Waspadai Preeklampsia Saat Hamil, Kenali Gejalanya

Do It Yourself | Kamis, 11 Juli 2019 08:04

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini

Hai para ibu, sudah pada tahu gangguan apa saja pada kehamilan? Preeklampsia menjadi salah satu gangguan yang bisa berakibat fatal.

Dream –  Hai moms, apakah kalian sudah tahu mengenai preeklamsia? Preeklamsia merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada masa kehamilan. Sebagian besar penderita bahkan masih terindikasi terkena preeklamsia setelah melahirkan.

Pada umumnya di dalam masa kehamilan, para ibu hamil akan merasakan beberapa keluhan. Mulai dari keluhan rasa tidak nyaman, rasa sakit, hingga keluhan terhadap sindrom yang biasa menyerang pada ibu hamil. Selain terkena HELLP Sindrom, sudah banyak para ibu hamil yang terkena preeklampsia.

Preeklampsia bisa menyebabkan terjadinya kelahiran prematur bagi bayi yang dikandung. Jika sang ibu sedang di dalam kondisi yang lemah dan sudah tidak kuat dengan rasa sakit akibat preeklampsia maka sang ibu bisa mengalami kematian.

Untuk itu, bagi para ibu hamil sangat disarankan unutk mengetahui mengenai segala keluhan dan penyakit yang bisa menyerang pada dirinya.

Terutama preeklampsia yang sangat berbahaya bagi para ibu hamil. Dream akan memberikan informasi mengenai apa itu preeklampsia hingga diagnosis dokter. Yuk simak informasinya berikut ini.

Waspadai Preeklampsia Saat Hamil, Kenali Gejalanya
Pixabay.com
2 dari 6 halaman

Preeklampsia

Preeklampsia atau Pre-eklamsia merupakan sebuah gangguan yang terjadi karena adanya komplikasi pada kehamilan. Preeklampsia akan ditandai dengan tekanan darah pada sang ibu hamil mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Preeklampsia juga dikenal dengan toksemia atau bisa dibilang dengan hipertensi yang diinduksi pada kehamilan.

Dilansir dari floridahospital.com, Gargey Patil MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengatakan bahwa preeklampsia bisa dialami sejak usia kehamilan masuk pada usia 20 minggu pada para ibu hamil. Pada umumnya preeklampsia mulai muncul pada usia kehamilan 24-26 minggu.

Preeklampsia harus segera ditangani agar tidak menyebabkan timbulnya komplikasi lain yang lebih serius. Tidak menyadari gejala preeklampsia bisa menyebabkan gangguan ini berkembang menjadi eklampsia.

Eklampsia merupakan kondisi medis yang sudah sangat serius karena bisa mengancam keselamatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

3 dari 6 halaman

Penyebab Preeklampsia

Sampai saat ini para dokter masih belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Beberapa ahli bahkan menduga bahwa preeklampsia dimulai dengan adanya kelainan pada plasenta.

Plasenta sendiri merupakan salah satu organ yang memiliki fungsi untuk menerima suplai darah dan nutrisi yang nantinya akan disalurkan pada bayi di dalam kandungan.

Saat ibu hamil terindikasi mengalami preeklampsia, akan muncul gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan plasenta. Gangguan tersebut berupa penyempitan pembuluh darah dan menimbulkan reaksi yang berbeda terhadap rangsangan hormon. Dengan adanya penyempitan pembuluh darah, menyebabkan menurunnya kadar darah yang akan dialirkan.

4 dari 6 halaman

Faktor Risiko

Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena preeklampsia di masa kehamilan kalian. Berikut merupakan penyebab yang umum terjadi pada penderita preeklampsia:

  1. Kekurangan nutrisi
  2. Kehamilan pertama
  3. Mengandung dua bayi
  4. Berat badan berlebihan (obesitas)
  5. Bayi yang dikandung memiliki ayah yang berbeda dari anak sebelumnya
  6. Jarak kehamilan 10 tahun dari anak sebelumnya
  7. Hamil di bawah usia 20 tahun
  8. Hamil di atas usia 40 tahun
  9. Menderita sindrom antifosfolipid
  10. Menderita diabetes
  11. Menderita Lupus
  12. Menderita hipertensi
  13. Menderita penyakit ginjal
  14. Memiliki riwayat preeklampsia di keluarga maupun dikehamilan sebelumnya
5 dari 6 halaman

Gejala Preeklampsia

Seperti gejala pada penderita HELLP Sindrom, ibu hamil yang terindikasi terkena preeklamsia memiliki gejala yang berbeda-beda setiap orangnya. Bahkan ada beberapa kasus penderita preeklamsia yang tidak merasakan gejala apapun.

Namun, ada beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita preeklamsia. Berikut merupakan gejala dari preeklamsia:

  1. Hipertensi
  2. Sakit kepala yang cukup parah
  3. Kesulitan bernafas
  4. Terdapat cairan di paru-paru
  5. Berkurangnya cairan urine
  6. Penglihatan menjadi terganggu
  7. Mual dan muntah
  8. Rasa nyeri di bagian atas perut
  9. Terjdi pembengkakkan pada kaki, tangan dan wajah
  10. Gangguan fungsi hati
  11. Meningkatnya kadar protein dalam urine
  12. Menurunnya trombosit dalam darah
6 dari 6 halaman

Bisa Picu Kejang

Setiap melakukan pemeriksaan kehamilan, tekanan darah ibu hamil harus terus dipantau. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika terindikasi tekanan darah sangat tinggi bisa jadi ada gangguan kehamilan yang dinamakan preeklampsia.

Gangguan tersebut ditandai dengan tekanan darah yang tinggi serta level protein yang tinggi dalam urine. Hal tersebut dapat membahayakan organ-organ lain, seperti ginjal, hati, dan mata.

" Preeklampsia ini mirip dengan penyakit autoimun, di mana ada respons abnormal dari tubuh ibu terhadap jaringan plasenta yang terus tumbuh,” kata Eduardo Raez, MD, seorang dokter obstetri dan ginekologi asal San Antonio, Texas.

Jika tak ditangani dengan tepat, ibu hamil bisa mengalami kejang. Kondisi itu menunjukkan kalau ibu sudah masuk kategori eklampsia.

Tekanan darah tinggi disertai kejang pada ibu hamil tentu sangat membahayakan nyawa baik pada ibu maupun janin dalam kandungan.

 

[crosslink_1]

 

Join Dream.co.id