4 Cara Mendidik Anak Tentang Uang dengan Aktivitas Seru

Ibu Dan Anak | Senin, 22 Juli 2019 10:03

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Mengajarkan anak tentang manajemen keuangan itu bisa dengan cara yang menyenangkan.

Dream - Pendidikan tentang manajemen keuangan memang baru bisa diperoleh anak ketika ia bersekolah. Padahal, manajemen keuangan sangat penting untuk diajarkan sejak dini.

Bagaimana anak harus memperlakukan uang yang ia terima, dan bagaimana cara mengaturnya dengan bijak, atau bagaimana menyimpan uang dan menabung.

Dilansir dari laman Parents.com, peran orangtua sangat menentukan bagaimana manajemen keuangan anak kelak. Apabila orang tua tidak mengajarkan anak tentang cara mengatur keuangan, makan akan berdampak pada anak ketika ia dewasa.

Ada cara mendidik anak tentang uang yang menarik, tanpa harus dengan obrolan serius yang membosankan. Berikut 4 cara mendidik anak tentang uang dengan aktivitas yang seru:

4 Cara Mendidik Anak Tentang Uang dengan Aktivitas Seru
Sumber: Pixabay
2 dari 6 halaman

Ajarkan Anak tentang Konsep Memberi dan Berbagi

Mengajarkan tentang kebiasaan keuangan yang baik menjadi cara mendidik anak tentang uang yang paling penting. Konsep tentang kebiasaan keuangan yang perlu diajarkan ialah tentang memberi dan berbagi, atau give and share.

Beri penjelasan pada anak tentang konsep ini, mulai dari penjelasan mengapa kita harus memberi, dan bagaimana uang yang nominalnya kecil bisa membuat perubahan besar bagi seseorang. Pemahaman ini bisa mulai diajarkan pada anak yang berusia 4 tahun.

Cara mendidik anak dengan konsep ini akan memberi pemahaman pada anak tentang kebiasaan dan kegiatan beramal. Setelah memberi pemahaman tentang konsep ini, orang tua juga bisa mengajak anak untuk langsung mempraktikkan apa yang sudah ia pahami.

Misalnya, memberi sumbangan untuk panti asuhan. Membelikan peralatan sekolah atau mainan untuk anak yang kurang mampu. Libatkalah si kecil dalam kegiatan sosial.

3 dari 6 halaman

Ajarkan Anak Menabung dengan Efek Kupu-kupu

Cara mendidik anak tentang uang selanjutnya ialah menabung. Bagi orang dewasa menabung, dan berinvestasi mungkin mudah dilakukan, karena sudah memahami konsep keuntungan jangka panjang. Namun, bagi anak-anak, menabung dan berinvestasi adalah hal yang sulit.

Anak-anak cenderung tidak sabar untuk menunggu dan belum memiliki pemikiran jangka panjang seperti orang dewasa. Tugas orang tua adalah bagaimana cara mendidik anak untuk menabung dan berpikir lebih maju.

Menabung sembari memelihara hewan kesukaan anak seperti kupu-kupu mungkin bisa jadi cara mendidik anak tentang uang yang seru. Konsep efek kupu-kupu akan memberikan pemahaman pada anak, bahwa butuh waktu untuk menjadi indah.

Taruh ulat dalam toples yang bersebelahan dengan celengan anak. Ajarkan untuk memasukkan uang saat memberi makan ulat.

Lakukan sampai ulat berubah menjadi kepompong dan kemudian jadi kupu-kupu. Setelah itu, minta anak untuk membuka celengannya. Kegiatan ini bisa diajarkan pada anak mulai usia 4 atau 5 tahun.

4 dari 6 halaman

Ajarkan Anak untuk Membandingkan Harga

Mengajarkan anak untuk mengelola keuangannya dengan baik tentang harga barang mungkin akan sulit, karena pengetahuan anak tentang barang-barang dan harga masih minim. Namun, ada cara mendidik anak tentang uang dari Parents.com yang seru untuk dicoba.

Misalnya dengan membeli makanan kesukaannya. Ajak anak pergi ke toko kue kesukaannya, dan membeli kue atau roti yang ia inginkan dan tunjukkan pada anak berapa harganya. Setelah itu, ajak anak pergi ke swalayan atau pasar untuk membandingkan harga kue dengan bahan bakunya.

