3 Cara Biasakan Anak Solat Tepat Waktu

Ibu Dan Anak | Jumat, 26 Juni 2020 08:02
3 Cara Biasakan Anak Solat Tepat Waktu

Reporter : Mutia Nugraheni

Membiasakan anak-anak dengan adab-adab, amalan, maupun akidah islami harus dilakukan semenjak dini.

Dream - Solat merupakan ibadah yang pertama kali dihisab setelah seorang muslim meninggal dunia. Guru solat pertama bagi buah hati adalah orangtuanya. Mengajarkan anak solat sebaiknya dilakukan orangtua sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan.

Membiasakan anak-anak dengan adab-adab, amalan, maupun akidah islami harus dilakukan semenjak dini, karena dengan begitu akan membuat apa-apa yang kita ajarkan dapat tertanam kokoh di dalam jiwa mereka.

Saat hamil, biasakan solat tepat waktu dan ajak bicara janin dalam kandungan untuk menyembah Allah SWT dan memohon kelancaran dalam persalinan. Kewajiban solat memang sebenarnya baru setelah anak baligh, namun sudah harus dibiasakan sejak usia 7 tahun.

“ Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan shalat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karenanya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud dan Al- Hakim)

Nabi Muhammad dengan tegas telah mensyariatkan agar pendidikan solat dimulai sejak usia dini, yaitu sebelum mereka mencapai usia baligh. Bahkan ketika anak-anak berusia tujuh tahun, mereka telah diperintahkan untuk menjalankan solat.

 

2 dari 8 halaman

Bagaimana biasakan anak salat tepat waktu?

1. Jadi contoh utama

Cara mengajari anak soalat yang pertama adalah orangtua harus menjadi contoh agar anak mengikuti apa yang dilakukan. Usia balita merupakan masa di mana anak sangat lekat dalam memperhatikan atau mengamati serta meniru tingkah laku atau perilaku dari orangtua.

Anak-anak adalah peniru yang sangat andal, tidak butuh waktu lama bagi seorang anak untuk meniru perilaku yang ia lihat. Jadi mulailah solat di depan anak. Sat azan berkumandang, tinggalkan aktivitas dan segera ambil wudhu. Lama-kelamaan anak akan mengerti kalau ia harus solat setelah azan.

 

3 dari 8 halaman

2. Ajak anak solat

Setelah anak mulai mengerti, di usia 3 tahun, anak sudah bisa diajak solat bersama. Tentu saja belum sempurna, tapi setidaknya ia mulai melakukan gerakan solat dan terbiasa melakukann ibadah. Berdoa bersama jadi ritual yang pastinya sangat menyenangkan dan menenangkan bagi anak dan orangtua.

 

4 dari 8 halaman

3. Ceritakan makna salat

Memasuki usia 7 tahun, wajib bagi anak untuk solat. Selalu ingatkan dan beri pujian jika anak melakukan tepat waktu. Bila anak lalai, berikan konsekuensi atau hukuman. 
Jangan lupa ceritakan arti dan makna dari bacaan salat.

Ungkapkan juga hikmah solat, dan bagaimana ibadah ini bisa menjauhkannya dari hal-hal negatif. Mungkin bisa juga diceritakan peristiwa perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad. Anak biasanya akan lebih mengerti dan tertarik dengan cerita-cerita Nabi.

Tak mudah memang membiasakan anak solat tepat waktu. Kuncinya adalah konsisten dan disiplin serta selalu menjadi contoh yang baik. Saat anak memahami pentingnya solat bagi dirinya, ia akan merasa rugi jika meninggalkannya atau tidak tepat waktu. Selengkapnya baca di sini.

Semoga buah hati menjadi anak soleh/ soleha!

5 dari 8 halaman

Metode Mendidik Buah Hati Secara Islam yang Dicontohkan Rasulullah

Dream - Buah hati merupakan titipan dari Allah SWT. Kelak, para orangtua akan dimintai pertanggungjawabannya dalam mengurus anak-anaknya oleh Allah SWT.

Untuk itu, sebisa mungkin ayah dan ibu mengikuti kaidah-kaidah Islami dalam mendidik putra-putrinya.

Bagaimana caranya? Dikutip dari BincangMuslimah.com, ada enam metode mendidik anak dalam Islam menurut para ahli.

Metode ini bersumber dari perilaku Rasulullah SAW semasa hidup. Penting bagi orangtua untuk mengetahuinya.

1. Metode Qurani dan Nabawi
Pertama, metode dialog Qurani dan Nabawi. Maksud dialog dalam metode ini adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih melalui tanya jawab yang di dalamnya ada inti pembicaraan. Yaitu menciptakan dialog yang berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pemikiran antar manusia.

 

6 dari 8 halaman

2. Kisah Alquran dan Nabawi

Metode kedua ini berupa cara mendidik anak melalui media cerita tentang kisah-kisah teladan yang ada di dalam Alquran maupun pada masa Islam generasi pertama. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman: “ Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu.” (Q.S.Yusuf [12]:3)

 

7 dari 8 halaman

3. Keteladanan

Keteladanan adalah salah satu metode yang paling efektif dalam mendidik anak. Tanpa keteladanan, orangtua akan sulit mendapatkan ketaatan mutlak dari anaknya. Rasul dan tokoh baik lain yang terdapat dalam Alquran adalah suri tauladan dalam setiap detik kehidupan. Rasulullah SAW kerap mengajar dengan memberi contoh atau teladan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa: “ Rasulullah SAW senantiasa bangun untuk salat malam (tahajud) sehingga kedua mata dan kakinya bengkak. Lalu beliau ditanya: ‘Bukanlah Allah telah mengampuni segala dosamu yang telah lalu dan yang akan dating?’ Nabi menjawab: ‘Apakah tidak pantas aku menjadi hamba yang bersyukur?’”

 

8 dari 8 halaman

4. Metode praktik dan perbuatan

Metode ini adalah sebuah metode pendidikan dengan cara mengajari anak langsung tanpa memberikan teori yang bertele-tele. Metode ini bisa dipakai dalam mengajarkan adab kegiatan keseharian, misalkan cara makan dan minum. Dalam sebuah riwayat dikisahkan: “ Dari Ibnu ‘Abbas r.a., sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: ‘Akrabillah anak-anak kamu dan didiklah mereka dengan adab yang baik’,” (H.R. Tabrani)

Baca penjelasan selengkapnya di sini

Join Dream.co.id