Annisa Pohan Unggah Foto Bareng Sang Putri, Seperti Kakak Adik

Ibu Dan Anak | Kamis, 22 Juli 2021 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Almira sudah semakin besar dan tingginya sama dengan sang ibu.

Dream - Annisa Larasati Pohan, mantan model yang juga istri dari politisi Demokrat, Agus Yudhoyono baru saja mengunggah foto terbaru di akun Instagram pribadinya. Foto tersebut diambil saat momen Idul Adha lalu.

Annisa berpose bersama dengan ibu dan putri satu-satunya, Almira Yudhoyono. Mereka mengenakan gamis bernuansa etnik dengan model yang sama tapi wara yang berbeda. Aira, sapaan akrab sang putri, berdiri di tengah.

Usia Aira memang baru 12 tahun, tapi tingginya sudah sama dengan Annisa. Rambutnya pun dibiarkan lurus memanjang seperti sang ibu. Keduanya begitu mirip. Menurut warganet keduanya malah tampak seperti kakak beradik.

 Annisa Pohan
© Instagram Annisa Pohan

Instagram @annisayudhoyono

Seperti komentar @benxxx yang menulis " almira makin gede makin cantik ky mommy nyaa..." . Lalu ada lagi komentar dari @lilxxx " wah ini malah seperti kakak adik ya" .

Komentar lainnya datang dari @intxxx yaitu " Ya allah kk aira sdh sm kaya mama'a.. sehat sllu mba"

Annisa Pohan Unggah Foto Bareng Sang Putri, Seperti Kakak Adik
Annisa Pohan Bersama Ibu Dan Putrinya, Almira
2 dari 4 halaman

Ragukan Vaksin Sinovac untuk Usia 12-17, Annisa Pohan Disemprot Netizen

Dream - Annisa Pohan sedang dalam masa isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19. Untuk mengisi waktu selama isoman, istri Agus Harimurti Yudhoyono ini live di di akun Instagramnya @annisayudhoyono pada Minggu 4 Juli 2021 kemarin.

Saat Live Instagram tersebut, ibu satu anak ini mengungkap kalau ia meragukan vaksin Sinovac untuk anak usia 12-17. Hal tersebut lantaran Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum mendapat persetujuan dari WHO dan hanya Indonesia serta China yang menggunakan vaksin tersebut.

" Ini belum saya pelajarin kalau temen-temen tahu ada negara lain yang pakai sinovac untuk anak umur 12 tahun kasih tau ya. Saya gak mau tiba-tiba kita sendiri yang pakai Sinovac untuk anak umur 12 tahun, jangan sampai kita jadi lab percobaan, jangan sampai jadi kelinci percobaan untuk anak-anak umur 12 sampai 18 tahun," ungkap Annisa saat live di Instagram.

Keraguan Annisa terhadap vaksin Sinovac pada anak, rupanya memancing komentar kritis warganet. Ia pun membuat klarifikasi kalau keraguannya itu memiliki alasan.

" Tadi ada netizen bilang WHO sudah approve Sinovac untuk usia 12 tahun keatas ternyata itu SALAH. WHO BARU mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin yang aman untuk anak-anak usia 12 tahun keatas adalah baru vaksin Pfizer (cek Link di IG Story). Tadi ada netizen yg komen negara Hong Kong sudah kasih izin Vaksin Sinovac untuk usia 12-17 tahun, setelah saya cek , ternyata mereka kasih izin vaksin BionTech Pfizer utk grup usia tsb BUKAN SINOVAC," tulisnya.

Menurutnya untuk vaksin bagi anak-anak sebaiknya menggunakan Pfizer atau menunggu pernyataan WHO kalau vaksin Sinovac boleh untuk anak usia 12 tahun ke atas.

" Ini hanya pernyataan pribadi saya silahkan membuat keputusan masing-masing dengan mencari tau data dan konsul dengan dokter masing-masing ya. Karena penggunaan vaksin di di China saja baru awal Juni dibolehkan untuk anak-anak, dan di Indonesia baru akhir Juni dapat izin darurat dari BPOM masih terlalu dini untuk saya memutuskan vaksin utk anak saya. Saya mau lihat bagaimana dulu hasilnya setelah beberapa saat berjalan. Karena anak saya bukan kelinci percobaan," ungkapnya.

 

3 dari 4 halaman

Dikritik Dokter

Pendapat Annisa soal keraguannya pada vaksin Sinovac mendapat respons beragam dari warganet. Banyak yang mengkritiknya karena bisa membuat keraguan pada orangtua yang ingin memberikan vaksinasi Covid-19 pada anaknya. Komentar pun bermunculan.

Salah satunya dari tim juru bicara Satgas Covid-19 @reisabrotoasmoro, yang juga seorang dokter. Ia berkomentar " BPOM sudah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac 12-17 tahun. @bpom_ri silahkan di cek" .

Lalu ada juga dokter spesialis penyakit dalam @drningz yang memintanya lebih bijak dalam mengeluarkan pendapat. " Maaf mbak, kalo mbak belum tanya pada ahlinya sebaiknya jangan memberikan statement hanya berdasarkan opini dan kira2 karena ini berbahaya. Sejak kapan negara yg sudah memiliki independensi seperti BPOM membutuhkan EUA dari WHO untuk menyetujui obat/vaksin. Dan vaksin Sinovac ini juga sudah direkomendasikan IDAI.. Mungkin mbak bisa tanya langsung ke pihak IDAI atau BPOM daripada berspekulasi.. salam hormat,"  tulisnya

 

4 dari 4 halaman

Diminta Lebih Bijak Berpendapat

Komentar kritis lain datang dari @alvira.zulfa, yang berisi " Mohon maaf untuk poin no 4 sebaiknya yg ahli di bidangnya yg berbicara. Gelombang pertama vaksin di Indonesia pakai sinovac wkt itu WHO jg blm merekomendasikan" .

Lalu @senja_makeup menulis " Untuk point ke 4 kak kenapa pemerintah mengumumkan kalau vaksin sinovac aman untuk anak usia 12-17 tahun.. Dan mereka menggelar vaksin massal untuk anak " .. Harusnya kalo udh d umumin oleh pemerintah itu yaa aman" Aja yaa... Jangan sampe rakyat jadi galau karena banyak pernyataan yang simpang siur" .

Join Dream.co.id