10 Cara Mendidik Anak Secara Islami Sejak Dini Sesuai Ajaran Rasulullah

Ibu Dan Anak | Selasa, 15 Desember 2020 08:05

Reporter : Arini Saadah

Mengenalkan anak kepada nilai-nilai islam perlu pendekatan khusus supaya ajaran islam tidak salah diterima maknanya oleh anak.

Dream – Mendidik anak secaa islami sejak dini bagi umat Islam sangatlah penting. Cara mendidik anak secara islami perlu diketahui setiap orang tua.

Cara mendidik anak secara islami disesuaikan dengan latar belakang dan kebutuhan anak. Sebab anak merupakan amanah bagi setiap orang tua yang hidup dalam lingkungan yang beragama Islam.

Cara mendidik anak secara islami sejak dini bukanlah perkara mudah. Mengenalkan anak kepada nilai-nilai islam perlu pendekatan khusus supaya ajaran Islam tidak salah diterima maknanya oleh anak. Sehingga tak sedikit loh orang tua yang mengalami kesulitan dan merasa kewalahan saat mengajarkan dan mendidik anak secara islami sejak dini.

Mengingat pentingnya mendidik anak secara islami, seperti sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang berbunyi, “ ketika seseorang meninggal, tindakannya tidak akan dilanjutkan kecuali dengan tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.”

Hadis itulah yang menunjukkan pentingnya mendidik anak secara islami supaya menjadi orang yang sholeh dan bertanggungjawab. Berikut ini 10 cara mendidik anak secara islami sejak dini sesuai ajaran Rasulullah SAW:

10 Cara Mendidik Anak Secara Islami Sejak Dini Sesuai Ajaran Rasulullah
Ilustrasi Mengajarkan Anak Mendirikan Sholat (Foto: Freepik.com)
2 dari 6 halaman

Memberi Nama yang Baik & Tidak Memisahkan Anak dari Ibunya

1. Memberi Nama yang Baik

Cara mendidik anak secara islami sejak dini yang paling utama adalah dnegan memberikan nama yang baik bagi anak. Sebab nama merupakan doa dan harapan untuk anak kelak. Nabi SAW pernah mengganti nama Hazan yang berarti kesedihan menjadi Sahal yang berarti kemudahan.

Nabi bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “ sesungguhnya kalian akan dipanggil nanti pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perbaguslan nama-nama kalian.”

Dengan memberikan nama yang baik untuk anak, maka Sahabat Dream juga bisa mengenalkan nilai-nilai islam dari nama tersebut kepada buah hati.

2. Tidak Memisahkan Anak dari Ibunya

Cara mendidik anak secara islami sejak dini yang kedua adalah dengan tidak memisahkan anak dari ibunya. Ibu memiliki ikatan batin yang kuat dengan buah hatinya. Melalui sosok ibu, anak mendapatkan Pendidikan pertamanya. Maka jangan sampai seorang bayi dipisahkan dari orang tuanya khususnya ibunya.

Dalam sebuah hadis Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “ barangsapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.”

3 dari 6 halaman

Adil dan Ajarkan Kasih Sayang

3. Berperilaku Adil Kepada Anak

Cara mendidik anak secara islami selanjutnya adalah dengan tidak membeda-bedakan anak. Berlaku adillah kepada sesama anak, untuk mengajarkan kepada anak bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan rezekinya masing-masing.

Pada masa jahiliyah, anak perempuan dianggap aib bagi keluarga. Bahkan anak perempuan pada masa itu dikubur hidup-hidup. Akan tetapi sejak Rasulullah Saw membawa risalah kenabian, adat yang kejam itu lambat laun hilang.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “ bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu.”

4. Ajarkan Kebaikan dan Kasih Sayang

Kasih sayang sesama mahluk hidup perlu diajarkan sejak dini. Bahkan Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang pada orang-orang di sekitarnya, khususnya anak-anak. Dalam sebuah riwayat Abdullah bin Shaddad dikatakan bahwa, ketika Rasul sedang salat dan bersujud, seorang anak menaiki punggung Rasulullah, dan dibiarkan. Bahkan Rasulullah sangat lama bersujud menunggu sang anak turun dengan sendirinya.

Perilaku Rasullah SAW tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sifat dasar anak-anak adalah bermain. Dengan bermain dan bercanda anak-anak akan semakin berkembang baik fisik, emosional, kognitif, dan sosial.

Cara mendidik anak secara islami tidak harus melulu memaksanya untuk belajar. Namun ada kalanya kita harus membiarkan anak-anak bermain dan beebas berekspresi. Maka perhatikanlah mereka dengan penuh kasih sayang dan ajarkan kepada mereka kebaikan hidup.

4 dari 6 halaman

Mengenalkan dan Memberi Contoh Dasar-Dasar Islam

5. Kenalkan Dasar-dasar Islam

Cara mendidik anak secara islami sejak dini dilanjutkan dengan mengenalkan dasar-dasar Islam. Ini penting untuk menanamkan rasa cintanya pada Islam dan Allah Swt sebagai Tuhan-nya.

Hadis dari Ibnu Abbas menyebutkan, “ bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat laa ilaaha illallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, laa ilaaha ilallah. Sesunggunya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya laa ilaaha illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apapun tidak akan ditanyakan kepadanya.” (HR. Ibnu Abas).

