Anak Hobi Coret Tembok, Begini Cara Mengakalinya!

Ibu Dan Anak | Selasa, 28 April 2020 10:04

Reporter : Reni Novita Sari

Biarkan si kecil mengekspolari bakatnya di dinding rumah!

Dream- Ketika anak sudah memegang pensil atau krayon, siap-siap tembok rumah jadi sasaran si kecil. Hal ini sangat lumrah terjadi, menginjak usia balita, anak seakan melihat tembok sebagai hamparan luas kanvas dan kertas untuk ia warnai dengan krayonnya.

Jika anak termasuk tipikal suka mencoret tembok, jangan khawatir. Ini adalah bagian dari kreativitasnya. Hal ini terjadi karena balita sedang dalam periode mengeksplorasi. 

Meskipun Sahabat Dream sudah memberikan kertas atau buku gambar, tampaknya si kecil lebih suka menggambar di dinding rumah.

Ketimbang membuat coretan-coretan di buku  gambar anak-anak umur 2-4 tahun tampaknya memang lebih suka membuat karya mereka di dinding rumah.

Hal tersebut terjadi karena menggambar di dinding memberi posisi yang lebih nyaman, karena memungkinkan kontrol tangan dan mata yang lebih baik. Dengan cara ini, menggambar menjadi jauh lebih menyenangkan bagi buah hati.

Mungkin oragngtua harus merelakan dinding rumah menjadi ekspresi kebebasan anak. Apalagi mengingat himbauan pemerintah untuk tinggal di rumah dalam jangka waktu yang cukup panjang, nampaknya memang tidak mudah. Anak belum sepenuhnya mengerti dan memahami kondisi pandemi corona yang sangat berbahaya. Hal ini bisa membuat anak merasa bosan.

Untuk itu, biarkanlah anak berkreasi dengan dinding rumah, namun berikan dia beberapa batasan. Berikut dilansir dari House Beautiful tips jika anak gemar menuangkan kreativitasnya di dinding rumah.

Anak Hobi Coret Tembok, Begini Cara Mengakalinya!
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Batasi Gambar Di Satu Area

Untuk tetap membiarkan anak menuangkan kreativitasnya, bisa mulai memberikan beberapa batasan. Salah satunya menyiapkan dinding kamar anak sendiri sebagai tempat untuk menggambar sepuasnya.  

Pilih area dinding yang tidak menjadi pusat perhatian saat masuk ke dalam rumah, misalnya dinding belakang rumah. Buatlah aturan agar dia hanya boleh mencoret di daerah tersebut. Hal ini dipercaya bisa mengurangi coretan pada dinding ruang tamu atau ruangan lainnya.

3 dari 4 halaman

Gali Kreativitas Anak

Jika sudah memberikan area khusus untuk anak menuangkan kreativitasnya, sebaiknya orangtua turut andil memberikan pendampingan. Pancing anak untuk berpikir kreativitas apa yang akan mereka ciptakan. Dengan hal ini anak akan lebih terarah. 

Sahabat Dream juga harus mengerti pentingnya mengajarkan anak tidak menggambar di dinding sejak awal agar mereka lebih bertanggung jawab. Cara paling ideal untuk dilakukan adalah dengan memperkenalkan media menggambar seperti buku gambar, kanvas dan sebagainya. 

4 dari 4 halaman

Arahkan Pada Permukaan yang Bisa Dibersihkan

Saat anak masih suka mencorat-coret tembok meskipun Sahabat Dream sudah mengakalinya dengan membelikan banyak kertas gambar, sediakan salah satu sisi dinding untuk dicoret balita.

Jika memungkinkan, gunakan cat dinding yang mudah dibersihkan dari noda, sehingga saat tembok sudah terlalu kotor, kamu bisa membersihkannya hanya dengan diusap dengan air. Sediakan pula krayon atau cat air yang mudah luntur sebagai alat lukis balita. 

Untuk mengajari anak bertanggungjawab, sebaiknya Sahabat Dream memperbolehkan anak melukis di dinding dengan catatan si anak harus membersihkannya ketika telah selesai.

Join Dream.co.id