Anak Masih Sekolah Online, Pastikan Tidak Lakukan Ini

Ibu Dan Anak | Kamis, 19 Agustus 2021 10:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Demi pembelajaran yang lebih efektif.

Dream - Hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi. Kebijakan PPKM kembali diperpanjang dan sekolah belum dibuka untuk tatap muka. Hal ini demi kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Belajar secara online memang tidak mudah. Baik bagi anak-anak, orangtua yang mendampingi, serta guru di sekolah. Sebisa mungkin dengan keterbatasan yang ada, penting bagi orangtua untuk memaksimalkan belajar online.

Bagaimana caranya? Pastikan anak tidak melakukan hal berikut

Belajar di tempat tidur
Saat anak sedang tak bersemangat, mungkin ia akan membawa laptop atau tablet ke tempat tidur. Anak mendengarkan guru sambil berbaring. Hal ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Terutama dalam hal kesehatan otot dan tulangnya.

" Ketika duduk di tempat tidur membungkuk di atas layar komputer, seluruh tulang belakang melengkung ke depan dengan berat tubuh bagian atas dan kepala terus-menerus ditarik ke bawah," kata Kaliq Chang, M.D., spesialis manajemen nyeri di Atlantic Spine Center.

Hal ini menyebabkan tulang belakang duduk dalam posisi yang tidak wajar. Bisa menimbulkan rasa nyeri hingga sakit kepala. Dalam kondisi ini anak akan kehilangan konsentrasi.

 

Anak Masih Sekolah Online, Pastikan Tidak Lakukan Ini
Belajar Online
2 dari 7 halaman

Hindari Juga Hal Ini

Mengenakan piyama dan tak mandi
Wajar jika belajar dari rumah aturan pakaian lebih " longgar" tapi jangan sampai anak sekolah masih dengan piyama tidurnya. Buat rutinitas, agar anak tahu batasannya.

" Menjaga rutinitas yang membuat batasan antara waktu sekolah dan waktu non-sekolah sangat penting," kata Rachel Busman, Psy.D., dari Child Mind Institute.

Bersiap-siap sebelum sekolah termasuk bangun pada waktu yang sama setiap pagi dan mengganti piyama, adalah sinyal ke otak dan tubuh bahwa sudah waktunya untuk bekerja.

Melewatkan jadwal makan
Setelah bangun dan bersiap, anak seringkali langsun online tanpa sarapan. Saat pembelajaran dimulai, mereka merasa pusing karena belum makan. Akhirnya makan terburu-buru di sela istirahat.

Kebiasaan ini sangat tidak baik. Jadi pastikan sebelum anak belajar, sarapan lebih dulu. Tetap buat jadwal makan yang teratur, karena jika asupan nutrisi terpenuhi konsentrasinya jadi lebih baik.

 

 

3 dari 7 halaman

Anak Lama Pakai Headphone untuk Sekolah Online, Berbahayakah?

Dream - Headphone atau earphone jadi barang elektronik yang kerap digunakan saat sekolah online. Dengan menggunakannya anak memang bisa jelas mendengar penjelasan guru melalui zoom atau video pembelajaran.

Belum lagi menikmati hiburan lain seperti saat main game atau menonton tayangan favorit mereka di gadget. Sebagai orangtua kita pastinya khawatir jika anak setiap hari menggunakan headphone atau earphone dalam jangka waktu lama setiap hari.

" Bahayanya adalah mendengarkan sesuatu yang sangat keras untuk waktu yang lama. Anda perlu membatasi volume dan durasinya," kata Susan Scollie, Director National Centre for Audiology di Western University, Kanada, dikutip dari Todays Parent.

Gangguan pendengaran akibat kebisingan bersifat kumulatif. Jika anak sering terpapar suara keras dalam waktu lama, mereka berisiko mengalami kerusakan permanen. Headphone sebenarnya tidak secara khusus lebih berbahaya dibandingkan dengan sumber kebisingan lainnya namun dapat menjadi kendaraan untuk paparan kebisingan yang berbahaya jika digunakan secara tidak benar.

 

4 dari 7 halaman

Perhatikan Volume dan Durasi

Sebagian besar data tentang gangguan pendengaran jangka panjang berasal dari studi tentang paparan tempat kerja orang dewasa terhadap kebisingan. Delapan jam paparan suara pada 85 desibel (dB), yang setara dengan kebisingan di restoran yang ramai atau lalu lintas yang padat, dianggap berbahaya.

