Ayah Tak Mampu, Bolehkah Ibu Akikahi Buah Hatinya?

Ibu Dan Anak | Sabtu, 30 Oktober 2021 10:15

Reporter : Mutia Nugraheni

Tanggung jawab akikah memang berada di tangan ayah, tapi ada beberapa kondisi yang membuat ayah tak bisa melakukannya.

Dream - Memotong kambing sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT menyambut kelahiran buah hati, sangat dianjurkan dalam Islam. Nabi Muhammad SAW juga mencontohkannya, beliau melaksanakan akikah untuk dua cucunya, Hasan dan Husein.

Bila yang lahir anak perempuan, dianjurkan memotong satu kambing. Sementara jika buah hati berjenis kelamin laki-laki, memotong dua kambing. Hukum akikah adalah sunnah muakad, artinya sangat ditekankan pengerjaannya bila ada kemampuan dan kelapangan harta.

Dikutip dari BincangSyariah.com, dalam Islam akikah termasuk nafkah anak yang tanggung jawabnya dianjurkan untuk ayah dari anak tersebut. Selama ayah dari anak tersebut masih ada dan mampu, maka dia dianjurkan untuk mengakikahi anaknya.

Bagaimana jika ayah sudah tidak ada atau tidak mampu atau sebab lainnya yang tidak memungkinkan dia untuk mengakikahi anaknya? Maka boleh bagi orang lain untuk menggantikan posisinya dalam mengakikahi anaknya, termasuk ibu dari anak tersebut, kakek, paman dan lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah berikut;

 Penjelasan akikah di Darful Ifta© Bincang Syariah

Pertanyaan; Apakah boleh seorang ibu mengakikahi anaknya?

Jawaban; Akikah dianjurkan bagi orang yang memiliki tanggung jawab menafkahi anak, namun demikian akikah boleh dari kakek atau ibu dari anak tersebut.

 

Ayah Tak Mampu, Bolehkah Ibu Akikahi Buah Hatinya?
Ibu Dan Bayi
2 dari 6 halaman

Boleh Juga Orang Lain yang Mampu

Karena itu, boleh bagi seorang ibu untuk melakukan akikah untuk anaknya, baik ayah dari anak itu ada namun tidak mampu, atau sudah tidak ada. Hal ini karena yang terpenting adalah anak yang baru lahir diakikahi, baik diakikahi oleh ayahnya, ibunya, kakeknya, pamannya, atau bahkan diakikahi oleh orang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Syaukani dalam kitab Nailul Authar berikut;

 Penjelasan Imam Al Syaukuni soal Akikah© Bincang Syariah

 Sabda Nabi Saw; Hewan akikah disembelih pada hari ketujuh kelahirannya. Hadis ini menjadi dalil bahwa sah seseorang mengakikahi anak orang lain, sebagaimana sah pula kerabat mengakikahi kerabat yang lain, dan seseorang mengakikahi dirinya sendiri.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Usahakan untuk Akikah Buah Hati, Ketahui 5 Keutamaannya

Dream - Mendapat anugerah berupa keturunan merupakan hal yang patut kita syukuri. Salah satu cara bersyukur pada Allah SWT, saat buah hati lahir ke dunia adalah melangsungkan akikah.

Akikah, seperti dikutip dari DalamIslam.com, memotong kambing dalam rangka mensyukuri kelahiran sang bayi yang dilakukan pada hari ketujuh dari kelahirannya. Hal ini sebagai pengamalan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.

Banyak hadits yang meriwayatkan tentang akikah. Salah satunya dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata:

Rasulullah saw bersabda “ anak yang baru lahir hendaknya diaqiqahi, alirkanlah darah (sembelihlah kambing) dan hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah rambutnya).” (H. R. Bukhori dalam shahihnya secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi).

Akikah memang bersifat sunnah. Sangat dianjurkan dilakukan oleh orangtua jika anaknya lahir ke dunia. Menyembelih satu kambing untuk perempuan dan menyembelih dua kambing untuk anak laki-laki.

Ada lima keutamaan melakukan akikah bagi anak dan orangtua. Apa saja?

4 dari 6 halaman

Mendapat pahala

Melaksanakan sunnah Rasul jadi salah satu cara menunjukkan kalau kita mencintai Nabi Muhammad dan mencintai Islam.

Mengapa demikian? Karena semua sumber dasar Islam ada pada Alquran dan sunnah. Melaksanakan sunnah, insyaallah mendapatkan pahala dan keberkahan, baik untuk orangtua maupun bayi yang diakikahkan.

5 dari 6 halaman

Menghilangkan kotoran dan penyakit

Akikah juga disertai dengan mencukur rambut bayi dengan niat menghilangkan kotoran dan penyakit. Niat baik ini sangat penting, berupa permohonan kepada Allah SWT agar anak dijauhkan dari penyakit berbahaya termasuk 'kotoran' yang bisa merusak hatinya.

Meningkatkan ibadah kepada Allah

Pada acara akikah biasanya disertai dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran, tahlil dan salawat. Termasuk pemberian tausiyah oleh ustaz atau ustazah. Hal ini membuat pelaksana akikah menjadi meningkatkan ibadahnya.

6 dari 6 halaman

Mendoakan sang bayi

Saat gelaran akikah tentunya disertai doa-doa untuk mendoakan bayi. Doa dari orangtua, saudara serta kerabat di awal kehidupan di dunia, diharapkan mampu mengantarkannya menjadi yang saleh dan salehan serta selalu mendapat lindungan dari Allah SWT.

Meningkatkan silahturahim

Dengan mengundang kerabat serta saudara ke rumah untuk membaca doa, tentunya akan meningkatkan silahturahim. Termasuk membagi daging akikah pada sesama muslim dapat meningkatkan rasa kedekatan dan persaudaraan.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id