama Pandemi

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  20 Januari 2021 14:04

Ada juga anak yang lebih memilih untuk diam dan tak mau menceritakan perasaannya.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Hingga saat ini sekolah masih berjalan secara online, anak pun tak bisa bebas beraktivitas di luar rumah, tak bisa bertemua dengan teman dan saudara-saudaranya. Pandemi membuat anak mengalami perubahan drastis dalam kehidupan sosialnya.

Beberapa anak mungkin sudah bisa mengungkap apa yang dirasakannya, seperti bosan, sedih, kecewa, marah, stres, bingung atau perasaan lain yang dirasakannya. Kebanyakan anak  lebih memilih untuk diam dan tak mau menceritakan perasaannya.

Sangat penting bagi orangtua untuk membangun jalur komunikasi dengan anak-anak dan membuatnya terbuka tentang perasaannya. Para ahli mengatakan itu harus dilakukan dengan cara yang tenang. Ada juga waktu yang tepat untuk membicarakannya.

“ Tugas kita sebagai orangtua bukanlah memberikan kepastian di saat ketidakpastian. Tugas kita adalah membantu anak-anak mentolerir ketidakpastian," jelas Jerry Bubrick, PhD, psikolog klinis di Child Mind Institute.

Selanjutnya : Kapan waktu yang tepat?
Platform Digitalisasi Ketersediaan Tempat Tidur untuk ICU dan Ruang Isolasi
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Platform Digitalisasi Ketersediaan Tempat Tidur untuk ICU dan Ruang Isolasi
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :