Video Putri Arumi dan Emil Dardak Nyanyikan Lagu 'Tanah Air' Tuai Pujian

Do It Yourself | Rabu, 18 Agustus 2021 16:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Lihat videonya.

Dream - Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 pada 17 Agustus 2021 kemarin, sangat berbeda dari sebelum pandemi. Jika biasanya ada banyak panggung musik, lomba dan upacara yang didatangi banyak orang, saat pandemi semuanya berpusat di rumah dan dilakukan secara online.

Banyak yang membuat foto atau video khusus agar perayaan 17 Agustus tetap menarik. Salah satunya adalah keluarga Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Arumi Bachsin.

Mereka membuat video putri pertamanya, Lakeisha Ariestia Dardak, menyanyikan lagu Tanah Air karya Ibu Sud. Lakeisha bernyanyi penuh dengan penghayatan dengan suara khasnya yang merdu.

 Lakeisha Dardak© Instagram Emil Dardak

Video Lakeisha bernyanyi diunggah di akun Instagram @emildardak. Hal ini membuat komentar pujian bermunculan. Seperti dari akun @rinda_mayank yang menulis " MasyaAllah suaranya bkin merinding" .

Komentar lain datang dari @tinnymartha, yaitu " cantik,masih kecil sudah menunjukan cinta negeri sendiri" . Lalu akun @anggun_esha menulis soal kemiripan Lakeisha dan Arumi, " Muka arumi bgt si cakeppp"

 

Video Putri Arumi dan Emil Dardak Nyanyikan Lagu 'Tanah Air' Tuai Pujian
Keluarga Emil Dardak
2 dari 6 halaman

Lihat Penampilan Lakeisha

      View this post on Instagram

A post shared by Emil Elestianto Dardak (@emildardak)

3 dari 6 halaman

Momong Si Kecil, Kang Emil Curhat Sakit Pinggang

Dream - Atalia Praratya, atau akrab disapa Bu Cinta, istri dari Ridwan Kamil, baru saja mengunggah video super manis di akun Instagram resminya. Dalam video tersebut tampak Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, memakai gendongan dan memomong putra bungsu mereka, Arkana.

Saat itu rupanya, Bu Cinta sedang ada pekerjaan yang harus diselesaikan sementara Kang Emil berada di rumah bersama Arkana. Gubernur Jawa Barat itu pun tak ragu untuk menenangkan si kecil dalam gendongannya.

 Kang Emil dan Arka© Instagram Atalia

" Saat ibu belum pulang bertugas, ayah pun dengan sigap bantu jaga si kecil.. Tapi kalau melihat bagaimana kedekatan ayah dan anak seperti ini.. cara menggendong, cara memanggil dan cara bercandanya....disitulah seorang ibu merasa insekiyur. Takut posisinya tergantikan,"  tulis Atalia dalam keterangan video tersebut.

4 dari 6 halaman

Lihat video manisnya

Tak lupa ia juga mengunggah pesan dari Kang Emil yang memintanya cepat pulang. Lucunya, hal itu karena sang suami mengalami sakit pinggang. Hal ini mengingat usia Kang Emil yang sudah tak muda lagi yaitu 49 tahun.

"Kang emil: tehhh cepet pulanggg. Sakit pinggang niyyyyy...," tulis Atalia mengunggah pesan teks dari suaminya.

Lihat video manis Kang Emil momong Arka.

      View this post on Instagram      

A post shared by atalia praratya (@ataliapr)

 

5 dari 6 halaman

Nasihat KH Hasyim Asyari Agar Memiliki Keturunan yang Hebat

Dream - Islam mengajarkan kalau hadirnya anak dalam keluarga merupakan amanah yang harus dijaga. Bisa membawa ketenangan dan menyejukkan hati jika kita sebagai orangtua bisa mendidiknya dengan baik berdasarkan ajaran Islam.

Tentunya kita ingin anak dan keturunan menjadi generasi-generasi yang hebat dalam hal agama dan kehidupan di dunia. Dikutip dari Iqra.id, KH M Zaki Hadziq membeberkan resep mendapatkan keturunan hebat yang dari kakeknya, Hadratus Syekh KH M Hasyim Asy’ari.

Menurut Gus Zaki, begitu beliau disapa, langkah pertama adalah memiliki istri yang saleha. Dirinya berpesan untuk meniru Mbah Hasyim Asy’ari, jika mencari istri jangan dilihat dari kecantikannya saja.

“ Kalau kalian ingin meniru Kiai Hasyim, maka mencari istri jangan cari cantiknya saja. Lihat seberapa salehanya dia. Bu Nyai Halimah, ibunda Hadratus Syekh, itu berpuasa selama empat tahun. Ada yang kuat seperti itu?,” ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Al-Masruriyah ini melanjutkan, langkah kedua setelah memiliki istri yang saleha, harapannya akan mendapatkan keturunan yang baik pula. “ Dari wanita saleha pilihan Hadratus Syekh telah terbukti menurunkan anak-anak yang hebat,” katanya.

 

6 dari 6 halaman

Berkumpul di Tempat Orang Saleh

Langkah ketiga adalah memberikan uswatun hasanah atau teladan kepada anak-anak yang dimiliki. Dikatakan, ketika Hadratus Syekh sudah menikah dengan istri yang saleha dan punya anak yang baik, putra-putri beliau ditempatkan tidak jauh dari Pesantren Tebuireng.

“ Ibu saya (Bu Nyai Khodijah, red) ditempatkan di Al-Masruriyah. Yai Karim dibuatkan rumah di utara pondok. Pak Wahid ditempatkan di barat pondok. Bu Nyai Azzah ditempatkan di depan pondok. Bu Nyai Khoiriyah ditempatkan di Seblak. Semuanya tidak jauh dari Tebuireng,” katanya.

Menurut Gus Zaki, hal itu dikarenakan adanya suatu keyakinan bahwa di mana pondok itu berada, di situlah tempat orang-orang saleh. “ Sekarang tidak. Kiai punya anak, bikin rumah di tengah kota. Dari mana anak cucunya dapat uswatun hasanah? Kapan dia berkumpul dengan orang-orang saleh?,” tanyanya kepada para hadirin.

Langkah terakhir sebutnya, Kiai Hasyim tidak pernah pergi jauh untuk urusan mencari uang. “ Tidak pernah ada satupun riwayat yang saya dengar bahwa Hadratus Syekh pergi dari Jombang, pergi dari Tebuireng hanya untuk urusan dagang,” kata Gus Zaki.

“ Kiai Hasyim pergi keluar dari Tebuireng itu cuma karena dua alasan. Kalau tidak karena urusan silaturahim ya urusan mengaji, ilmu,” ujarnya.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id