Anak Tengah Kerap Alami Masalah Psikologis, Mengapa?

Ibu Dan Anak | Minggu, 26 April 2020 10:34
Anak Tengah Kerap Alami Masalah Psikologis, Mengapa?

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak tengah cenderung merasa tak diperhatikan seperti kakak adiknya.

Dream - Siapa sangka kalau urutan lahir sangat berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang. Salah satu yang tak banyak diketahui adalah, kondisi mental anak tengah yang seringkali mengalami masalah.

Anak tengah cenderung merasa tak diperhatikan seperti kakak adiknya. Sang kakak yang merupakan anak pertama, mendapat perlakuan yang dewasa. Sementara adiknya yang paling kecil, mendapat hujanan perhatian dari seluruh anggota keluarga.

" Pada gilirannya, anak tengah sering merasa dikucilkan dan disalahpahami. Fenomena ini sering disebut sebagai “ sindrom anak tengah," kata Merry Wallace seorang terapis keluarga, seperti dikutip dari Parents.

Urutan kelahiran agak memengaruhi tipe kepribadian. Anak-anak tertua, misalnya, cenderung lebih dapat diandalkan dan teliti. Mereka memiliki kepribadian dan kecenderungan perfeksionis. Ini mungkin karena orangtua saat mengasuh benar-benar mengikuti aturan dan tidak membagi perhatian.

Di sisi lain, orang tua bertindak paling santai dengan saudara bungsu, sehingga anak terakhir cenderung lebih menyenangkan dan tidak rumit. Kadang yang paling muda ini kerap bertindak egois, mencari perhatian, dan manipulatif.

 

2 dari 6 halaman

Lalu bagaimana dengan anak tengah?

Anak tengah kerap merasa kurang mendapat perhatian dan diabaikan. Keluhan seperti 'tidak ada yang mengerti saya atau mendengarkan apa yang saya katakan' atau " kakak laki-laki saya harus melakukan semua hal yang menyenangkan terlebih dahulu, dan semua orang mengasuh adik perempuan saya. Saya ditinggalkan'.

Untuk mengimbangi kurangnya perhatian, anak tengah biasanya bertindak agak pemberontak. Perilaku mereka agak didasarkan pada kepribadian kakak mereka. Misalnya, jika saudara yang lebih tua terstruktur dan bertanggung jawab, anak tengah mungkin memberontak untuk menarik perhatian.

 

3 dari 6 halaman

Karakteristik Anak Tengah

" Anak-anak tengah kerap melakukan hal ekstrem untuk mendapatkan perhatian, mungkin itu sebabnya beberapa orang mewarnai rambut mereka menjadi ungu atau menjadi fanatik tentang kelompok bernyanyi tertentu — karena mereka membutuhkan identitas yang benar-benar memberontak," kata Wallace.

Selain it, anak tengah juga lebih ramah dan sopan, karena mereka harus sering berkompromi sepanjang hidup. Seringkali anak tengah tunduk pada keinginan tertua dan pasrah karena memenuhi kebutuhan adiknya.

" Anak tengah juga cenderung mencari lebih banyak hubungan di luar keluarga, mereka sering memiliki lingkaran sosial besar dan pertemanan erat," kata Michelle P. Maidenberg, Ph.D., seorang terapis anak dan keluarga.

 

4 dari 6 halaman

5 Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Saat Kakak Adik Bertengkar

Dream - Hubungan kakak beradik merupakan hubungan 'panas dingin'. Ada kalanya mereka begitu akrab tapi di lain hari hubungan bisa menjadi sangat sengit.

Pemicunya bisa karena hal kecil atau pun persaingan. Sebagai orangtua, kita kerap kali bingung dengan situasi ini. Tentunya kita ingin si kakak dan adiknya selalu akur.

Sayangnya, maksud hati melerai, kadang malah membuat pertengkaran semakin besar. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk 'mendinginkan' suasana. Apa saja?

Buat si kakak perhatian pada adiknya
Kerukunan kakak dengan adik kuncinya berada pada anak yang lebih tua. Saat dia bisa lebih mengalah atau memberi perhatian lebih, si adik lama-lama akan paham dan menurunkan tensinya sendiri. Orangtua bisa memancing munculnya sifat ini dengan membuat kakak membawakan kue untuk adiknya atau meminta si adik untuk sesekali mengalah kepada kakaknya.

 

5 dari 6 halaman

Jangan membandingkan di depan keduanya

Ini adalah salah satu kesalahan umum yang dilakukan orangtua. Membandingkan satu anak dengan anak lain. Maksudnya mungkin baik, untuk memberi teladan dari orang terdekat, dalam hal ini saudara kandungnya. Namun maksud ini seringkali ditangkap sebagai bentuk keberpihakan orang tua pada salah satu anak saja. Hal ini justru akan membuat hubungan keduanya semakin panas.

 

6 dari 6 halaman

Jangan ikut di perdebatan keduanya

Saat anak sedang berdebat, orangtua sebaiknya menjauh atau mengawasi saja. Turut serta dalam perdebatan mereka kadang akan membuatnya semakin runyam.

Biarkan mereka berusaha menyelesaikan masalah berdua. Masuklah dalam perdebatan saat mereka berdua meminta bantuan atau saat perdebatan mulai bergerak ke arah yang kurang baik seperti mulai adu fisik.

Selengkapnya baca di Diadona.id

Join Dream.co.id