5 Hak Anak dalam Islam yang Harus Dipenuhi Orangtua

Ibu Dan Anak | Rabu, 14 Oktober 2020 08:04
5 Hak Anak dalam Islam yang Harus Dipenuhi Orangtua

Reporter : Mutia Nugraheni

Kelak di akhirat, orangtua akan diminta pertanggungjawaban dalam hal pengasuhan anak.

Dream - Islam mengajarkan kalau anak bukanlah milik orangtuanya. Allah SWT memberikan keturunan sekaligus dengan amanah untuk merawat, mendidik dan mengasuhnya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Kelak di akhirat, orangtua akan diminta pertanggungjawaban dalam hal pengasuhan anak. Ayah dan ibu mempunyai kewajiban dalam memelihara dan menjaga karunia dan amanah dengan sebaik-baiknya.

Dikutip dari BincangMuslimah.com, beberapa literatur hukum Islam menggunakan istilah perlindungan anak dengan istilah hadhanah. Kata ini berasal dari kata al-hidhn, yaitu al-janb (lambung atau rusuk), karena seorang ibu menjadi seorang pelindung dalam mengumpulkan anak-anaknya di pangkuannya.

Ada lima hak anak dalam pandangan Islam menurut Wahbah Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islamiy. Pastikan orangtua memenuhinya, karena anak adalah amanah dari Allah SWT.

 

2 dari 6 halaman

1. Nasab (identitas diri)

Hak bagi seorang anak dari orang tuanya ialah memperoleh pengakuan dalam silsilah keturunan (nasab). Penisbatan anak kepada ayahnya akan menciptakan pengakuan yang jelas dari masyarakat, kemudian memperkuat dalam mewujudkan perasaan tenang dalam jiwa anak dan benar-benar berasal dari keturunannya. Seperti dalam Qs. al-Ahzab[33] ayat 5:

 Al Ahzab
© Bincang Muslimah

Artinya: Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

3 dari 6 halaman

2. Radha’ (penyusuan)

Seorang anak yang telah dikandung dan dilahirkan oleh ibunya, maka hak seorang anak untuk dijaga keberlangsungan hidupnya antara lain dengan diberinya hak untuk disusui. Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi yang sangat baik untuk bayi.

ASI mengandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan seorang bayi. Seperti halnya yang telah dijelaskan dalam Qs al-Baqarah[[2] ayat 233: “ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”.

 

4 dari 6 halaman

3. Hadhanah (pengasuhan dan pemeliharaan)

Wajib hukumnya merawat dan mengasuh anak. Kewajiban sebagai orangtua selalu memberikan nafkah yang baik kepada anak. Semua ini bertujuan demi kemaslahatan dan keberlangsungan hidup anak.

Serta penjagaan dan pengawasan dalam keselamatan jasmani dan rohani anak dari segala macam bahaya yang dapat menimpa anak. Orangtua juga wajib memberikan pendidikan dan pengajaran bagi si anak agar mempunyai dedikasi hidup yang dapat dikembangkan di tengah masyarakat.

 

5 dari 6 halaman

4. Wilayah (perwalian)

Wahbah Zuhaili menyatakan bahwa wilayah (perwalian) dilakukan setelah fase hadahanah (pengasuhan dan pemeliharaan), artinya hadhanah dan wilayah merupakan dua hal yang berbeda.

Wahbah Zuhaili membagi wilayah menjadi dua, yaitu wilayah ‘ala al-nafs yang bermakna penanganan segala macam urusan yang berkaitan dengan diri (individu) orang yang tidak mempunyai kemampuan dalam melaksanakannya.

Seperti penjagaan, pemeliharaan, pendidikan, pengajaran, kesehatan, pernikahan dan lainnya. Adapun wilayah ‘ala al-mal merupakan penanganan segala urusan yang berkaitan dengan harta orang yang tidak mempunyai kemampuan dalam melaksanakannya seperti pengembangan harta, dan pengelolaannya seperti jual-beli, sewa-menyewa, gadai, dan sebagainya.

 

6 dari 6 halaman

5. Nafaqah ( pemberian nafkah )

Seorang anak berhak untuk diberi nafkah dan dibiayai segala kebutuhan pokok hidupnya. Pemberian nafkah dengan memberikan makanan yang halal bagi anak. Tak hanya itu nafkah kasih sayang yang adil bagi setiap anak juga harus dipenuhi.

Dalam menafkahi anak, tidak ditentukan dengan nominalnya uang atau dengan ukuran makanan. Sebab, ketentuan masing-masing anak berbeda-beda berdasarkan usia dan gaya hidupnya. Secara wajar yang diperlukan anak adalah makanan bergizi, minuman, pakaian, dan tempat tinggal yang bersifat pokok.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

 

 

Join Dream.co.id