Baca Doa Ini Saat Memberi Nama Anak Lelaki dan Perempuan

Ibu Dan Anak | Kamis, 25 November 2021 10:07

Reporter : Mutia Nugraheni

Harapannya, Allah SWT memberikan hidayah dan keberkahan pada buah hati.

Dream - Memberi nama buah hati dengan arti dan makna yang baik sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bahkan pernah mengganti nama beberapa orang karena artinya yang tidak baik.

Orangtua memberi nama yang baik, harapannya sang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik. Nama pun bisa membawa keberkahan, tentunya dengan memohon kepada Allah SWT melalui doa.

Untuk itu, dikutip dari BincangSyariah, orangtua perlu berdoa kepada Allah agar nama yang hendak dia berikan pada anaknya membawa keberkahan, kebaikan.

Dalam buku " Al-A’mal Al-Yaumiyah; Amalan Sehari-hari" yang disusun oleh tim asatidz Pesantren Al-Khairat, disebutkan bahwa tata cara dan doa saat memberi nama pada anak, jika anak tersebut berjenis kelamin laki-laki, adalah sebagai berikut;

 Doa menamai anak lelaki© Bincang Syariah

Yaa ayyuhash shobiyyu, innii sammaituka bimaa sammaakallaahu bihii fil azali. Innii sammaituka (…). Baarokallaahu laka.

Artinya: Wahai anak laki-laki, aku akan memberikanmu nama dengan nama yang telah Allah berikan padamu di alam azali. Aku memberimu nama.. (sebut nama yang hendak diberikan). Semoga Allah memberikan keberkahan padamu.

 

Baca Doa Ini Saat Memberi Nama Anak Lelaki dan Perempuan
Memberi Nama Anak/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Doa Memberi Nama Anak Perempuan

Kemudian jika anak tersebut berjenis kelamin perempuan, maka doanya adalah sebagai berikut:

 Doa menamai anak perempuan© Bincang Syariah

Yaa ayyuhash shobiyyah, innii sammaituki bimaa sammaakillaahu bihii fil azali. Innii sammaituki (…). Baarokallaahu laki. 

Artinya: Wahai anak perempuan, aku akan memberikanmu nama dengan nama yang telah Allah berikan padamu di alam azali. Aku memberimu nama.. (sebut nama yang hendak diberikan). Semoga Allah memberikan keberkahan padamu.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 5 halaman

Hukum Membentak Anak Saat Menegur dalam Islam

Dream - Sikap anak-anak seringkali sangat menguras emosi orangtua. Terutama saat mereka berulah, tak mau mendengarkan atau tidak disiplin. Tanpa sadar kita sebagai orangtua menegurnya dengan suara tinggi, membentak, bahkan berteriak

Hal tersebut sebaiknya dihindari. Dalam Islam, orangtua diajarkan untuk menjadi teladan yang baik bagi anak. Dikutip dari DalamIslam.com, Sebagaimana nasihat Luqman Al Hakim kepada anaknya yang diabadikan dalam Alquran:

 Luqman 19© DalamIslam.com

Artinya: Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai,” (Luqman: 19).

Maksudnya, janganlah berlebihan dalam berbicara dan janganlah meninggikan suara tanpa kebutuhan. Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya): “ Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Berteriak pada anak menurut islam adalah dilarang. Diriwayatkan dalam hadits saat mengurus anak, orangtua seharusnya bisa bertindak seperti anak-anak ketika sedang bersama si kecil, orangtua harus lebih bisa memahami anak-anaknya dengan lebih baik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

 Tafsir Ibnu Katsir, 3/711© DalamIslam.com

“ Kalau kalian mendengar ayam berteriak (berkokok) maka berdoalah meminta nikmat kepada Allah. Namun, jika kalian mendengar suara keledai berteriak (meringkik) maka mintalah perlindungan kepada Allah, karena keledai tersebut sedang melihat setan,” tafsir Ibnu Katsir, 3/711.

 

4 dari 5 halaman

Perbanyak Istigfar

Untuk menghindari membentak anak meski Moms dan Dads merasa kesal ketika mereka berulah, inilah beberapa cara yang bisa diterapkan:

1. Istighfar
Ketika berteriak kepada anak, itu tandanya anda berada dalam keadaan marah yang disebabkan oleh bisikan setan. Oleh karena itu pentinh untuk mencari perlindungan dari setan, seperti mengucapkan istighfar “ Astagfirullahaladzim”.

Agar di jauhkan dari godaan setan. Sebagaimana di riwayatkan oleh atiyyah sa’di Nabi berkata:

“ Kemarahan datang dari iblis, iblis dicipatakan dari api dan api padam hanya dengan air. Jadi ketika salah satu dari Kamu menjadi marah, dia harus melakukan wudhu,” (Abu Dawud).

 

5 dari 5 halaman

Menjauh dan Duduk

2. Menjauh dari anak
Untuk sementara, jauhkan diri dari anak saat emosi sedang tinggi. Tenangkan diri lebih dulu, tarik napas panjang. Setelah emosi menurun, baru kemudian bicaralah dengan anak secara baik-baik.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“ Tidaklah kelemah lembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasainya dan tidaklah dicabut darinya melainkan akan memperjeleknya ” (HR. Muslim 2594 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)


3. Duduklah saat berbicara
Faktanya saat berdiri membuat orangtua akan lebih mudah marah. Untuk mencegah hal-hal seperti itu, sebaiknya lekas duduk ketika berbicara kepada anak-anak, ini juga bagian dari sunnah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) beliau bersabda dalam satu hadis:

“ La taghdob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga).”

Join Dream.co.id