3 Hikmah Mengumandangkan Azan di Telinga Bayi yang Baru Lahir

Bayi baru lahir (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  24 Desember 2020 10:24

Hukum mengazani telinga bayi menurut pendapat mayoritas ulama bermahzab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali adalah sunnah.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Momen para ayah mengazani bayinya yang baru lahir pastinya sangat mengharukan. Lantunan kalimat tauhid dikumandangkan di telinga bayi yang baru saja lahir ke dunia.

Dikutip dari DalamIslam.com, hukum mengazani telinga bayi menurut pendapat mayoritas ulama bermahzab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali adalah sunnah. Adapun menurut pendapat sebagian ulama bermahzab Maliki, hukum mengazani bayi setelah ia lahir adalah mubah atau boleh dan sebagian yang lainnya menyatakan hukumnya makruh.

Dalam kitabnya yang berjudul Al-Majmu, Imam Nawawi menyatakan sebagai berikut: “ Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan azan itu menggunakan lafaz azan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata, ‘Disunnahkan mengazani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk solat" .


Salah satu hadits yang menjadi dasar hukum pendapat sebagian besar ulama yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru lahir adalah sebagai berikut.

Abu Rafi radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “ Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.”

Mengumandangkan azan di telinga bayi yang baru lahir bukanlah tanpa tujuan. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyatakan sebagai berikut.

“ Hikmah dilakukannya azan di telinga bayi yang baru lahir adalah agar kalimat pertama yang didengar oleh sang bayi adalah lafal Allah subhanahu wa ta’ala dengan segala keagungan-Nya sehingga ia diharapkan memberikan pengaruh ke dalam jika selain dapat mengusir setan" .

 

Selanjutnya : Mengandung 3 Hikmah
Platform Digitalisasi Ketersediaan Tempat Tidur untuk ICU dan Ruang Isolasi
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Program Pemerintah Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Di Sektor Pariwisata
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :