4 Hal Berharga yang Dipelajari Anak Perempuan dari Ayahnya

Ibu Dan Anak | Senin, 29 Maret 2021 14:03
4 Hal Berharga yang Dipelajari Anak Perempuan dari Ayahnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Sosok ayah bagi anak perempuan bukan hanya sekadar pencari nafkah.

Dream - Mengasuh anak perempuan memang agak berbeda dengan menghadapi anak lelaki. Kepribadian, sifat serta kebiasaannya sejak kecil akan sangat berpengaruh pada kondisi psikologisnya saat dewasa kelak.

Bila selama ini anak perempuan Sahabat Dream lebih banyak menghabiskan waktu dengan ibunya, cobalah dekatkan dia dengan sang ayah. Pasalnya, anak perempuan butuh belajar banyak hal berharga dari ayahnya.

Sosok ayah bagi anak perempuan bukan hanya sekadar pencari nafkah, lebih dari itu ayah juga mengjarkan banyak hal untuk bekalnya saat dewasa nanti. Apa saja yang dipelajari anak perempuan dari ayahnya?

- Sosok pria yang baik
Salah satu hal pertama yang dipelajari seorang anak perempuan dari ayahnya adalah seperti apa sosok panutan pria yang positif. Hal ini benar-benar penting karena ketika seorang ayah menghabiskan waktu berkualitas dengan putrinya dan menyampaikan banyak pelajaran termasuk tentang hidup yang penting, dia secara tidak sadar menerima semua sifat positif ini dari pria. Misalnya, pria yang baik adalah yang penyayang, lucu, dan ulet. Saat ini mencari pasangan, hal itu akan menjadi contoh yang baik.

- Bagaimana pria seharusnya memperlakukan wanita
Anak-anak sangat pintar dengan belajar melihat sekelilingnya. Mereka terus-menerus mengamati dan memperhatikan setiap hal kecil yang dilakukan orangtuanya. Anak perempuan akan mengamati ayah mereka saat memperlakukan wanita.

Sikap ayah terhadap ibu, orangtua atau perempuan lain. Anak perempuan belajar untuk mengembangkan indra dan intuisi apa yang terasa benar ketika seseorang dari lawan jenis berinteraksi dengan mereka dan apa yang tidak benar. Ini sebagian besar datang dari melihat ayah mereka berinteraksi dengan wanita. Jika putri Anda memulai hubungan romantis dengan pria di masa dewasanya, sebagian besar dari apa yang dia cari dalam diri seorang pria berasal dari apa yang dia amati dalam diri ayahnya.

 

2 dari 7 halaman

Keberanian dan Kemandirian

- Keberanian bertualang
Ada sejumlah ibu di luar sana yang terus-menerus mengkhawatirkan anak-anak mereka. Dalam pengasuhan, ibu dan ayah memiliki peran yang berbeda. Ayah lebih santai dan kerap 'membiarkan' anak-anaknya mengambil risiko. Model pengasuhan ini membuat anak lebih suka bertualang, berani menyuarakan pendapat dan tak takut gagal.

Anak perempuan sangat membutuhkan hal ini untuk kekuatan mentalnya. Ayah memang sering dipandang sebagai " penyelamat" jika menyangkut putri mereka, tetapi itu tidak selalu terjadi ketika ayah terus mengajari anak perempuannya untuk berdaya dengan kekuatannya sendiri.

- Kemandirian
Tugas ayah yang juga sangat penting bagi anak perempuan adalah membantu mereka belajar tentang pentingnya kemandirian. Sosok ayah yang kuat mampu mengajari putrinya untuk mengandalkan dirinya sendiri terlebih dahulu daripada bergantung pada orang lain.

Sumber: Moms.com

3 dari 7 halaman

Tanamkan Kepercayaan Diri Pada Anak Perempuan, Mulai dari Rumah

Dream - Era digital tak bisa dipungkiri membawa dampak pada rasa percaya diri, termasuk pada anak perempuan yang baru beranjak remaja. Mereka mulai bermain media sosial, mendapat tekanan dari lingkungan untuk bersikap baik, tampil sopan, sempurna tanpa cela

Krisis percaya diri jadi masalah yang kerap dialami anak perempuan. Terutama soal bentuk tubuh dan aspek fisik lainnya. Mendidik anak perempuan adalah tantangan tersendiri bagi orangtua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Substance Abuse and Mental Health Services Administration menemukan bahwa anak perempuan memiliki jumlah episode depresi 3 kali lebih banyak daripada anak laki-laki. Untuk itu pola asuh dan dasar kepercayaan diri di rumah harus dibangun sedini mungkin.

Bagaimana caranya? Beberapa trik ini mungkin bisa membantu.

 

 

4 dari 7 halaman

Mulai dari ibu

Orangtua, terutama sosok ibu adalah pengaruh yang kuat bagi anak. Bahkan remaja yang mudah terpengaruh oleh teman sebaya mereka melaporkan bahwa panutan terbesar mereka adalah sosok ibu.

Berbagai penelitian menemukan bahwa cara seorang ibu bertindak di depan anak perempuannya sangat mempengaruhi perilaku anak tersebut. Bicaralah dengan percaya diri dan dorong anak perempuan melakukan hal yang sama.

Hal-hal tak terucapkan, namun kamu lakukan juga penting, terutama jika berkaitan dengan citra tubuh. Ajari anak perempuanmu untuk mencintai tubuh mereka.

 

5 dari 7 halaman

Membantu anak merasa unik

Doronglah individualitas pada anak perempuan dan letakkan fondasi yang akan menjadi identifikasi emosi mereka. Masa remaja adalah saat anak perempuan mulai memahami identitas mereka terpisah dari orangtua.

Saat anak menunjukkan minat pada sesuatu, beri mereka kesempatan untuk menjelajahinya. Cara ini akan menjadi kunci untuk membantu anak mengasah minat mereka, yang mungkin berbeda dari anggota keluarga yang lain.

 

6 dari 7 halaman

Biarkan Anak Melakukan Kesalahan

Membiarkan anak perempuan melakukan kesalahan akan menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun kepercayaan diri mereka. Orangtua cenderung membuat hidup anak mereka mudah dengan melakukan sesuatu untuk mereka.

Namun dengan membiarkan anak melakukan kesalahan, orangtua mengajarkan bahwa kesalahan adalah bagian hidup yang normal. Proses belajar, membenahi kesalahan, memaafkan diri sendiri akan membangun kepercayaan diri anak.

 

7 dari 7 halaman

Emosi yang sehat

Situasi sosial bisa menjadi sesuatu yang sulit bagi anak, terutama anak perempuan. Konflik jelas bukan sesuatu yang bisa dihindari, sehingga penting untuk mengajari mereka cara menanganinya.

Pertama, tunjukkan pada anak bahwa tidak masalah untuk mengekspresikan berbagai emosi yang mereka rasakan. Emosi adalah alat yang sangat ampuh dan inilah pentingnya seorang ibu mengajari anak perempuan mereka untuk merasa marah atau kesal.

Jangan lupa, tunjukkan juga kepada anak bahwa mereka didengarkan. Carilah kesempatan untuk membangun bahasa emosional anak.

Laporan Annisa Wulan/ Sumber: Fimela

Join Dream.co.id