Ajaran Islam untuk Membentuk Karakter Ikhlas Pada Anak

Ibu Dan Anak | Sabtu, 19 Juni 2021 10:40

Reporter : Mutia Nugraheni

Orangtua berperan besar dalam mendidik karakter ikhlas pada anak.

Dream - Ikhlas tak bisa dibentuk dalam satu malam. Terutama dalam hal menjalani tuntunan Rasulullah SAW dalam mengikuti perintah Allah SWT. Sebagai orang dewasa, kita kadang sangat sulit untuk mencapai keikhlasan dan ternyata memang harus dilatih sejak dini.

Orangtua berperan besar dalam mendidik karakter ikhlas pada anak. Butuh kesungguhan, latihan, dan diterangkan terus menerus agar anak ikhlas dalam menuntut ilmu dan juga ikhlas dalam beribadah.

Dikutip dari BincangMuslimah.com, Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah (wafat 733H) dalam karyanya Tadzkiratul As-Sami’ wa al-mutakalim fi Adab al ‘Alim wa al-Mutakallim, menjelaskan bahwasanya ikhlas dalam permulaan menuntut ilmu bagi anak-anak tidak boleh menjadi syarat.

Jika demikian, mungkin anak-anak bahkan para pemula yang beranjak dewasa tidak akan mendapat kesempatan belajar agama. Akan ada banyak orang yang buta terhadap ilmu agama jika ikhlas menjadi syarat utama untuk diterimanya seorang untuk memulai belajar memahami ilmu. Sebab banyak di antara mereka yang kesulitan untuk memulai dengan ikhlas.

 

Ajaran Islam untuk Membentuk Karakter Ikhlas Pada Anak
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Dilakukan Bertahap

Terkadang anak-anak belum memahami hakikat ikhlas. Mereka belajar bisa jadi karena diperintahkan orang tua, pengaruh teman, atau sekolah dan belajar agama karena memang di lingkungannya hal ini menjadi kebiasaan dan tradisi.

Orang tua dan pendidik hendaknya terus memotivasinya agar niatnya ikhlas untuk mencari ridho dan pahala dari Allah SWT. Terus menerus tanpa bosan memberi semangat dan secara bertahap diberi pengertian bahwa semua amalan harus lurus niatnya untuk mencari keridhaan-Nya.

Kisahkan pula hadis yang agung Rasulullah SAW tentang tujuannya belajar ilmu agama. Tentu dengan bahasa dan penjelasan yang mudah dipahami anak, dengan ungkapan santun lagi lembut sehingga anak mudah memahaminya dengan izin Allah Swt. Rasulullah dalam hadisnya bersabda:

 Hadis Ikhlas
© Bincang Muslimah

" Dan seorang laki-laki yang belajar dan mengajarkan ilmu serta membaca Al-Qur’an, lalu ia didatangkan dan Allah mengingatkan ni’mat-ni’mat-Nya (kepadanya) dan dia pun mengenalnya. Allah berfirman, “ apa yang kamu lakukan padanya?” ia berkata, “ saya belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an demi Engkau”. Allah berfirman, “ kamu berdusta, akan tetapi engkau belajar ilmu supaya dikatakan alim, dan engkau membaca Al Qur’an supaya dikatakan qari dan itu telah dikatakan”. Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan kedalam api neraka…” (HR. Muslim, Ahmad, At-Turmudzi).

Perkara mengikhlaskan ilmu dan amal hanya untuk Allah, harus selalu dikokohkan seiring dengan bertambahnya kematangan psikologis serta spiritual anak. penjelasan selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Islam Ingatkan Orangtua Agar Tak Menyesal dengan Perilaku Anak

Dream - Doa anak yang saleh dan saleha menjadi amalan yang tidak akan putus meskipun orangtua telah meninggal dunia. Sahabat Dream pasti sudah sering mendengar hadist tersebut.

Kehadiran anak dalam keluarga memang begitu bermakna, bisa jadi penolong orangtuanya di akhirat. Sebaliknya, anak juga bisa memicu penyesalan bagi orangtua karena salah dalam mendidik dan mengasuh. Anak bisa menjadi musuh bahkan petaka bagi orangtua.

Allah mengingatkan kepada orang-orang yang beriman dalam firman-Nya, di surah At-Taghabun ayat 14-15:

 surah At-Taghabun ayat 14-15
© Nu Online

Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara isteri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar" .

 

4 dari 6 halaman

Tanggung jawab orangtua

Dikutip dari NU Online, Islam memerintahkan pemeluknya untuk menjaga tak hanya dirinya sendiri tapi juga keluarganya dari berbagai hal buruk yang dapat menjerumuskan pada kerugian di dunia, lebih-lebih kerugian di akhirat. Hal ini tertulis di Al Qur’an surah At Tahrim ayat 6:

 At Tahrim
© Nu Online

Artinya: " Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" .

Salah satu instrumen penting dalam menjaga anak dari mudarat-mudarat tersebut adalah melalui pendidikan. Prosesnya dilakukan bisa sejak anak masih bayi. Secara garis besar, pendidikan untuk sang buah hati meliputi hal-hal sebagai berikut:

 

5 dari 6 halaman

Pendidikan aqidah

Pendidikan aqidah pertama kali melalui lantunan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri ketika anak dilahirkan. Jika dirinci setidaknya terdapat 26 kalimat sebagai bentuk pendidikan aqidah, yaitu:

a. 10 kalimat takbir
b. 3 kalimat syahadat tauhid
c. 3 kalimat syahadat rasul
d. 3 seruan shalat
e. 3 seruan meraih kebahagiaan yang haqiqi
f. 2 pernyataan ditegakkannya solat
g. 2 kalimat tahlil

 

 

6 dari 6 halaman

Pendidikan Ibadah dan Akhlak

Pendidikan Ibadah
Sebagaimana masuk dalam 26 kalimat tersebut di atas terdapat 3 kalimat seruan untuk melaksanakan shalat. Ini menunjukkan pentingnya solat sebagai bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Sebagai muslim minimal 5 kali sehari semalam menjalankan solat

Pendidikan akhlak
Pendidikan akhlak pertama kali dikenalkan orang tua melalui ibadah sunnah aqiqah. Sesuai dengan hadits Rasulullah: “ Bahwa setiap anak tergadai dengan akikah yang disembelih pada hari ke tujuh kelahiran anak.” (HR. Ahmad). Dengan akikah diharapkan seorang anak akan memberikan pertolongan kepada orangtuanya kelak di hari kiamat.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id