4 Momen Paling Stres Saat Hadapi Anak Remaja

Ibu Dan Anak | Kamis, 12 Mei 2022 11:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Sebanyak 75% orangtua berpendapat bahwa usia 13-19 adalah tahun-tahun paling menantang.

Dream - Seiiring bertambahnya usia anak, pola asuh orangtua akan berbeda. Tetnunya kita tak bisa bersikap seperti ketika anak balita, saat mereka sudah memasuki usia sekolah dasar.

Begitu pun ketika anak beranjak remaja, sikap dan pemikirannya akan jauh berbeda. Seringkali orangtua lupa hal tersebut dan tak menyesuaikan diri dengan perubahan anak.

Sebuah penelitian terhadap 1.000 orangtua dari remaja mengungkap, sebanyak 75% orangtua berpendapat bahwa usia 13-19 adalah tahun-tahun paling menantang dalam membesarkan anak-anak, dengan satu dari tiga (32%) mengakui bahwa mereka “ tidak siap" .

Ternyata mengasuh remaja tidak semudah yang dipikirkan orangtua. Ada momen yang paling menguras emosi dan dianggap memicu stres tinggi pada orangtua. Apa saja?

1. Menghadapi Perubahan Suasana Hati Remaja
Perubahan suasana hati atau mood anak remaja adalah hal yang paling menantang. Remaja bisa diam saja, menarik diri, selalu membantah dari yang awalnya bersikap baik namun moodnya berubah drastis. Hal ini jadi kondisi yang sering terjadi.

Kabar baiknya adalah seiring bertambahnya usia remaja, penelitian menunjukkan bahwa mereka mendapatkan kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan emosi. Konflik dengan orangtua mereda dan mereka umumnya belajar cara yang lebih adaptif untuk menghadapi suasana hati mereka.

4 Momen Paling Stres Saat Hadapi Anak Remaja
Adu Argumen Dengan Anak Remaja/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

2. Membantu Remaja Membuat Pilihan Hidup yang Penting

Membantu anak remaja mereka membuat pilihan hidup yang penting membuat mereka stres. Apa yang membuat masalah ini semakin menantang adalah bahwa selama masa remaja, anak-anak harus membuat keputusan yang tak terhitung banyaknya tentang sekolah, teman-teman mereka, dan masa depannya.

Faktanya di usia remaja, bagian otak yang mengontrol pengambilan keputusan tidak sepenuhnya berkembang sampai awal masa dewasa. Dengan demikian, otak remaja yang sedang berkembang menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar untuk membuat keputusan yang buruk dan kurang mampu mempertimbangkan konsekuensi dari pilihan mereka.

 

3 dari 6 halaman

3. Membiarkan Remaja Membuat Kesalahan

Menahan komentar, mencegah hal buruk, dan membiarkan anak remaja mereka melakukan kesalahan sendiri juga sangat memicu stres orangtua. Para ahli setuju itu adalah bagian penting dari perkembangan remaja. Membiarkan anak-anak belajar dari kesalahan mereka membantu membangun ketahanan dan sangat penting bagi perkembangan kemampuannya menangani masalah.

4. Perubahan Hormon
Adanya perubahan hormon merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan seksual remaja. Lonjakan hormon menguasai tubuh mereka dan memengaruhi segalanya mulai dari emosi dan suasana hati hingga perasaan seksual dan perilakunya. Beberapa orang tua mengakui bahwa ketika anak mereka memasuki masa remaja, rasanya seperti mengasuh anak yang sama sekali berbeda.

Dalam situasi ini penting untuk memperhatikan asupan gizinya setiap hari. Beri makanan kaya protein sehat dan pastikan anak memiliki aktivitas fisik yang baik. Sangat dianjurkan mereka memiliki jadwal olahraga rutin, seperti futsal, basker, ikut dance class dan semacamnya. Hal ini sangat membantu membuat mood remaja jadi lebih baik.

Sumber: RaisingTeenToday

4 dari 6 halaman

Psikolog Jelaskan Stres Pada Remaja Bisa Berujung Pada Kenakalan

Dream - Sikap anak remaja memang cenderung memberontak. Mereka sudah bisa berargumentasi bila dilarang atau ketika mempertahankan pendapatnya. Masa peralihan ini terkadang membuat kewalahan orangtua.

Komunikasi dengan anak kerap memanas dan kita kerap melabelinya dengan " nakal" . Faktanya, banyak faktor yang membuat sikap remaja jadi negatif. Salah satunya menurut Ikhsan Bella Persada, seorang psikolog, adalah tingkat stres yang dialami remaja dan orangtua tak menganggapnya serius.

“ Kebanyakan anak belum mengerti apa yang sedang mereka rasakan atau yang menjadi sumber stres. Yang mereka rasakan hanya rasa tidak nyaman atau rasa ada keinginan yang harus dipenuhi saja,” ujarnya dikutip dari KlikDokter.com

Pada banyak situasi, hal yang anak inginkan tidak terkomunikasi dan terpenuhi dengan baik dan mereka mencari cara untuk mengatasi perasaannya sendiri.
Sayangnya, kebanyakan anak belum tahu cara tepat untuk mengatasi stres atau pemenuhan keinginannya tersebut.

 

5 dari 6 halaman

Perubahan Sikap yang Drastis

Tidak jarang, anak jadi salah langkah dengan menunjukkan sikap tidak bisa diatur dan memberontak. Perlu kita tahu, otak anak berada dalam periode perkembangan yang cepat. Oleh karena itu, respons stres yang tidak ditangani dengan baik dapat merusak kemampuan dan perilaku belajar anak.

Tanda-tanda anak sedang mengalami stres meliputi kemarahan, perilaku agresif, menangis tanpa sebab, dan sifat membangkang. Jika biasanya anak berperilaku baik, namun tiba-tiba mulai mengamuk atau berbuat masalah di sekolah, hal itu bisa menjadi tanda bahwa anak sedang mengalami stres.

Sejumlah gejala stres lain yang bisa orangtua perhatikan misalnya anak mengompol, mengeluh sakit perut atau sakit kepala, dan juga menurunnya prestasi belajar.

 

6 dari 6 halaman

Lakukan Beberapa Cara Ini

Untuk membantu anak mengatasi stresnya, orangtua bisa lakukan beberapa cara berikut

Cari Tahu Sumber Stres Anak
Hal pertama yang perlu orangtua lakukan adalah dengan mencari tahu sumber stres buah hati. Stres dapat disebabkan oleh konflik di rumah, perasaan berduka, atau tekanan dari faktor akademis dan lingkungan sosial anak.

“ Cari tahu dulu apa yang menjadi sumber stres anak. Apakah karena anak sedang mengalami kesulitan dalam memahami materi di sekolahnya sehingga dia jadi menolak belajar atau karena hal lainnya,” kata Ikhsan.

Coba Mengerti
Tidak semua anak bisa menyampaikan perasaan mereka dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, orangtua bisa menunjukkan rasa peduli dengan bertanya secara baik-baik.

Ajari anak untuk mengenali perasaan dan mengutarakan hal yang mengganggu pikirannya. Setelah anak bercerita, validasi perasaannya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id