4 Tanda Ayah Bunda Punya Masalah Kecemasan, Bisa 'Menular' ke Anak

Ibu Dan Anak | Jumat, 17 September 2021 12:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Dalam kondisi tertentu kecemasan jadi begitu tinggi, bahkan cenderung berlebihan yang malah bisa menjadi bumerang.

Dream - Beberapa orangtua memiliki level kecemasan yang cukup tinggi. Biasanya para ibu yang level kecemasannya meningkat saat hamil. Hal ini memang wajar sebagai langkah preventif dalam pengasuhan anak.

Dalam kondisi tertentu kecemasan jadi begitu tinggi, bahkan cenderung berlebihan yang malah bisa menjadi bumerang. Kecemasan yang dialami orangtua bisa menular ke anak.

Apa tandanya orangtua mengalami level kecemasan tinggi? Mungkin kondisi ini sering ayah bunda tak sadari,

1. Selalu berbicara dengan cemas pada anak
Orangtua yang cemas sering mengulangi informasi yang sama lebih dari sekali, untuk berjaga-jaga. Misalnya, saat anak naik sepeda kita berkali-kali memperingatkan agar tidak mengebut karena nanti jatuh.

Hal ini membuat orangtua mentransfer ketakutannya pada anak-anak mereka. Satu studi menemukan bahwa anak-anak yang terlalu terlindungi lebih rentan terhadap kecemasan dan kekhawatiran. Cukup peringatkan sekali dan pantau dari jauh, jangan lupa berikan perlindungan berupa helm sepeda dan pelindung siku serta dengkul, itu akan lebih baik

 

4 Tanda Ayah Bunda Punya Masalah Kecemasan, Bisa 'Menular' ke Anak
Orangtua Cemas/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

2. Orangtua memiliki kebiasaan menghindar

Jika mendapati diri menghindari hal tertentu, kemungkinan besar anak juga akan mengikuti. Anak-anak seperti spons kecil. Mereka tidak dapat merasionalisasi ketakutan, jadi ketika melihat orangtuanya menghindari sesuatu berkali-kali karena takut, mereka juga menirunya.

Perhatikan penyebab kecemasan. Hilangkan pemicunya dan ingatlah bahwa kita sedang berbicara dengan seorang anak yang peka terhadap semua yang dikatakan orang dewasa. Jika kesulitan, mencari bantuan profesional mungkin akan membantu.

 

3 dari 6 halaman

3. Memantau anak 24/7

Orangtua yang cemas cenderung paranoid dan posesif. Mulai dari memeriksa nilai mereka setiap hari, memantaunya di CCTV tiap saat, dan memastikan semuanya dilakukan dengan sangat teliti.

Akibatnya, anak Anda menjadi orang perfeksionis yang penuh cemas. Jika anak membuat kesalahan kecil, orangtua cemas cenderung akan menggambarkan skenario terburuk dan melebih-lebihkannya. Sadarilah bahwa orangtua tidak dapat mengontrol semua yang dilakukan anak.

 

4 dari 6 halaman

4. Memuaskan setiap keinginan anak

Setiap kali anak mengamuk, cenderung langsung buru-buru menghiburnya. Bagi orang tua yang cemas, amukan biasanya berarti kebutuhan yang kuat, dan jika mereka tidak memuaskannya, kecemasan merayapi pikiran orangtua.

Alih-alih mencoba menenangkan anak saat mengamuk, coba diamkan dulu. Pastikan anak tidak berada di sekitar hal yang bisa membahayakannya. Pantau saja dari jauh. Cepat atau lambat, amukan itu akan berlalu dengan sendirinya. Setelah anak tenang baru bicarakan dengan mereka.

Sumber: Brightside

5 dari 6 halaman

Psikolog Ingatkan Orangtua, Anak Juga Bisa Alami Kecemasan

Dream - Kasus Covid-19 mulai menurun dan beberapa sekolah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka. Setelah dua tahun sekolah di rumah, anak-anak akhirnya ke sekolah untuk belajar.

Tak dipungkiri kondisi ini memunculkan rasa khawatir para orangtua. Anak-anak pun bisa jadi mengalami hal yang sama. Mereka mungkin tampak semangat, tapi juga memiliki kecemasan mengingat situasi pandemi saat ini belum berakhir.

Roslina Verauli, seorang psikolog, mengingatkan para orangtua kalau anak juga bisa mengalami kecemasan dalam situasi sekarang. Banyak orangtua beranggapan kalau anak tak memiliki beban pikiran yang membuatnya cemas.

" Meskipun dunia anak-anak hanyalah bermain dan belajar, namun mereka tetap bisa merasa cemas loh. Hal yang sepele untuk orang dewasa, bisa saja menjadi hal besar untuk anak-anak," tulis Vera, sapaan akrabnya, dalam akun Instagram @verauliforkids.

Menurutnya jika anak sering tiba-tiba menangis, tantrum, pusing, sakit perut, saat menghadapi situasi tertentu, bisa jadi anak sedang mengalami kecemasan. Sebenarnya, kecemasan adalah emosi alamiah yang muncul sebagai respons atas bahaya, untuk menyiapkan individu menghadapi ancaman dari lingkungan.

 

6 dari 6 halaman

Tak Perlu Ragu Minta Bantuan Profesional

Banyak faktor yang membuat anak mengalami kecemasan. Seperti saat ia kembali ke sekolah dalam situasi pandemi seperti sekarang, situasinya memang jauh berbeda dari sebelumnya. Lalu munculnya perubahan rutinitas atau ketika memasuki lingkungan baru.

Penting bagi orangtua untuk peka terhadap perubahan sikap anak. Saat mendapati anak mengalami kecemasan, menurut Vera, orangtua bisa mencari tahu sumber kecemasan anak. Beri contohkepada anak untuk bersikap tenang, baik melalui perilaku maupun ucapan.

Latih juga anak menghadapi kecemasannya. Misalnya, anak takut tampil depan umum, coba ajak ke tempat umum, memesan makanan dan latih keberaniannya untuk berbicara.

" Kecemasan memang wajar dialami setiap orang tetapi jika sudah terlihat berlebihan hingga mengganggu aktivitas jangan dibiarkan. Minta bantuan profesional," pesan Vera.

Join Dream.co.id