Jika anak mendengarkan film, musik, atau video game pada 85 dB atau lebih tinggi untuk jangka waktu tersebut sekaligus atau secara kumulatif sepanjang hari, mereka bisa berisiko mengalami masalah pendengaran. Volume adalah faktor kunci.

Anak-anak di bawah usia 5 tahun memiliki saluran telinga yang lebih pendek daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, yang memperkuat suara. Penting untuk ewaspada lebih ekstra terutama paparan suara yang keras pada bayi, balita dan anak-anak prasekolah.

5 dari 7 halaman

Penting Dilakukan Orangtua

Orangtua memiliki beberapa opsi untuk membantu menghindari kerusakan pendengaran pada anak-anak mereka, dan kuncinya adalah membatasi volume dan lamanya waktu yang dihabiskan anak-anak menggunakan earphone.

" Banyak perangkat memiliki pengaturan yang memungkinkan kita mengontrol output volume maksimum. Bisa juga menggunakan headphone pembatas volume yang membatasi keluaran suara yang mencapai telinga anak-anak, tidak peduli seberapa tinggi volume pada perangkat yang mereka gunakan," kata Scollie.

Anak-anak (dan orang dewasa) juga harus memberi waktu pada gendang telinga untuk beristirahat. Direkomendasikan rasio dua banding satu yaitu jika memakai headphone selama dua jam, luangkan waktu satu jam untuk telinga beristirahat.

6 dari 7 halaman

Anak Sekolah Online, Lakukan Ini Agar Matanya Tak Bermasalah

Dream – Pandemi covid-19 membuat semua kegiatan harus berjalan secara daring, tidak terkecuali dengan anak-anak. Mereka menjalani sekolah online, dan menatap layar laptop, PC atau tablet dalam waktu lama.

Belum lagi, anak-anak tak bisa keluar rumah dan bermain karena pandemi. Akhirnya mereka juga bermain gadget. Hal ini membuat anak-anak sangat berisiko mengalami masalah mata.

Mulai dari yang ringan seperti kering dan tegang karena terlalu lama menatap layar. Dalam jangka waktu panjang, anak-anak juga bisa mengalami minus atau rabun jauh.

Dikutip dari www.nichq.org, pada Mei 2020 lalu, durasi anak berusia 4-15 tahun menatap layar monitor, meningkat dua kali lipat. Untuk itu perlu peran orangtua agar durasi anak menatap layar jadi lebih terkontrol dan tak mengancam kesehatan matanya.

Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Terapkan Aturan 30 x 30 x 30
Setiap 30 menit, alihkan pandangan dari layar selama 30 detik dan berikan jarak sejauh 30 kaki. Teknik ini membantu menjaga mata tetap lembap dan mengatur ulang sistem fokus anak. Orangtua dapat mempraktikkan aturan ini dengan menyetel timer atau mengaktifkan pengaturan untuk mematikan layar setiap 30 menit sekali. Hal ini dapat membuat kelopak mata lebih rileks dan menjaga mata tetap bersih.

 

7 dari 7 halaman

Cahaya dan Kebersihan Mata

2. Jaga kebersihan mata
Menjaga keebrsihan mata berguna untuk menghindari penyakit iritasi mata dan mencegah peradangan pada kelompak mata. Disarankan untuk anak 10 tahun, membersihkan mata saat mandi agar mengangkat sel kulit pada permukaan kelopak mata. Mengompres dapat membantu kelenjar menghasilkan air mata yang lebih baik.

3. Cahaya yang cukup
Paparan cahaya terang dari layar secara perlahan dapat merusak retina mata anak. Jaga kecerahan layar dalam level normal, tak berlebihan. Layar yang terlalu cerah bisa menyebabkan ketegangan pada mata. Jangan biarkan anak-anak menatap perangkat digital di kegelapan

4. Berikan jeda
Berikan jeda untuk menatap layar. Baik untuk belajar, bermain atau hiburan lain yang membutuhkan aktivitas menatap layar. Terlalu lama melihat layar akan membuat anak merasa jenuh, pusing bahkan muntah.

Laporan Delfina Rahmadhani/ Sumber: nichq.org

Join Dream.co.id