Bentuk Emosi yang Sehat Pada Anak Laki-laki

Ibu Dan Anak | Kamis, 30 Maret 2017 08:04
Bentuk Emosi yang Sehat Pada Anak Laki-laki
Ayah Dan Anak

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak laki-laki cenderung dituntut mengekspresikan perasaan tertentu dan akan diejek jika menunjukkan perasaan yang lain.

Dream - Membesarkan anak laki-laki berarti harus menyiapkannya jadi pribadi dengan emosi yang stabil dan sehat. Ia akan tumbuh menjadi pemimpin dalam keluarga dan lingkungannya. Untuk itu membentuk kesehatan emosinya merupakan hal mendasar.

" Jangan biarkan anak lelaki Anda menahan emosinya, hanya karena ia selalu dicekoki dengan ungkapan 'anak lelaki tak boleh menangis'. Hal yang tepat adalah mengajarkannya menyalurkan emosi dan mengontrolnya dengan baik, bukan dengan memendamnya," ujar Annita William, seorang psikolog.

Anak laki-laki cenderung dituntut mengekspresikan perasaan tertentu dan akan diejek jika menunjukkan perasaan yang lain. Orangtua biasanya melakukan ini tanpa menyadari kalau hal tersebut bisa memicu hal lain. Padahal anak laki-laki diharapkan menjadi pribadi yang mandiri, aktif, agresif, kuat, dan bisa diandalkan.

" Kita ingin anak menjadi terbuka dan jujur tapi justru merasa ragu ketika anak menjadi terlalu sensitif dan menyukai hal seperti menari dan drama, atau menunjukkan kelembutan dan kefeminiman," ujar Annita.

Menurut Annita ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk membentuk emosi yang sehat pada anak laki-laki. Pendampingan orangtua adalah kuncinya.

Diskusi
Buat anak tahu kalau dia bisa mendiskusikan apa saja pada Anda. Jadilah orang yang bisa ia percaya dan hormati. Ceritakan permasalahan yang ada tapi dari sudut pandang yang subjektif.

Hubungan sehat dan terbuka
Prioritaskan diri untuk melakukan aktivitas yang membangun komunikasi dengan anak. Meskipun Anda sedang sibuk, lakukan hal kecil tapi bermakna untuk anak agar ia tahu bahwa dirinya penting bagi orangtuanya.

Mengerti tekanan yang dihadapi
Antarkan anak Anda dan temannya saat berpergian. Dengarkan pembicaraan mereka selagi mengemudi karena itu adalah tempat terbaik untuk mempelajari bagaimana cara mereka berpikir dan merasakan sesuatu. Mengundang temannya untuk main ke rumah juga bisa untuk mengetahui seperti apa teman-temannya sehingga Anda bisa lebih mengerti permasalahannya dan perasaannya.

Laporan Gemma Fitri Purbaya


Sumber: Powerful Mothering

 

Join Dream.co.id