3 Hal yang Penting Diajarkan Agar Si Kecil Tak Jadi Pribadi Egois

Ibu Dan Anak | Kamis, 15 Agustus 2019 16:02

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Kebiasaan baik harus diajarkan pada anak sejak dini, kebiasaan ini dapat didukung dengan meningkatkan kemampuan anak berikut ini.

Dream- Kebiasaan baik tentu harus diterapkan oleh siapa saja, terutama bagi anak-anak. Mengajarkan anak untuk berkebiasaan baik memang tidak mudah dan tidak instan. Oleh sebab itu, mendidik anak untuk berkebiasaan baik sangat penting dimulai sejak dini.

Seperti yang dikutip dari Empowering Parents, “ kebiasaan baik bukanlah sihir” tapi kita bisa mengajarkan anak untuk berkebiasaan baik dari kecil. Butuh kesabaran yang ekstra untuk bisa menjadikan anak sebagai orang yang memiliki kebiasaan baik.

Mengajarkan kebiasaan baik bisa dimulai dari lingkungan keluarga, memberikan contoh nyata untuk anak dan memberikan pemahaman pada anak tentang kebiasaan yang baik. Selain itu, ada tiga hal lain yang harus diajarkan pada anak, yaitu tentang kemampuan bersosialisasi, seperti kemampuan dalam memahami situasi, mengendalikan emosi, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

3 Hal yang Penting Diajarkan Agar Si Kecil Tak Jadi Pribadi Egois
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Pentingnya Menerapkan Kebiasaan Baik pada Anak

Kebiasaan yang baik tidak hanya akan membuat anak mampu bersosialisasi dengan baik. Anak dengan kebiasaan baik akan lebih mudah untuk bergaul, dan tentu saja menjadi kebanggaan orang tua. Perilakunya yang baik akan membuat orang di sekitarnya terkagum.

Selain itu, kebiasaan baik akan menuntun anak ke jalan kehidupan yang lebih baik, membuat anak memiliki kemampuan memimpin dan mengendalikan diri sendiri. Dan, masih banyak lagi keuntungan yang akan diperoleh anak dengan kebiasaan yang baik.

Peran penting orang tua dalam mengajarkan anak tentang kebiasaan baik ini sangat dibutuhkan anak. Orang tua bisa mengajarkan anak untuk berkebiasaan baik dengan melatih anak tentang 3 kemampuan berikut ini.

3 dari 6 halaman

Cara Mendidik Anak dengan Mengajarkan untuk Peka pada Lingkungan

Kemampuan untuk memahami situasi di lingkungan sosialnya menjadi kemampuan yang penting untuk anak. Dengan kemampuan ini, anak dengan sendirinya akan paham bagaimana dia menempatkan diri di dalam lingkungan dan bagaimana dia harus bersikap.

Mendidik anak untuk bisa memahami situasi sosial di sekitarnya akan membantu anak ketika menghadapi masalah, dan bagaimana harus menghindari masalah.

Misalnya, ketika anak mulai masuk sekolah, ia akan lebih bisa memahami bagaimana ia harus bersikap ketika berada di dalam kelas dan bagaimana ia harus bersikap ketika bersama teman.

Cara mendidik anak untuk memiliki kemampuan ini bisa dilakukan orang tua dengan kerap mengajak anak berjalan-jalan keluar rumah dan mengenalkannya pada berbagai komunitas. Bisa dengan mengajak anak berjalan ke mall, taman, restoran atau tempat publik lainnya.

Ajarkan anak untuk melihat situasi di sekitarnya. Beri pemahaman pada anak pada kejadian-kejadian yang ia saksikan, seperti orang yang sedang mengobrol dengan berbagai ekspresi hingga ekspresi bosan para pegawai. Hal ini akan membantu anak dalam mengidentifikasi emosi seseorang.

4 dari 6 halaman

Cara Mendidik Anak dengan Mengajarkan tentang Emosi

Setelah mengajarkan anak untuk memahami lingkungan sosialnya, maka ia akan menemui tantangan baru dalam mempelajari kebiasaan baik. Tantangan tersebut ialah tentang cara mengendalikan emosi.

Anak dengan kebiasaan baik, lebih bisa mengatur emosi yang ia rasakan dan memahami kapan ia bisa mengekspresikannya dan kapan ia harus menahannya terlebih dahulu.

Cara mendidik anak ini bisa dimulai dengan mencontohkan dari perilaku anak sendiri. Misalnya ketika ia sebal saat acara TV kesukaannya telah usai, orang tua bisa mengajarkannya untuk berkebiasaan baik dengan memberikan pengertian yang tepat.

Seperti, tidak memberikan pertanyaan yang menyudutkan anak, “ Kenapa harus kesal, kamu bisa menontonnya lagi besok, harus sabar dong untuk mendapatkan yang diinginkan.”

Selain dengan pernyataan seperti itu, orang tua juga bisa memberikan pengertian pada anak tentang konsekuensi yang ia dapat apabila tidak bisa mengendalikan emosinya. Misal, “ Kalau sudah kesal seperti itu, apa acaranya akan mulai lagi? Kesal hanya akan membuat kita merasa lelah.”

5 dari 6 halaman

Cara Mendidik Anak dengan Mengajarkan tentang Solusi

Kemampuan selanjutnya yang harus dimiliki anak untuk berkebiasaan baik ialah kemampuan dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Apabila anak sudah paham bagaimana cara menghadapi lingkungan sosialnya dan bagaimana harus bersikap, kemampuan yang satu ini akan mengikuti dengan sendirinya.

Dikuti dari Empowering Parents, tidak ada istilah anak baik dan anak jahat dalam mendidik anak. Pelabelan ini justru tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi anak. Apabila pelabelan ini terus dilakukan, anak akan meresponsnya dengan cara yang tidak baik, dan berakibat pada kebiasaannya yang juga menjadi tidak baik.



6 dari 6 halaman

Ajarkan Sesuatu yang Baru

Cara mendidik anak untuk menyelesaikan masalahnya dengan tepat bisa dilakukan dengan mengejarkan anak tentang sesuatu yang baru. Cara mengajarkan anak kemampuan ini dapat diperoleh dari cerita-cerita dalam buku. Dengan banyaknya informasi baru yang diperoleh anak, akan membuat anak menjadi lebih banyak alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Anak akan bisa tahu apa yang bisa dilakukan untuk mencari solusi satu dan apa bedanya dengan solusi ke dua. Kunci mengajarkan anak untuk berkebiasaan baik ialah mencontohkan dan memberi anak banyak informasi yang bermanfaat.

Sumber: Empowering Parents

Join Dream.co.id