Alasan Buah Hati Kerap Berulah Saat Orangtua Bekerja di Rumah

Ibu Dan Anak | Rabu, 6 Mei 2020 08:03
 Alasan Buah Hati Kerap Berulah Saat Orangtua Bekerja di Rumah

Reporter : Mutia Nugraheni

"Anak senang dengan hubungan hangat yang selalu mengikutinya".

Dream - Sudah nyaris dua bulan bekerja dari rumah diterapkan berbagai perusahan, efek dari pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat orangtua mau tak mau harus membagi perhatian dengan anak, terutama yang berusia lima tahun ke bawah.

Mungkin banyak dari Sahabat Dream yang mengalami si kecil jadi lebih berulah saat orangtuanya bekerja. Terutama ketika orangtuanya fokus dengan laptop dan pekerjaan, padahal ada mereka di sekitar.

Ada yang menangis, mengajak main, mengeluh, membuang mainan dan segala macam ulah yang kerap membuat sakit kepala. Penasaran mengapa demikian? Sejak lahir, anak selalu mendapat perhatian penuh.

Tangisan jadi alat komunikasi anak saat belum bisa bicara. Oleh pengasuh dan orangtua, anak kemudian membangun hubungan emosi dan kedekatan.

" Anak senang dengan hubungan hangat yang selalu mengikutinya. Seiring waktu, anak semakin besar dan orangtua makin melepaskannya untuk bermain sendiri. Kondisi ini membuat anak merasa takut, apakah masih mendapat perhatian dari orangtuanya," kata Bridgett Miller, seorang pakar pengasuhan anak.

 

2 dari 6 halaman

Memastikan

Untuk itu mereka berulah demi memastikan masih mendapat perhatian dari orangtuanya. Terutama saat orangtuanya sibuk bekerja dan terkesan tak memperhatikannya. Berbagai cara pun dilakukan demi bisa mencuri perhatian orang di sekitarnya.

" Untuk anak kecil yang sangat membutuhkan perhatian orang tua, bahkan perhatian negatif lebih baik daripada tidak mendapatkan perhatian sama sekali," kata Miller dikutip dari Todays Parent.

Jadi jangan heran saat bekerja di rumah, si kecil akan terus menggangu sampai mendapat perhatian yang diinginkannya. Coba berikan pelukan tiap 30 menit untuk anak, bisa juga kecupan atau hal lain yang disukainya. Hal ini cukup bisa mengurangi frekuensi berulahnya, karena ia merasa tetap mendapat perhatian.

Selamat mencoba, Sahabat Dream!

3 dari 6 halaman

Coba Trik Agar Anak Main Sendiri Saat Orangtua Sibuk Kerja di Rumah

Dream- Balita cenderung menempel pada ibu atau orang yang dekat dengannya. Tentu saja hal ini menyita banyak waktu. Rasanya tidak tega saat anak memegangi tangan kita atau bergelayut di kaki ketika kita akan bekerja. 

Apalagi saat ini sedang diterapkan kebijakan bekerja dari rumah. Tentunya bagi ayah dan ibu yang bekerja hal ini akan sangat sulit, terutama jika pengasuh tak bisa terus mengawasi.

Penting untuk melatih si kecil lebih mandiri. Terutama di masa-masa seperti sekarang. Buatlah anak sibuk sendiri dengan permainannya.

Lama-kelamaan, ia akan menikmati momen bermain sendiri. Bagaimana caranya? Berikut adalah trik-trik yang bisa dilakukan.

4 dari 6 halaman

1. Mulai Secara Bertahap

Pamit kepada anak ketika kita akan meninggalkan mereka selama beberapa menit (katakanlah, untuk mencuci piring), tetapi jangan pergi terlalu jauh, dan pastikan kita kembali ketika menyelesaikannya.

Menurut Direktur Kesehatan Mental Bayi di Rumah Sakit Anak Toronto, Kanada, yakni Chaya Kulkarni, seiring berjalannya waktu, cara itu akan membiasakan untuk bermain tanpa ditemani orangtuanya.

Jangan pernah sekalipun orangtua menyelinap pergi Ketika anak tidak melihatnya atau tanpa pamit, karena hanya akan membuat mereka khawatir dan hanya meningkatkan permintaan anak akan perhatian orangtuanya.

5 dari 6 halaman

2. Buat Anak Antusias dengan Mainannya

Menurut para psikolog anak, semakin banyak mainan yang dilihatnya, akan membuatnya semakin sulit untuk fokus dan bermain sendiri. Akibatnya, ia akan meminta perhatian orangtua untuk memilihkan mainan dan bermain bersamanya.

Maka dari itulah, coba batasi mainan balita hingga tidak terlalu banyak jumlahnya. Tidak harus membuang mainannya, sembunyikan saja sampai ia bosan dengan mainan yang ada. Dengan begitu ia tidak akan mudah merasa bosan, dan sangat antusias ketika kita berikan mainan lainnya. Dengan begitu anak dapat fokus bermain dengan mainan ‘baru’ yang kita berikan.

6 dari 6 halaman

3. Berikan Contoh Pada Anak

“ Untuk mendorong anak-anak menjadi mandiri dan bermain sendiri, orangtua perlu mencontohkan perilaku itu untuk mereka,” kata Jane Hewes, profesor program Pembelajaran Awal dan Perawatan Anak di Mac Ewan University di Edmonton, Kanda.

Orangtua disarankan sering membaca buku di samping anak mereka. " Ada manfaat besar jika melakukan kegiatan serupa di samping mereka," kata Hewes. " Mereka menyaksikan apa yang orangtuanya lakukan dan meniru perilaku mereka. Mereka ingin seperti kamu,” tambahnya.

 

Join Dream.co.id