Viral, Lahiran Tiup-tiup Minim Trauma ala Bidan Novel

Do It Yourself | Selasa, 5 Januari 2021 16:03
Viral, Lahiran Tiup-tiup Minim Trauma ala Bidan Novel

Reporter : Mutia Nugraheni

Selama hamil, ibu diminta banyak berjalan kaki.

Dream - Seorang bidan yang praktik di Depok, Jawa Barat sedang jadi perbincangan di dunia maya. Hal ini lantaran ia menginisiasi metode persalinan 'tiup-tiup'. Persalinan ini diklaim minim trauma dan tanpa robek.

Melalui akun Instagramnya @bidan_novel, perempuan bernama asli Novelita Damanik ini memperlihatkan bagaimana ia mendampingi para ibu hamil dengan tenang, penuh dengan motivasi agar persalinan berjalan lancar. Tidak mengejan dan minim trauma.

" Kalau ingin berhasil tiup-tiup tidak robek, intinya harus memberdayakan diri sejak hamil. Banyak pergerakan, secara tidak sadar bunda mendorong bayinya ke bawah sejak usia kehamilan 26 minggu mulai latihan sedikit demi sedikit," ujar Bidan Novel dalam akun Instagramnya.

 Bidan Novel
© Instagram Bidan Novel

Menurutnya, selama hamil ibu perlu banyak bergerak. Terutama ketika kehamilan memasuki usia 26 minggu.

" Terapkan berjalan kaki, pekerjaan rumah, seminggu sekali ada berat pekerjaannya, sehingga terlatih ototnya, berproses dari sedikit demi sedikit, saat hamil tua tidak ada rasa pegal lagi, mulut lahir jadi lunak. Pasien saya santuy-santuy semua," ungkap Bidan berambut pirang ini.

 

 

2 dari 6 halaman

Dandan di tengah persalinan dan berdansa

Salah satu yang membuat metode persalinan Bidan Novel terasa menyenangkan adalah ibu diminta untuk berhias diri baik dengan lipstik atau pun alat make up lengkap. Baik jelang persalinan maupun saat bersalinan.

Ibu yang sedang mengalami kontraksi hebat juga diajak berdansa. Diminta bergerak aktif dan memotivasi diri agar persalinan berjalan dengan lancar tidak menimbulkan trauma. Lihat saja videonya.

      View this post on Instagram      

A post shared by Novelita Damanik (@bidan_novel)

 

 

3 dari 6 halaman

Berat Badan Tak Naik Signifikan Saat Hamil, Ketahui Risikonya

Dream - Kenaikan berat saat hamil sangat penting bagi ibu dan janin. Bertambahnya berat badan bayi menandakan perkembangan janin optimal. Sementara bagi ibu, mempersiapkan tubuh untuk menyusui pasca kehamilan.

Beberapa ibu mengeluhkan naiknya berat badan yang berlebihan. Sementara itu ada juga yang justru berat badannya tak kunjung bertambah, bahkan termasuk di bawah standar atau underweight. Hal ini tentunya harus mendapat perhatian khusus.

Indeks massa tubuh atau BMI sering digunakan sebagai alat skrining untuk menetapkan kategori berat badan. Berat badan kurang, berat badan normal atau sehat, kelebihan berat badan, dan obesitas.

" Jika ibu termasuk dalam kategori kurus, jangan panik. Ini mungkin tidak selalu menjadi perhatian. Namun, kekurangan berat badan bisa jadi terkait dengan berat badan sebelum hamil atau asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Ini juga bisa menunjukkan bahwa tubuh tidak menyimpan cukup lemak," ungkap dr. Sangeeta Agrawal, seorang dokter kandungan.

 

4 dari 6 halaman

Risiko yang Mungkin Muncul

Beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan untuk menambah berat badan selama fase awal kehamilan. Biasanya hal ini karena mual berlebihan dan sulit makan dan bakal mereda. Bila terus berlanjut, berat badan malah berkurang maka ibu harus mendapat perhatian khusus.