Beri tugas pada anak untuk mencatat berapa harga bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kue atau roti yang ia inginkan. Jelaskan pada anak, bahwa dengan membeli bahan sendiri dan membuat kuenya sendiri, akan lebih murah dan lebih banyak dibandingkan membeli kue yang sudah matang di toko.

Konsep ini akan mengajarkan anak untuk mempertimbangkan harga barang yang kelak ia beli. Anak juga akan belajar kelebihan membeli barang yang sudah jadi dengan membeli bahan dan membuat barang yang diinginkannya sendiri. Konsep ini bisa ajarkan pada anak mulai usia 6 tahun.

5 dari 6 halaman

Ajarkan Anak tentang Konsep Menabung di Bank

Untuk anak yang sudah menginjak usia 7 tahun, sudah bisa menerima pemahaman tentang cara kerja bank. Cara mendidik anak tentang yang satu ini bisa menjadi bekal baginya kelak saat membuka rekening banknya sendiri.

Konsep yang paling mudah diajarkan pada anak tentang bank ialah sistem bunga. Minta anak untuk menginvestasikan uang yang ia miliki sendiri pada anda. Simpan uang anak dan beri ia bunga nominal kecil, apabila investasinya tidak ia ambil kembali.

Minta anak untuk mengumpulkan uang bunga yang anda berikan secara berkala. Dan setelah beberapa bulan, tunjukan hasil yang anak peroleh apabila menabung dengan berinvestasi di bank.

Beri anak pengarahan tentang bunga yang akan diberikan, beserta kekurangan dan kelebihannya.

Semoga bermanfaat ya Bunda!

6 dari 6 halaman

3 Langkah Mengenalkan Konsep Menabung Pada Si Kecil

Dream - Tak pernah ada kata terlalu cepat untuk mengenalkan uang pada si kecil. Mungkin cara mengenalkannya saja yang harus disesuaikan dengan usianya. Dengan mengajarinya konsep uang lebih awal, tentunya anak akan lebih mengerti kalau butuh usaha untuk mendapatkannya.

Begitu juga ketika menginginkan sesuatu ia harus menunggu hingga ada uang yang cukup untuk membelinya. Bagaimana langkah awal untuk mengenalkan uang pada si kecil? Ada trik yang bisa diterapkan di rumah, silakah dicoba.

1. Simpan uang koin di celengan lucu
Taruh toples kaca atau celengan transparan yang bisa diisi koin yang ia dapatkan sehari-hari. Anda bisa memberinya uang jika ia melakukan sesuatu atau sebagai hadiah. Minta si kecil selalu memasukan koin.

Setiap hari ia akan melihat isinya bertambah. Ketika tahu isinya makin penuh, pasti anak akan lebih bersemangat mengisinya. Katakan padanya kalau sudah penuh, ia bisa membeli apapun yang diinginkannya.

2. Buat daftar keinginan sebelum belanja
Sambil menunggu celengan atau 'tabungannya' penuh, ajak si kecil membuat daftar keinginan. Misalnya ia ingin membeli mainan squishy dan membeli cokelat kesukaannya. Minta anak menuliskan tiga hal yang dinginkan dan kebutuhannya dengan uang tersebut. Lalu beri peringkat, benda apa yang paling ingin dia beli dan dibutuhkan. Hal ini untuk melatihnya membuat skala prioritas.

3. Ke mal tak harus belanja
Hal ini penting juga diajarkan, karena ada kalanya ke mal hanya untuk makan bersama atau membeli kebutuhan orang lain. Misalnya ketika Anda dan si kecil ke toko mainan untuk membeli barang sebagai hadiah sepupunya.

Jika si kecil juga minta dibelikan sebaiknya beri pengertian kalau Anda hanya bisa membelikan hadiah untuk sepupunya. Jika ada mainan yang diinginkannya bisa menggunakan uang tabungannya dan jika tak cukup harus menunggu hingga uangnya cukup. Tak boleh memaksa.

Sumber: Pure Wow

 

 

Join Dream.co.id