Anak-anak Lebih Sering Menangis, Ini Alasan Sainsnya

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  25 Januari 2021 16:03

Air mata karena kondisi psikis bahkan memiliki susunan kimiawi yang berbeda.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Tangisan pada anak bisa jadi karena banyak hal. Mengantuk, lapar, kesal, lelah dan hal lain yang mereka tak bisa ungkapkan karena belum bisa berbicara. Secara alamiah, manusia termasuk mamalia.

Semua mamalia mengeluarkan air mata sepanjang waktu untuk memastikan mata tidak mengering dan sebagai respons terhadap iritasi. Tetapi air mata " psikis" — jenis yang dihasilkan sebagai bagian dari respons emosional yang menyebabkan tangisan — hanya untuk manusia.

Air mata karena kondisi psikis bahkan memiliki susunan kimiawi yang berbeda, yang meliputi leusin-enkefalin, endorfin dan 'pembunuh' rasa sakit alami. Oleh karena itu, ada istilah kalau menangis akan membuat perasaan jadi lebih baik.

Menangis dimulai di sistem limbik, yang merupakan bagian dari otak kita yang mengelola emosi melalui sistem saraf otonom dan mengontrol respons yang tidak disengaja. Sistem itu terbagi menjadi dua bagian: simpatik, yang menghasilkan respons agresif; dan parasimpatis, yang membantu kita memproses emosi kita dan akhirnya beristirahat.

" Menangis sering kali dimulai sebagai bagian dari respons simpatik, seperti 'saya tidak bisa mendapatkan kue itu' atau 'saya ingin lebih banyak waktu nonron televisi', tetapi saluran air penuh hanya datang sebagai bagian dari respons parasimpatis,” kata Deborah MacNamara, seorang ahli ilmu perkembangan dan konselor klinis.

 

Selanjutnya : Menangis Berarti Penyembuhan
Viral, Artis dan Mantan Menteri Saling Tuding Insiden Nyerempet Mobil
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Ini Layanan Internet 5G Pertama di Indonesia
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :