Anak 8 Tahun Harusnya Bisa Cuci Baju Sendiri, Sudahkah Diajarkan?

Ibu Dan Anak | Selasa, 27 April 2021 16:03
Anak 8 Tahun Harusnya Bisa Cuci Baju Sendiri, Sudahkah Diajarkan?

Reporter : Mutia Nugraheni

Beri contoh dan jangan sepelekan kemampuan anak.

Dream - Salah satu tonggak dalam kehidupan seorang anak adalah mempelajari tentang tanggung jawab. Ini dimulai dengan bertanggung jawab pada keselamatan, kesehatan dan barang-barangnya sendiri.

Saat masih balita, penting untuk mulai memberikan anak tanggung jawab. Seperti merapikan kembali mainannya atau membersihkan air yang ditumpahkannya. Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab anak tentu akan lebih besar lagi.

Bukan hanya urusan sekolah dan pendidikan, tapi juga urusan rumah tangga karena mereka merupakan anggota keluarga. Memberikan tugas rumah tangga dampaknya begitu besar bagi anak.

" Tugas rutin adalah cara terbaik untuk membesarkan anak-anak menjadi seorang pemecah masalah dengan karakter yang baik," kata Dr. Deborah Gilboa, seorang pakar perkembangan anak, dikutip dari Today.com.

Menurut Deborah, banyak ibu dan ayah saat ini percaya bahwa anak-anak mereka terlalu sibuk dengan pelajar sekolah untuk dibebani tugas-tugas rumah. Hal ini tak sepenuhnya tepat, karena anak harus dilatih membagi waktu atas nama tanggung jawab.

" Anak-anak ingin menjadi " anak besar" dan fase kemandirian yang mulai tumbuh ini adalah waktu yang tepat untuk mulai meminta mereka membantu tugas-tugas rumah tangga. Mulailah dari yang kecil-misalnya, coba biarkan dia memegang wadah saat kita menyapu," katanya.

 

2 dari 5 halaman

Tugas Rutin

Hal ini harus dimulai sedini mungkin, terutama ketika anak sudah mulai bisa mengerti saat diberi instruksi. Bisa dimulai saat anak berusia 4 tahun. Lalu ketika berusia 6-8 tahun, beri tugas yang rutin yang bisa dilakukannya satu kali seminggu.

" Anak ketika berusia 8 tahun sebaiknya sudah bisa mencuci bajunya sendiri. Ini merupakan 'modal' penting. Terutama jika di rumah menggunakan mesin cuci, tinggal memasukkan, menunggu dan menjemurnya. Anak 8 tahun sudah bisa melakukannya," kata Deborah.

Saat di usia tersebut anak sudah terbiasa dengan tanggung jawab rumah, baik anak lelaki maupun perempuan, saat remaja mereka cenderung sudah tahu kewajiban dan tanggung jawabnya. Orangtua harus rutin mencontohkan dan mengingatkan. Dibutuhkan kesabaran, karena memang butuh waktu membentuk kebiasaan.

" Kami tahu anak-anak perlu belajar, baik untuk mempelajari keterampilan tertentu dan bertanggung jawab pada kondisi rumah yang ditinggali bersama. Jangan sepelekan kemampuan anak, mereka sebenarnya bisa melakukannya, hanya perlu diberi kesempatan," ungkap Deborah.

3 dari 5 halaman

Mulai Ajarkan Tanggung Jawab Saat Anak Berusia Balita

Dream - Mendengar kata 'tanggung jawab' banyak yang beranggapan kalau hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Padahal, anak-anak juga bisa melakukan dan mengerti jika dicontohkan dan dilatih.

Tentunya tanggung jawab yang dilakukan anak bukanlah hal berat. Tapi yang memang disesuaikan dengan usianya. Misalnya pada anak 3 tahun sudah bisa menaruh pakaian kotornya di tempatnya atau menaruh piring dan gelas plastik kotor di bak cuci piring.

