WHO Selidiki Hubungan Hepatitis Misterius Anak dengan Infeksi Covid-19

Do It Yourself | Kamis, 12 Mei 2022 08:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Kasus hepatitis misterius ini telah dilaporkan di 20 negara, dengan 70 kasus tambahan dari 13 negara lainnya.

Dream - Kasus hepatitis yang memicu kematian beberapa anak di berbagai negara dan transplantasi hati, hingga kini masih dalam diteliti oleh Badan Kesehatan dunia (WHO). Pada 10 Mei 2022 WHO mengungkap bahwa ada kemungkinan kasus hepatitis misterius dipicu oleh adenovirus dan infeksi COVID-19 semakin cepat.

Kasus hepatitis misterius ini telah dilaporkan di 20 negara, dengan 70 kasus tambahan dari 13 negara lainnya yang menunggu klasifikasi karena masih menunggu hasil tes. Hanya enam negara yang melaporkan lebih dari lima kasus, dengan lebih dari 160 dilaporkan di Inggris.

" Selama seminggu terakhir, ada beberapa kemajuan penting dengan penyelidikan lebih lanjut dan beberapa perbaikan hipotesis kerja," kata Philippa Easterbrook, dari program hepatitis global WHO, dikutip dari Channel News Asia.

Menurut Easterbrook, Inggris telah mengoordinasikan serangkaian studi komprehensif yang melihat genetika anak-anak yang terkena dampak, juga respons kekebalan, virus, dan studi epidemiologi lebih lanjut.

 

WHO Selidiki Hubungan Hepatitis Misterius Anak dengan Infeksi Covid-19
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Banyak Terdeteksi Pada Anak di Bawah 10 Tahun

WHO pertama kali mendapat laporan hepatitis misterius ini pada 5 April 2022 lalu, yaitu ada 10 kasus hepatitis yang tidak dapat dijelaskan di Skotlandia, terdeteksi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki 109 kasus tersebut, termasuk lima kematian yang dilaporkan.

" Saat ini, hipotesis utama tetap yang melibatkan adenovirus - dengan juga masih merupakan pertimbangan penting tentang peran Covid juga, baik sebagai koinfeksi atau infeksi masa lalu," kata Easterbrook.

Pengujian lebih lanjut dalam seminggu terakhir mengkonfirmasi bahwa sekitar 70 persen dari kasus dinyatakan positif adenovirus, dengan sub-tipe 41 - biasanya terkait dengan gastroenteritis - sub-tipe yang lazim. Pengujian juga menunjukkan bahwa sekitar 18 persen kasus secara aktif dinyatakan positif COVID-19.

" Fokus besar selama minggu depan adalah melihat pengujian serologis untuk paparan dan infeksi sebelumnya dengan COVID," kata Easterbrook.

Adenovirus biasanya menyebar melalui kontak pribadi yang dekat, tetesan pernapasan, dan permukaan. Virus ini diketahui menyebabkan gejala pernapasan, konjungtivitis atau bahkan gangguan pencernaan.

3 dari 6 halaman

Alasan Hepatitis Akut yang Menyerang Anak Disebut Misterius

Dream - Merebaknya kasus hepatitis pada anak-anak yang menyebabkan tiga orang anak meninggal di Indonesia pastinya memicu kekhawatiran orangtua. Kasus ini awalnya terdeteksi di Amerika dan Inggris dan membuat pasiennya harus sampai melakukan transplantasi hati.

Hingga saat ini virus yang menyebabkannya disebut misterius. Hal ini karena belum diketahui secara pasti jenis virus tersebut. Profesor Zubairi Djoerban, dokter spesialis penyakit dalam, mengungkap dalam akun Instagram resminya @profesorzubairi, alasan virus ini disebut misterius.

Menurutnya, hepatitis ini bukan disebabkan oleh virus hepatitis yang sebelumnya diketahui yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Dampaknya juga begitu fatal.