Kemudian dalam kitab AL Amali dari Iman Al Baqir serta Imam Ash Shadiq mengatakan mengenai tahapan awal untuk mengenalkan anak kepada Allah SWT. Dalam hadis disebutkan bahwa anak di usia  3 tahun, ajarkan kalimat tauhid laa ilaaha illallah sebanyak tujuh kali. Kemudian saat anak menginjak usia 3 tahun 7 bulan ajarkan sang anak kalimat Muhammad Rasulullah.”

Dengan menerapkan kedua kalimat itu maka diharapkan anak bisa tumbuh dengan kecintaannya kepada Allah dan Rasulullah.

6. Memberi Contoh

Cara mendidik anak secara islami juga perlu dengan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini perlu dilakukan oleh para orang tua karena lingkup sosial anak masih sangat kecil, sehingga keluarga diharapkan mampu memberikan interaksi sosial pertama yang baik bagi anak.

Jika anak berbuat salah, perlu dikoreksi dan tidak perlu dimarahi. Sebab bisa jadi kekeliruan anak karena meniru yang dilakukan orang tuanya seperti apa yang mereka dengar dan lihat. Dengan memberikan contoh perilaku baik setiap saat, maka itu sudah termasuk cara mendidik anak secara islami sejak dini.

Seperti riwayat Al Bukhari, “ anda adalah wali dan bertanggungjawab atas dakwaannya. Penguasa yang memiliki otoritas atas orang adalah wali dan bertanggungjawab atas mereka, seorang lelaki adalah penjaga keluarganya dan bertanggungjawab atas mereka, seorang wanita adalah penjaga rumah dan anak-anak suaminya, bertanggungjawab atas mereka.”

Riwayat tersebut kita bisa tahu kalau setiap orangtua akan dipertanyakan bagaimana tanggungjwab mereka dalam mendidik anak di hari akhir kelak.

5 dari 6 halaman

Kenalkan Batasan dan Tanggungjawab

7. Memperkenalkan Batasan-Batasan

Dalam agama Islam ada batasan-batasan yang mengatur jalannya hidup sehati-hari. Baik Batasan dalam mengurusi urusan orang lain dan Batasan bagaimana harus bersikap dalam masyarakat. Batasan ini juga berlaku saat melakukan cara mendidik anak secara islami dengan benar.

Anak membutuhkan batasan dalam pengasuhannya. Orangtua perlu memahami bahwa anak butuh kebebasan dalam bertindak dan berperilaku. Sangat penting untuk meminta pendapat sang anak saat orang tua hendak melakukan sesuatu pada anak.

Cara mendidik anak dilakukan dengan menetapkan batasan untuk setiap anggota keluarganya termasuk orangtua sendiri. Ketika anak waktunya jam bermain atau belajar, orangtua tidak boleh mengganggu mereka. Batasan itu bisa dituliskan dengan visualisasi yang menarik.

8. Ajarkan Tanggung Jawab

Mengajarkan anak tentang tanggungjawab merupakan hal yang penting. Ini menjadi cara mendidik anak secara islami yang perlu dilakukan sejak dini. Sekecil apapun tanggungjawab itu, bila anak melakukannya dengan baik maka akan sangat berguna bagi perkembangan anak kelak.

Tanggungjawab mengajarkan anak untuk hidup secara mandiri. Menjadi anak yang bisa diandalkan dan produktif. Saat bermain di rumah, beri ia tanggungjawab untuk membereskan sendiri mainan mereka dan menatanya dengan baik. Berangkat dari hal kecil, maka ia akan terbiasa bertanggungjawab hingga dewasa.

Memberi tanggungjawab kepada anak sejak dini memang epnting, tapi jangan terlalu membebani anak. Beri pemahaman betapa pentingnya tanggungjawab kepada mereka, dan risiko apa yang harus diterma kalau tanggungajwab tidak dijalankan.

6 dari 6 halaman

Ajarkan Sholat, Puasa dan Menutup Aurat

9. Ajarkan Mendirikan Sholat

Cara mendidik anak selanjutnya adalah dengan mengajarkan mendirikan sholat lima waktu. Orangtuu perlu memberikan contoh yang baik saat mendirikan sholat dan jangan membuat anak menjadi bingung. Saat anak berusia 7 tahun kamu bisa menyuruhkan melaksanakan sholat. Hal ini sesuai dengan hadis dari Ahmad dan Abu Dawud.

“ Suruhlah anak-anakmu sholat ketika berumur tujuh tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

10. Melatih Anak Berpuasa dan Menutup Aurat

Ketika bulan Ramadhan tiba, ajarkanlah kepada anak-anak untuk berlatih berpuasa. Ajak mereka sahur dan berbuka. Kamu bisa mengajarkan mereka untuk berpuasa setengah hari pada awal-awal latihan.

Juga perlu mengajarkan puasa penuh untuknya. Orangtua juga perlu menceritakan mengapa umat muslim harus berpuasa, atau manfaat menakjubkan yang bisa didapat saat berpuasa.

Selain itu, Rasullah SAW mengajarkan anak-anak dan keluarga untuk menggunakan pakaian yang disyariatkan oleh Islam. Misalnya seperti menyuruh anak menutup aurat.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW pernah menegur Asma dan bersabda, “ hai Asma, sesungguhnya wanita apabila sudah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini” Rasul menunjukk wajah dan telapat tangan.

 

Join Dream.co.id