6 Cara Mengajarkan Anak Menabung, Kuncinya Komunikasi!

Ibu Dan Anak | Kamis, 25 Juli 2019 10:05

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Mengajarkan anak untuk menabung sejak kecil itu penting, lho!

Dream - Mengatur keuangan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Uang menjadi sumber perputaran, mulai dari memenuhi kebutuhan yang sangat pokok hingga untuk kebutuhan prestise.

Mengajari anak tentang keuangan akan sangat penting dalam menentukan masa depan anak. Bagaimana mengelola keuangan pribadi, dan mengenal apa kebutuhan yang penting, menjadi pelajaran penting tentang keuangan bagi anak.

Salah satu pelajaran keuangan yang tidak boleh dilupakan adalah tentang menabung. Mengajari anak untuk menabung sejak kecil, akan membuat anak jauh lebih matang dalam mengatur keuangan mereka ketika dewasa.

Seperti yang apa yang dituliskan Windgate Wealth Management dalam artikelnya, “ Menabung merupakan aspek terpenting dalam membangun keuangan yang sehat dan menjadi dasar dalam keuangan.”

Ada banyak cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengajari anak tentang cara menabung, seperti 6 cara mengajari anak menabung berikut ini:

6 Cara Mengajarkan Anak Menabung, Kuncinya Komunikasi!
�© 2019 Https://www.dream.co.id
2 dari 7 halaman

Mulai dari Celengan

Cara mengajari anak untuk menabung, bisa dimulai dari usia 4-5 tahun, di mana anak sudah memahami fungsi uang sebagai alat tukar yang sah dan selalu digunakan sehari-hari. Mulailah dengan mengajari anak menabung dengan celengan.

Beri penjelasan ringan tentang pentingnya menabung, dan belikan celengan dengan karakter yang mereka sukai  Ajak mereka untuk memasukan uang ke dalam celengan secara rutin, sampai tidak ada ruang lagi dalam celengan tersebut.

Anak akan melihat celengan semakin lama semakin terisi banyak. Beri pengertian untuk menyimpan celengan tersebut sampai anak benar-benar membutuhkan uang untuk keperluan.

3 dari 7 halaman

Membuka Rekening Bank Anak

Cara mengajar anak untuk menabung selanjutnya ialah mengajak anak ke bank, setelah uang dalam celengannya penuh. Buatkan rekening bank khusus anak, dan masukkan seluruh uang dalam celengan anak ke rekening bank-nya.

Jelaskan secara sederhana kinerja bank, dan bagaimana anak harus terus menabung. Membuat rekening bank untuk anak, sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak anak lahir, yang berfungsi sebagai tabungan pendidikan.

Namun, bagi anak yang baru belajar menabung, buatkan akun rekening sendiri khusus untuk anak. Mulai buatkan akun rekening anak sejak usia 5-6 tahun, saat anak mulai memahami fungsi bank, walau baru sedikit.

Jangan lupa ingatkan anak untuk selalu menabung dalam celengan, dan menyetorkannya ke bank secara berkala. Berdasarkan Windgate Wealth Management, cara ini akan memberikan motivasi yang baik pada anak untuk memahami uang dengan baik.

4 dari 7 halaman

Menggunakan Toples Keinginan

Ketika anak sudah mulai memiliki keinginan, seperti membeli mainan, atau ingin pergi ke suatu tempat yang ia inginkan, ajarkan untuk menabung atas keinginannya. Sediakan toples atau saving jars, lengkap dengan label tulisan keinginan anak.

Bedakan tabungan ini dengan tabungan yang sebelumnya, hal ini untuk mengajari anak tentang skala prioritas dan pengelolaan uang yang baik.

Cara mengajari anak untuk menabung demi memenuhi keinginan pribadinya, bisa mulai diterapkan pada anak usia 6 tahun atau pada anak yang sudah mulai menerima uang sakunya sendiri.

Beri pengertian pada anak untuk mengisihkan sedikit uang sakunya untuk disimpan dalam toples khusus untuk memenuhi keinginannya. Jangan lupa ingatkan anak untuk selalu mengisi toplesnya.

5 dari 7 halaman

Membuat Timeline

Cara mengajarkan anak untuk menabung selanjutnya ialah, membuatkan timeline sederhana untuk memberi pemahaman pada anak, kapan ia bisa mengambil uang tabungan untuk memenuhi kebutuhannya.

Sebelum anak menabung dalam toples yang berlabel keinginannya, buatkan timeline untuk anak. Misalkan anak ingin membeli mainan seharga 50.000 rupiah. Lalu, tuliskan berapa uang yang harus disimpan anak dalam satu hari dari uang sakunya.

Misalkan uang saku anak 10.000 rupiah, ajak ia untuk menyisihkan 2.000 setiap hari untuk mengisi toples keinginannya. Buatkan timeline, dengan memasukkan uang 2.000 setiap hari selama 10 hari, anak akan mendapatkan 20.000 rupiah. Maka, dalam 25 hari, uang dalam toples akan cukup untuk membeli mainan yang anak inginkan.
    

6 dari 7 halaman

Memberi Contoh Nyata

Sudah bukan rahasia lagi, kalau anak akan selalu meniru orang tuanya. Cara mengajarkan anak untuk menabung akan jauh lebih mudah dengan memberikan contoh kepada anak. Perlihatkan pada anak bahwa Anda juga melakukan hal yang sama jika memiliki keinginan.

Mulai dari akun rekening bank, toples keinginan, hingga celengan, sebisa mungkin biarkan anak tahu. Tidak harus tahu jumlah nominalnya, cukup tunjukan kalau orang dewasa yang memiliki keinginan juga harus menabung.

Selain itu, cara mengajarkan anak untuk menabung lainnya adalah dengan memberitahunya tentang apa yang akan mereka butuhkan seiring ia tumbuh.

7 dari 7 halaman

Komunikasi yang Baik

Cara untuk memberitahu anak tentang kebutuhannya di masa depan bisa dilakukan lewat obrolan ringan dan santai. Ajarkan pelan-pelan dengan cara yang sederhana, bagaimana seorang manusia harus bertahan hidup, dan apa saja yang dibutuhkan sehari-hari.

Anak-anak cenderung memiliki banyak pertanyaan yang mengejutkan, seperti “ Apakah kita kaya?”, atau “ Apa kita punya banyak uang?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Jadikan pertanyaan tersebut sebagai pembuka untuk mengajak anak berdiskusi tentang keuangan.

Komunikasi orang tua dan anak sangat penting untuk berbagai aspek kehidupan, salah satunya masalah keuangan. Yuk, mulai ajarkan anak untuk menabung.

Sumber: Windgate Wealth Management dan Parents

Join Dream.co.id