World Breastfeeding Week 2020, WHO Tekankan Pentingnya Konseling Menyusui

Do It Yourself | Senin, 3 Agustus 2020 14:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Pemerintah berbagai negara didesak untuk menyediakan konseling menyusui yang terampil dan memadai.

Dream - World Breastfeeding Week (Pekan Menyusui Sedunia) selalu digelar tiap tahunnya pada 1 hingga 7 Agustus. Pada 2020 kali ini dirayakan secara berbeda, di tengah pandemi Covid-19. Meski demikian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) tetap membuat tema khusus yaitu “ Support Breastfeeding for a Healthier Planet”

WHO menekankan dukungan untuk ibu menyusui demi planet yang lebih sehat. WHO dan UNICEF menyerukan kepada pemerintah berbagai negara untuk melindungi dan mempromosikan akses ibu menyusui ke konselor menyusui yang terampil, yang merupakan komponen penting dari dukungan menyusui.

" Menyusui memberikan awal terbaik bagi setiap anak dalam kehidupan. Memberikan manfaat kesehatan, nutrisi dan emosi untuk anak dan ibu. Merupakan bagian dari sistem pangan berkelanjutan. Meskipun menyusui adalah proses alami, itu tidak selalu mudah. Ibu membutuhkan dukungan untuk memulai dan konsisten menyusui," pernyataan dari WHO dan UNICEF, dikutip dari WHO.int.

 

World Breastfeeding Week 2020, WHO Tekankan Pentingnya Konseling Menyusui
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

ASI Bisa Menyelamatkan Puluhan Ribu Anak

Layanan konseling yang terampil dapat memastikan bahwa ibu dan keluarga menerima dukungan ini, bersama dengan informasi, saran, dan jaminan yang mereka butuhkan untuk memberi nutrisi pada bayi secara optimal. Konselor menyusui dapat membantu ibu membangun kepercayaan diri sambil menghormati keadaan dan pilihan masing-masing.

Konseling juga dapat memberdayakan perempuan untuk mengatasi tantangan dan mencegah praktik pemberian makan dini dan perawatan yang dapat mengganggu pemberian ASI yang optimal, seperti penyediaan cairan, makanan, dan pengganti ASI yang tidak perlu untuk bayi dan anak.

Rekomendasi lainnya adalah meningkatkan akses ke konseling terampil agar memperpanjang durasi menyusui hingga 2 tahun dan mempromosikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Analisis menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pemberian ASI eksklusif dapat menyelamatkan nyawa 820.000 anak setiap tahun, menghasilkan pendapatan tambahan US $302 miliar.

3 dari 4 halaman

Selalu Mual Saat Menyusui, Redakan dengan Cara Ini

Dream - Rasa mual biasanya muncul di awal kehamilan. Rupanya, pada beberapa ibu mual juga dirasakan saat menyusui. Mungkin ibu juga mengalaminya? Jangan khawatir jika terasa mual saat menyusui.

Dikutip dari MomJunction, menyusui tidak secara langsung menyebabkan mual. Tetapi berbagai faktor yang berhubungan dengan menyusui mungkin memicu keluhan tersebut. Antara lain perubahan gaya hidup dan perubahan hormon.

Mual yang terjadi saat menyusui bisa jadi berkaitan erat dengan pelepasan oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan refleks pengeluaran susu dan juga membantu kerja sistem pencernaan lebih efisien serta berhubungan dengan hormon usus lain yang dapat menyebabkan mual.

Menurut Dr. Ruth Lawrence, seorang ahli laktasi, mual pada ibu menyusui selain karena hormon bisa jadi karena gula darah rendah. Disertai rasa sakit kepala dan lapar yang kemudian terasa mual. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan mual saat menyusui. Apa saja?

 

4 dari 4 halaman

Pereda Mual

1. Teh jahe
Teh jahe mungkin bisa membantu mengurangi mual. Selain itu, jahe juga terbukti bersifat " galactagogue," yang bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Rasa hangat dari jahe bisa sedikit meredakan mual.

2. Peppermint
Ibu juga bisa mengonsumsi permen peppermint. Minum teh jenis peppermint diketahui bisa membantu meredakan mual. Pastikan saja mengonsumsinya dengan cukup dan tidak berlebihan.

3. Esensial oil
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mencium aroma minyak esensial seperti lemon, spearmint, lavender dan aroma lainnya. Perbanyak juga minum air putih hangat dan makan dengan bergizi demi meredakan mual.

Join Dream.co.id