Anak Tak Hormati Orangtua, Salah Satu Tanda Kiamat

Ibu Dan Anak | Senin, 7 Oktober 2019 08:05
 Anak Tak Hormati Orangtua, Salah Satu Tanda Kiamat

Reporter : Mutia Nugraheni

"Jika suatu hari sudah ada budak melahirkan majikan".

Dream - Tak ada yang tahu kapan kiamat akan datang. Allah SWT telah berfirman kalau kiaman adalah misteri yang tak akan diketahui manusia, namun ada tanda-tandanya. Salah satu yang sangat menyedihkan adalah ketika banyak anak yang tak lagi menghormati orangtuanya.

Di antara tanda yang sudah mulai terlihat saat ini adalah sesuai dengan sabda Rasulullah yang menyatakan jika suatu hari sudah ada budak melahirkan majikan, maka menjadi pertanda kiamat sudah dekat. Hal ini adalah fenomena anak yang durhaka kepada orangtua.

" Saat ini kita bisa saksikan dan dengar sendiri banyaknya kejadian anak menjadikan orang tuanya seperti budak atau pembantu. Anak sudah tidak lagi menghormati orangtua dan tidak memposisikan orangtua sebagai sosok yang dihormati," kata KH Ahmad Nasihin, Pengasuh Pesantren Al Wustho Pringsewu, seperti dikutip dari NU Online.

Tentunya hal ini sangat miris. Banyak kasus anak-anak yang berperilaku durhaka pada orangtuanya.

2 dari 7 halaman

Tanda Kiamat yang Lain

Beliau juga menjelaskan ada sekitar 80 tanda-tanda kiamat yang sudah diisyarakatkan baik melalui Al-Quran maupun hadits. Tanda-tanda ini menjadi tadzkirah (pengingat) bagi manusia.

Tanda kiamat lain yang ia jelaskan yakni banyaknya orang mengaku nabi. Kiai Nasihin menjelaskan bahwa akan ada 30 orang yang mengaku nabi dan yang ke-30 nya adalah yang dinamakan Dajjal Hakiki (sebenar-benarnya Dajjal). Dajjal sendiri adalah sosok pembohong besar dan suka menutup-nutupi sesuatu kebenaran.

Selengkapnya baca di sini

3 dari 7 halaman

Miris, Ciri-ciri Orangtua yang Durhaka Pada Anaknya

Dream - Sejak kecil kita selalu diperingatkan untuk tidak bersikap buruk pada orangtua. Jangan sampai menjadi anak durhaka, yang suka membangkang dan menyakiti hati orangtua. Pasalnya, ridho Allah SWT berasal dari ridho orangtua.

Tak banyak orangtua yang menyadari kalau sikap buruk dan durhaka bukan hanya dilakukan oleh anak kepada orangtua. Mereka yang dianggap sudah dewasa, tahu mana baik dan buruk juga bisa bersikap durhaka pada anak sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh ustaz Ayang Utriza Yakin, PhD., di akun Twitternya. Pria yang juga lulusan Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan banyak faktor yang membuat orangtua bisa menjadi durhakan terhadap anak-anaknya.

" Ratusan pertanyaan masuk yg isinya hampir semua sama 'apakah ada orangtua yg durhaka?', Jawaban sy: YA. Adakah dalilnya? 'ya, banyak baik dari Alquran & hadis," ungkapnya.

4 dari 7 halaman

Siapakah Orangtua Durhaka?

Ustaz Ayang pun menjelaskan penyebab seseorang menjadi orangtua yang durhaka. Pertama, yaitu orangtua yang memberi nafkah untuk anaknya dari hasil kerja/ usaha yang haram.

" Korupsi, rampok, nyuri, jambret, malak, balak hutan, narkoba,"  tulisnya.

Lalu kedua, orangtua yang durhaka yaitu mereka yang tidak memberikan teladan baik ke anak-anaknya. Seperti mencontohkan salat, berpuasa, mengaji dan mengenal Islam.

5 dari 7 halaman

Membiarkan dan merendahkan anak

Bagi orangtua, jangan pernah mengucapkan kata kasar apalagi sampai menghina dan merendahkan. Hal tersebut sudah termasuk sikap durhaka dan sangat merusak mental anak. Ustaz Ayang juga mengingatkan hal tersebut, kalau orangtua yang durhakan adalah yang merendahkan anak sendiri"

" Orangtua yang menyakiti/ merisak/ menghina/ merendahkan anak-anaknya dengan ucapan/ kata2/ perlakuan hingga anak trauma atau rendah diri. Orangtua yang membiarkan anaknya dalam kemaksiatan dan keburukan seperti miras, narkoba, zina,"  ungkapnya.

6 dari 7 halaman

Surah At Tahrim ayat 6

Ustaz Ayang mengingatkan para orangtua terutama Ayah untuk melindungi keluarganya. Bertanggung jawab pada anak dan mengasuhnya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam surah At Tahrim ayat 6.

 At Tahrim ayat 6
© At Tahrim ayat 6

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Ustaz Ayang merujuk pada pendapat Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya al Jami li-Ahkam terkait ayat di atas. Yaitu: Orangtua wajib menjaga keluarganya dari apa yang membawa mereka ke neraka dengan mengajak anaknya berzikir, berdoa dan takwa kepada Allah SWT dan itu dilakukan dengan nasihat serta teladan perbuatan.

 

7 dari 7 halaman

Anak Durhaka Bisa Jadi karena Orangtua Durhaka

Sikap durhaka anak, menurut ustaz Ayang, bisa jadi karena orangtua terlebih dulu yang durhaka pada anak-anaknya. 

Seperti riwayat dalam kitab Tanbih al-Ghafilin (hal 69-70, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, Tahqiq: Abdullatif: Hasan Abdurahman).

Yaitu ketika ada seorang laki-laki datang menemui Sahabat Umar bin al-Khatab. Ia mengadu akan tindakan kurang ajar anaknya.

Bukannya mengakui kesalahannya, si anak justru mencela orang tuanya karena telah menelantarkannya. “ Wahai Amirul Mukminin... Bukankah orang tua juga punya kewajiban kepada anaknya?” tegas sang anak.

Mendengar penjelasan pihak si anak, Umar justru menegur keras orang tua si anak tersebut. Beliau memandang ke arah orang tua si anak dan memberinya nasihat:

“ Anda mengadu kepadaku akan kenakalan anakmu, sementara anda sendiri telah durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu. Anda telah memperlakukannya dengan buruk sebelum ia memperlakukan buruk kepadamu!”

Lihat penjelasan ustaz Ayang di akun Twitternya.

Join Dream.co.id