Mengapa berat badan ibu yang kurang bisa berbahaya? Penting untuk menambah berat badan selama kehamilan, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Berat badan ibu yang kurang mungkin memiliki efek negatif pada bayi yang belum lahir.

" Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jika seorang wanita kekurangan berat badan selama kehamilan, maka komplikasi seperti berat badan lahir rendah (kurang dari 2.5kg) atau persalinan prematur (sebelum 37 minggu) dapat terjadi," ungkap dr Sangeeta.

Memperbaiki pola makan, mengonsumsi menu kaya gizi harus terus dilakukan demi mencapai berat badan standar ibu hamil. Normalnya kenaikan berat badan saat hamil adalaj 12 hingga 18 kg, bila di bawah 12 segera konsultasi dengan dokter kandungan atau doker gizi.

5 dari 6 halaman

Menguak Manfaat Berhubungan Intim Saat Hamil

Dream - Beberapa pasangan ada yang sangat takut berhubungan intim saat istri tengah mengandung. Salah satu hal yang memicu kekhawatiran adalah, janin di dalam rahim akan bermasalah karena aktivitas seksual.

Sebenarnya, jika kehamilan dalam kondisi normal dan ibu juga sehat, berhubungan intim saat hamil aman dilakukan. Dokter bahkan merekomendasikan, karena bisa membuat ibu hamil lebih rileks dan menguatkan ikatan antara ayah dan ibu sebagai pasangan.

Tak perlu khawatir dengan kondisi janin karena dilindungi oleh cairan amnion yang terdapat dalam rahim. Dengan demikian, aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan.

Dikutip dari KlikDokter.com, berhubungan intim pada masa kehamilan malah bisa memberikan serangkaian manfaat apabila dilakukan dengan benar. Berikut beberapa manfaat seks saat hamil yang bisa dirasakan:

1. Meningkatkan kualitas kepuasan
Saat berhubungan intim, aliran darah yang menuju ke organ-organ reproduksi akan meningkat. Hal tersebut dapat meningkatkan fungsi-fungsi organ yang terlibat. Selain itu, berhubungan intim saat hamil juga dapat meningkatkan kualitas orgasme pasangan suami istri. Orgasme dapat membuat tubuh melepaskan hormon endorfin, yang dapat membuat suasana hati ibu dan janin yang dikandung bahagia serta relaks.

 

6 dari 6 halaman

2. Meningkatkan kebugaran

Berhubungan intim terbukti dapat meningkatkan proses metabolisme. Ketika metabolisme meningkat, maka akan lebih banyak kalori yang dibakar. Setiap menit berhubungan intim, terdapat sekitar 5 kalori yang terbakar. Hal ini dapat membantu menjaga kebugaran wanita hamil, yang bobot tubuhnya semakin bertambah dan merasa sulit untuk berolahraga.

3. Perkuat ikatan hubungan
Manfaat berhubungan intim saat hamil tentu dapat memperkuat ikatan antara suami dan istri. Bahkan, ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa berhubungan intim juga dapat menurunkan stres bagi pasangan suami istri. Keadaan ini sangat baik untuk menjaga kestabilan mental pasangan yang sedang menantikan kelahiran calon buah hati.

 4. Tingkatkan kekebalan tubuh

Manfaat berhubungan intim saat hamil, yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian di Universitas Wilker, Amerika Serikat. 

Penelitian tersebut menemukan, seseorang yang melakukan hubungan intim 1 hingga 2 kali setiap minggu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih optimal dibandingkan orang-orang yang tidak melakukannya. Penelitian lain juga membuktikan, berhubungan intim dapat meningkatkan kadar imunoglobulin A yang berperan penting dalam lapisan pertama pertahanan tubuh.

Penjelasan selengkapnya baca di sini

Join Dream.co.id