Anak Tantrum Jangan Dihukum, Lebih Baik Lakukan Ini

Ibu Dan Anak | Jumat, 23 Juli 2021 14:03

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Segala ucapan Ibu akan direkam oleh otak anak yang akan mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Dream - Semua ibu pasti pernah mengalami stres dalam menjalankan peran dan tanggung jawabmengurus anak. Terutama saat anak tantrum dan tidak berhenti menangis, bahkan hingga melempar semua mainannya.

Pada kondisi ini rasa emosi Ibu kepada anak kerap kali muncul. Tapi jangan marah dulu Sahabat Dream, segala ucapan Ibu akan direkam oleh otak anak dan bisa saja menyakiti hatinya. Agar hal itu tidak terjadi, yuk coba kelola emosi dengan beberapa tips berikut ini.

1. Beri Pemahaman Pada Diri Sendiri

Saat emosi naik, coba Ibu beri pemahaman ke diri sendiri dan langsung sadari bahwa marah hingga membentak di depan anak bukanlah hal yang baik.

 Psikolog
© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Jika emosi coba berhenti dan sadari. Lalu beri respon anak dengan penuh intensi. Jangan sampai marah terus menyesal setelah marah karena emosi,” kata Fathya Artha Utami, Psikolog Anak dalam konferensi virtual Tokopedia Hari Anak Nasional ‘Orangtua Bahagia Kunci Kesehatan Mental Anak’, 22 Juli 2021.

Pilih respons dengan penuh kesadaran menjadi hal yang penting seperti memberitahu anak secara baik-baik.

Anak Tantrum Jangan Dihukum, Lebih Baik Lakukan Ini
Anak Tantrum
2 dari 5 halaman

2. Kendalikan Emosi

Cara cepat mengendalikan emosi dengan mengatur napas, minum dan mengambil jeda untuk mengenali perasaan yang ada. Orangtua bisa mengkomunikasikan emosi di masa pandemi dengan jujur kepada anak secara baik-baik.

 Shutterstock
© Shutterstock

“ Misal emosi yang dirasakan orangtua kalau khawatir boleh banget disampaikan ke anak dengan cara yang lembut dan ajak pelukan, cek emosi secara regular dengan berkomunikasi dengan anak,” ujar Fathya.

3 dari 5 halaman

3. Jangan Hukum Anak

Menghukum anak kerap kali dilakukan orangtua agar anak jera. Padahal hal ini malah menghilangkan momen buah hati untuk menjelaskan alasan mereka melakukan itu.

Jalan terbaik adalah berkomunikasi dengan anak untuk mengekspresikan perasaan mereka.

“ Sebaiknya kita bilang kenapa kamu kok lempar-lempar mainan, kamu marah ya? Dan kita bantu mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka dan cara lain yang lebih baik," kata Fatya.

4 dari 5 halaman

4. Atur Jadwal Bersama Anak

Ibu atau ayah yang bekerja tanpa struktur lebih rentan stres dan emosi. Aturlah pola kerja di kantor, mengurus pekerjaan rumah dan bermain dengan anak. Jangan lupakan kontribusi anak saat membuat jadwal agar si Kecil dapat mengerti.

 Shutterstock
© Shutterstock

“ Dengan buat rutinitas bersama, anak bisa mengerti jam berapa dia main sama mama, main sama papa, dan mengerti bahwa dia harus main di kamar sendiri dulu saat mama meeting,” jelas Fatya.

5 dari 5 halaman

5. Ibu Perlu Me Time

Meditasi atau perawatan dengan masker wajah bisa menjadi kegiatan yang meredakan emosi. Mencium aroma wewangian juga bisa Ibu lakukan. Karena beberapa aroma dapat mengubah mood menjadi lebih baik lagi.

 Tokopedia
© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Gunakan oil yang membuat pikiran tenang seperti lavender, chamomile, minyak kenanga dan aroma-aroma tenang lainnya, hal ini akan memperbaiki mood," ujar Ria Templer, founder Utama Spice, produk skincare dan perawatan yang berbasis di Ubud, Bali, pada kesempatan yang sama.

Join Dream.co.id