Bisa menyebabkan meninggal dunia, bahkan beberapa pasien yang bisa bertahan di Inggris hingga membutuhkan cangkok/ transplantasi hati. Hingga saat ini peneliti masih mencari tahu detail dan karakteristik virus pemicunya.

" Diduga Adenovirus 42 yang sebelumnya tak pernah merusak liver kecuali imunitas buruk. Menyerang anak-anak yang notabene imunitasnya bagus," tulis Profesor Zubairi.

 

4 dari 6 halaman

Tak Ada Demam

Ia juga menjelaskan beberapa penelitian yang menemukan hepatitis tersebut disebabkan Adenovirus 41 dan sebagian Sars Cov2. Juga beberapa kasus disebabkan kombinasi dua virus dan mungkin penyebab lain.

Untuk gejala khas, menurut Profesor Zubairi, pasien kerap mengeluhkan masalah pencernaan/ gastrointestinal. Setelah itu muncul gejala kekuningan di mata dan kulit.

" Tes laboratoriumnya juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah. Sebagian besar anak tidak mengalami demam," ungkapnya.

5 dari 6 halaman

Ini Gejala Hepatitis Misterius yang Menyerang Anak-anak

Dream - Munculnya kasus hepatitis misterius pada anak di sejumlah negara kembali memicu ketakutan. Di Indonesia sendiri, sudah tiga anak meninggal dunia karena hepatitis ini.

Kasusnya bermula pada 5 April 2022 lalu terdqpat 10 kasus Hepatitis Akut terjadi pada anak-anak di Inggris Raya.

Seluruh pasien dirawat di Rumah Sakit dengan hasil tidak ditemukannya virus Hepatitis A-E dalam pemeriksaan laboratorium. 

Dua hari kemudian penyelidikan dilakukan lebih lanjut, hasilnya menunjukan 64 kasus baru di Inggris Raya. Enam pasien anak yang mengalami Hepatitis Akut ini telah menjalani transplantasi hati. 

Lalu penyakit ini menyebar ke Spanyol, Israel, Denmark, Irlandia, Norwegia, Prancis, Rumania, Belanda, Italia, Amerika Serikat, Belgia, Inggris Raya, Kanada dan Irlandia Utara. 

Penyakit ini pun sudah memasuki kawasan Asia Tenggara, tepatnya di Jepang dan Singapura.

6 dari 6 halaman

Gejala Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penting untuk mengenali gejala penyakit ini. Terdapat beberapa gejala yang terjadi pada pasien Hepatitis Atersebut, yaitu sebanyak 58 persen kasus mengalami mual dan muntah diare ikterus (kuning di kulit dan mata).

Lalu beberapa pasien mengalami perubahan warna tinja yang lebih pucat, mengalami demam, perubahan warna urine gelap, feses pucat, gatal, nyeri sendi atau pegal pegal, demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut. Beberapa pasien juga mengalami lesu, hingga hilang nafsu makan.

Penyakit ini masih dalam pemantauan WHO. Pasalnya, pemeriksaan laboratorium tidak mendapatkan adanya virus Hepatitis A, B,C,D, dan E pada kasus ini. Melainkan beberapa kasus ditemukan virus SARS-Cov-2 atau Adenovirus. 

Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, peningkatan enzim hati pasien (SGOT/SGPT) menjadi >500 u/L.

Dari 81 kasus di Inggris, 43 anak sembuh, tidak ada yang meninggal, dan 7 anak mendapatkan transplantasi hati.

Menghadapi situasi ini, cobalah tetap tenang dan berhati-hati ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi ini.

Pertama mencuci tangan, lalu meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh dan membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya. 

Sebaiknya menggunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker dan menjaga jarak.

Saat terdeteksi gejala dini pada anak seperti seperti kulit kuning, mual, muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran, kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Sumber: IDAI

Join Dream.co.id