Anak Telat Bicara Bisa Berdampak Pada Psikologisnya

Ibu Dan Anak | Rabu, 24 November 2021 16:09

Reporter : Mutia Nugraheni

Perhatikan lebih detail kemampuan bicara anak, terutama di usia balita.

Dream - Beberapa anak mengalami masalah speech delay atau keterlambatan bicara yang tak disadari orangtua. Biasanya hal ini baru diketahui kemudian, ketika anak kerap mengamuk karena tak bisa menyampaikan keinginannya dengan baik melalui kata-kata.

Sejak lahir, bayi bereaksi terhadap suara. Di usia 3-4 bulan bisa senyum sosial, di usia 4-7 bulan bereaksi terhadap suara (tersenyum, teriak, mengoceh), di usia 8-9 bulan mengerti larangan tidak boleh melalui gestur atau ekspresi wajah wajah ayah /ibunya, di usia 14 bulan bayi mengerti tanpa mimik atau gesture dan di usia 17 bulan dapat menunjuk 5 bagian wajah atau tubuh yang ditanyakan.

Perkembangan bicara anak terdiri atas bicara reseptif dan bicara ekspresif. Reseptif artinya anak mengerti bahwa orang lain mengajaknya berkomunikasi. Ekspresif artinya anak menyatakan pikiran dan pendapatnya dari bentuk yang sederhana sampai yang kompleks.

Baby Happy, popok bayi sekali pakai andalan Wings Care, beberapa waktu lalu menggelar webinar “ Kupas Tuntas Tahapan Perkembangan Bicara Anak & Solusi Atasi Speech Delay”. Salah satu narasumber, dr. Dini Adityarini, spesialis anak dari RSIA Kendangsari MERR Surabaya., menjelaskan sangat penting untuk memantau kemampuan bicara anak.

“ Pantau tanda waspada pada setiap fase perkembangan bicara anak. Secara umum pada usia berapap un, bawalah anak ke dokter jika ia menunjukkan kemunduran dalam kemampuan berbicara atau kemampuan sosialnya,” ujar dr. Dini.

Kenali tanda-tanda adanya gangguan pada tahapan bicara anak. Waspadai jika bayi usia 0-6 bulan tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang, dan tidak ada babbling (mengeluarkan suara).

Lalu, pada usia bayi 12 bulan jika bayi tidak menunjuk dengan jari dan ekspresi wajah kurang. Pada usia bayi 16 bulan jika tidak ada kata yang berarti. Dan jika tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan.

 

Anak Telat Bicara Bisa Berdampak Pada Psikologisnya
Telat Bicara/ Foto: Shuttterstock
2 dari 2 halaman

Masalah Psikologis

Anak yang terlambat bicara dan tak mendapat stimulasi serta penanganan tepat bisa mengalami masalah tumbuh kembang yang kompleks. Bukan hanya bisa bermasalah pada kemampuan kognitifnya, tapi juga psikologis.

Saskhya Aulia Prima, Psikolog Anak & Remaja, Co-Founder Tiga Generasi menjelaskan bahwa ada beberapa dampak yang dirasakan oleh anak speech delay, yaitu mereka lebih sulit mengelola perasaan karena sulit berekspresi, lebih tinggi kemungkinan menarik diri dari lingkungan sosial, kurang percaya diri, dan lebih sulit berkonsentrasi.

“ Bagi beberapa yang mengalami speech delay memang seringkali mengalami tantangan di area manajemen emosi, kepercayaan diri, dan pergaulan sosial. Walaupun begitu kunci dari kemajuan perkembangan berbicara anak adalah konsistensi pemberian stimulasi dari orangtua yang jumlah waktu bersama anak tentunya lebih banyak dibandingkan dengan terapis wicara," ujar Saskhya.

Ia juga menekankan besarnya peran ayah dalam perkembangan bicara anak Hal ini terjadi karena stimulasi kegiatan fisik aktif yang mengasah banyak area otak anak biasanya lebih sering dilakukan Ayah.

" Oleh sebab itu sangat perlu Ayah sering-sering bermain sambil mengajak anak mengobrol untuk meningkatkan kemampuan bicaranya," ujar Saskhya.

 Baby Happy© Baby Happy

Menutup webinar ini, Julie Widayawati selaku Marketing Manager Baby Happy (Wings Group Indonesia) menyampaikan dukungan Baby Happy terhadap seluruh keluarga Indonesia khususnya pada anak-anak. " Menjadi orang tua harus memiliki ilmu, tetapi tidak ada sekolahnya, kami berharap kehadiran Baby Happy dengan bantuan dan edukasi ini dapat membantu orangtua dalam menjalani peran sehari-hari, memberikan insight dari para pakar sehingga anak mereka dapat tumbuh kembang sehat dan optimal," ungkapnya.

Join Dream.co.id