Anak Tak Bisa Lepas dari Selimut atau Boneka Lusuh, Mengapa?

Ibu Dan Anak | Kamis, 30 Juli 2020 14:04
Anak Tak Bisa Lepas dari Selimut atau Boneka Lusuh, Mengapa?

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan panik dulu, ketahui alasannya.

Dream - Apakah si kecil selalu membawa boneka atau selimut yang sudah lusuh ke mana pun? Bahkan saat ia pergi keluar rumah, boneka atau selimut tersebut selalu digenggamnya.

Saat hilang atau lupa tak terbawa anak bisa menangis, rewel bahkan histeris. Hal ini mungkin memunculkan kekhawatiran orangtua, bagaimana nanti jadi bahan ledekan? Apakah anak kurang percaya diri jika tak ada barang tersebut?

Penelitian menunjukkan bahwa selimut, boneka atau barang lusuh yang selalu menemani anak sebenarnya adalah hal yang baik. Ternyata, barang tersebut bisa jadi alat untuk meningkatkan tingkat kepercayaan diri anak dan membuatnya lebih berdaya.

 

2 dari 6 halaman

Simak Alasannya

Mengapa? Mainan atau barang lusus adalah rasa aman bagi anak-anak. Cara untuk membantu anak tetap tenang meskipun tak ada orangtua atau pengasuhnya di dekatnya. Barang tersebut juga membantu anak meluapkan emosinya dan berada di masa transisi ketika haru sendirian.

Barang tersebut seperti roda pelatihan pertama untuk mengatakan pada diri anak kalau 'kamu baik-baik saja'. Dengan rasa aman bawaan, anak-anak merasa cukup aman untuk mengambil risiko kecil, mengeksplorasi, dan bermain-main dengan semangat.

Jadi, tak perlu panik dengan hal tersebut. Nantinya, seiring pertumbuhan usia, kematangan emosi, anak akan bisa mengatasi emosi dan ketakutannya sendiri tanpa bantuan benda tersebut.

Sumber: PreSchool Inspiration

3 dari 6 halaman

Coba Trik Agar Anak Main Sendiri Saat Orangtua Sibuk Kerja di Rumah

Dream- Balita cenderung menempel pada ibu atau orang yang dekat dengannya. Tentu saja hal ini menyita banyak waktu. Rasanya tidak tega saat anak memegangi tangan kita atau bergelayut di kaki ketika kita akan bekerja. 

Apalagi saat ini sedang diterapkan kebijakan bekerja dari rumah. Tentunya bagi ayah dan ibu yang bekerja hal ini akan sangat sulit, terutama jika pengasuh tak bisa terus mengawasi.

Penting untuk melatih si kecil lebih mandiri. Terutama di masa-masa seperti sekarang. Buatlah anak sibuk sendiri dengan permainannya.

Lama-kelamaan, ia akan menikmati momen bermain sendiri. Bagaimana caranya? Berikut adalah trik-trik yang bisa dilakukan.

4 dari 6 halaman

1. Mulai Secara Bertahap

Pamit kepada anak ketika kita akan meninggalkan mereka selama beberapa menit (katakanlah, untuk mencuci piring), tetapi jangan pergi terlalu jauh, dan pastikan kita kembali ketika menyelesaikannya.

Menurut Direktur Kesehatan Mental Bayi di Rumah Sakit Anak Toronto, Kanada, yakni Chaya Kulkarni, seiring berjalannya waktu, cara itu akan membiasakan untuk bermain tanpa ditemani orangtuanya.

Jangan pernah sekalipun orangtua menyelinap pergi Ketika anak tidak melihatnya atau tanpa pamit, karena hanya akan membuat mereka khawatir dan hanya meningkatkan permintaan anak akan perhatian orangtuanya.

5 dari 6 halaman

2. Buat Anak Antusias dengan Mainannya

Menurut para psikolog anak, semakin banyak mainan yang dilihatnya, akan membuatnya semakin sulit untuk fokus dan bermain sendiri. Akibatnya, ia akan meminta perhatian orangtua untuk memilihkan mainan dan bermain bersamanya.

Maka dari itulah, coba batasi mainan balita hingga tidak terlalu banyak jumlahnya. Tidak harus membuang mainannya, sembunyikan saja sampai ia bosan dengan mainan yang ada. Dengan begitu ia tidak akan mudah merasa bosan, dan sangat antusias ketika kita berikan mainan lainnya. Dengan begitu anak dapat fokus bermain dengan mainan ‘baru’ yang kita berikan.

6 dari 6 halaman

3. Berikan Contoh Pada Anak

“ Untuk mendorong anak-anak menjadi mandiri dan bermain sendiri, orangtua perlu mencontohkan perilaku itu untuk mereka,” kata Jane Hewes, profesor program Pembelajaran Awal dan Perawatan Anak di Mac Ewan University di Edmonton, Kanda.

Orangtua disarankan sering membaca buku di samping anak mereka. " Ada manfaat besar jika melakukan kegiatan serupa di samping mereka," kata Hewes. " Mereka menyaksikan apa yang orangtuanya lakukan dan meniru perilaku mereka. Mereka ingin seperti kamu,” tambahnya.

 

Join Dream.co.id