Waspada, Kolesterol Tinggi Juga Menyerang Anak-anak

Do It Yourself | Senin, 11 November 2019 18:04
Waspada, Kolesterol Tinggi Juga Menyerang Anak-anak

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak-anak sangat mungkin memiliki kadar kolesterol tinggi, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti jantung dan jantung.

Dream - Gangguan kolesterol tinggi dianggap hal biasanya yang terjadi pada orang dewasa. Lantas bagaimana jika penderitanya anak-anak berusia belasan tahun? Mungkin banyak orang kaget, bagaimana bisa seorang anak mengalami level kolesterol tinggi.

Anak-anak sangat mungkin memiliki kadar kolesterol tinggi, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama penyakit jantung. Dikutip dari WebMD, terlalu banyak kolesterol menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri, yang menghambat pasokan darah ke jantung dan organ lainnya.

Plak tersebut juga dapat mempersempit arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung. Hal ini lama kelamaan bisa menyebabkan masalah jantung dan stroke.

 

 

2 dari 6 halaman

Apa Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak?

Tingkat kolesterol pada anak-anak sebagian besar terkait dengan tiga faktor risiko, yaitu keturunan (diturunkan dari orangtua ke anak), pola makan yang buruk dan kegemukan atau obesitas.

Dalam kebanyakan kasus, anak-anak dengan kolesterol tinggi memiliki orangtua yang juga memiliki kolesterol tinggi.

 

3 dari 6 halaman

Bagaimana mengetahui level kolesterol pada anak?

Banyak orangtua yang tak tahu, kalau anak juga sebaiknya melakukan pemeriksaan kolesterol rutin. Caranya melalui tes darah sederhana. Melakukan tes ini sangat penting terutama jika ada riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung.

Hasil tes darah akan mengungkapkan apakah kolesterol anak terlalu tinggi atau tidak. The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) bagian dari American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan kalau anak harus melakukan cek kolesterol di antara usia 9 hingga 11, lalu pada usia 17 hingga 21.

Skrining juga direkomendasikan untuk anak-anak dengan riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini.

4 dari 6 halaman

Duh, Buah Hati Juga Bisa Kena Tekanan Darah Tinggi

Dream - Sebagian besar orang beranggapan kalau masalah tekanan darah hanya dialami oleh orang dewasa dan orangtua. Padahal, anak-anak juga bisa mengalaminya. Satu-satunya cara untuk mengetahui level tekanan darah anak dengan memeriksakannya ke tim medis.

Penting bagi orangtua saat kontrol anak ke rumah, meminta juga pemeriksaan tekanan darah. Hal ini untuk mengetahui tekanan darah anak secara detail. Mengapa demikan?

" Perubahan gaya hidup, asupan makanan harian, camilan anak-anak kini banyak mengandung garam. Kita tidak akan pernah tahu seorang anak memiliki masalah tekanan darah kecuali diukur," ujar Joshua Samuels, direktur program hipertensi di Pusat Ilmu Kesehatan, Universitas Texas.

 

5 dari 6 halaman

Lakukan Pemeriksaan Rutin

Jika anak berusia di atas 3 tahun, pastikan dokter selalu memeriksa selama kunjungan rutin. Pada anak yang berusia di bawah 13 tahun ambang tekanan darahnya berbeda dari orang dewasa.

Secara umum, anak-anak memiliki tekanan darah lebih rendah daripada orang dewasa. Dokter harus menggunakan perhitungan tertentu berdasarkan persentil untuk mengevaluasi apa yang normal, tinggi atau sangat tinggi.

" Jika anak memiliki tekanan darah yang tinggi atau sangat tinggi, dokter harus melakukannya dua kali lagi. Beberapa anak memiliki tekanan darah tinggi karena dari white coat syndrome, yaitu merasa stres dan level tekanan darahnya jadi tinggi saat bertemu dokter," ungkap Joshua.

Tekanan darah tinggi pada anak-anak bisa mengindikasikan masalah jantung dan pembuluh darah, masalah ginjal, atau masalah sistem endokrin. Inilah sebabnya mengapa tekanan darah anak juga harus diperiksa secara rutin.

Sumber: Healthline

6 dari 6 halaman

Darah Tinggi Saat Hamil Bisa Berakibat Fatal, Ini Gejalanya

Dream - Setiap melakukan pemeriksaan kehamilan, tekanan darah ibu hamil harus terus dipantau. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika terindikasi tekanan darah sangat tinggi bisa jadi ada gangguan kehamilan yang dinamakan preeklampsia.

Gangguan tersebut ditandai dengan tekanan darah yang tinggi serta level protein yang tinggi dalam urine. Hal tersebut dapat membahayakan organ-organ lain, seperti ginjal, hati, dan mata.

" Preeklampsia ini mirip dengan penyakit autoimun, di mana ada respons abnormal dari tubuh ibu terhadap jaringan plasenta yang terus tumbuh,” kata Eduardo Raez, MD, seorang dokter obstetri dan ginekologi asal San Antonio, Texas.

Jika tak ditangani dengan tepat, ibu hamil bisa mengalami kejang. Kondisi itu menunjukkan kalau ibu sudah masuk kategori eklampsia. Tekanan darah tinggi disertai kejang pada ibu hamil tentu sangat membahayakan nyawa baik pada ibu maupun janin dalam kandungan.

Waspada 4 gejala

Preeklampsia ini biasanya memiliki gejala khas. Sebagai langkah antisipatif, segera konsultasi dengan dokter secara detail jika Anda mengalami gejala berikut.

1. Masalah penglihatan
Saat hamil, jika mengalami masalah seperti mata kering, melihat kilatan cahaya, penglihatan kabur, bisa jadi gejala preeklampsia.

2. Sakit kepala tak kunjung hilang
Pusing dan sakit kepala memang normal dialami ibu hamil. Tapi jika sakit kepala ini terus-menerus terjadi hingga membuat tubuh lemas, segera minta dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada ibu yang mengalami preeklampsia cenderung mengalami sakit kepala yang sangat menyiksa. .

3. Nyeri perut
Biasanya ibu hamil menglami nyeri perut bawah ketika kelelahan atau terlalu lama berjalan atau berdiri. Tapi jika nyeri perut muncul di bagian atas atau bawah, dan terjadi kapan saja, bisa jadi pertanda preeklampsia.

4. Kenaikan berat badan sangat cepat
Sangat normal jika ibu hamil mengalami kenaikan berat badan. Tapi jika kenaikan berat mencapai 1 kilogram per minggu, meski menu dan jumlah makanan sama, segera konsultasikan dengan dokter.

Join Dream.co.id