Bagaimana caranya membuat buah hati terbiasa dengan tanggung jawab? Coba terapkan empat hal ini.

1. Mulai dari balita
Setelah anak-anak cukup memahami perkataan orangtuanya, mulailah sedini mungkin mengajarkan tanggung jawab. Minta anak untuk mengambil pakaian sendiri dari tumpukan baju. Berantakan memang, tapi ia akan terbiasa. Setelah itu ajarkan untuk menaruh pakaian kotornya di tempat yang sudah disediakan. Anak pun akan terbiasa mengurus dirinya dan bertanggung jawab pada kebutuhannya sendiri.

2. Konsekuensi
Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Misalnya ketika anak berlarian dan menumpahkan minuman, jangan memarahinya. Minta anak untuk segera mengampil pel dan membersihkannya. Dia harus tahu setiap melakukan kesalahan berarti harus diperbaiki. Bertanggung jawab!.

3. Pujian
Selalu berikan pujian pada anak-anak atas hal yang mereka lakukan dengan baik. Anak-anak cenderung lebih menanggapi kata-kata dan tindakan yang baik dari orangtuanya. Jadi setiap ia mulai melakukan hal-hal penuh tanggung jawab, jangan lupa untuk memberikannya pujian.

4. Tugas ringan
Berikan tugas rumah tangga yang rutin tapi sesuai untuk usianya. Misalnya membuang sampah ke luar, menyalakan lampu saat sore hari, atau tugas lain yang tak memberatkannya. Biarkan tugas itu menjadi tanggung jawab anak.

Laporan Qonita Lutfia

Sumber: All Things Mama

 

4 dari 5 halaman

Anak Usia di Bawah 3 Tahun Sangat Suka Menggigit, Ini Sebabnya

Dream - Anak usia 6 bulan hingga 3 tahun masih dalam tahap fase oral. Dalam fase oral, terjadi perkembangan otot daerah mulut dan pencernaan yang berpengaruh pada perkembangan lainnya seperti berbicara dan makan.

Saat dalam fase oral, bayi suka menggigit dan memasukkan apapun ke mulutnya. Menggigit merupakan respons normal yang menjadi bagian dari perkembangan anak-anak, terutama batita (anak usia di bawah 3 tahun). Menurut statistik, lebih banyak anak laki-laki yang menggigit daripada anak perempuan.

Dikutip dar KlikDokter, kebiasaan anak suka menggigit terutama dalam rentang usia 12 hingga 36 bulan, bisa karena mereka belum dapat berkomunikasi dengan baik dengan bahasa. Oleh karena itu, terkadang anak memilih metode gigitan sebagai suatu bentuk komunikasi.

Selain itu, ada beberapa penyebab anak suka menggigit yang perlu diketahui orangtua. Berikut penyebabnya.

Sedang Tumbuh Gigi
Salah satu alasan mengapa anak menggigit adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami ketika tumbuh gigi. Anak usia batita sedang berada dalam fase oral. Dengan kata lain, mereka sangat senang mengeksplorasi dunia dengan menggunakan mulut, salah satunya dengan menggigit benda yang menarik perhatiannya.

 

5 dari 5 halaman

Penasaran hingga Menunjukkan Ekspresi

Penasaran atau Ingin Tahu
Anak-anak adalah pribadi yang sangat ingin tahu akan segala sesuatu. Mereka ingin sekali mengetahui bagaimana reaksi yang akan timbul ketika menggigit seseorang baik orang tua maupun temannya.

Mencari Perhatian
Menggigit adalah salah satu cara anak mencari perhatian orang-orang di sekitarnya. Ketika ia merasa diabaikan, salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan kembali perhatian orang adalah dengan menggigit.

Menunjukkan Ekspresi Kesal atau Marah
Sering kali menggigit orang lain menjadi bentuk luapan emosi si Kecil. Biasanya ini menunjukkan rasa kesal, marah, merasa diabaikan, atau keinginannya tak terpenuhi.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id