Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun Baru Keluar 6 Bulan Lagi

Do It Yourself | Jumat, 16 Juli 2021 16:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Diproduksi oleh Pfizer dan Moderna.

Dream - Uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 terus digencarkan sejumlah perusahaan farmasi dunia, salah satunya Pfizer-BioNTech. Saat ini di Amerika Serikat, anak-anak usia 12 hingga 18 tahun sudah diberikan vaksin Covid-19 dari Pfizer.

Hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun karena masih dalam tahap uji klinis. Menurut badan regulator obat Amerika Serikat FDA (Food and Drug Administration) kemungkinan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 dari Pfizer untuk anak di bawah usia 12 akan dikeluarkan dalam waktu enam bulan lagi atau awal hingga pertengahan musim dingin di akhir 2021.

Sebelumnya, Moderna dan Pfizer-BioNTech melakukan uji coba vaksin Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun pada bulan Maret 2021. Hasil diharapkan keluar dalam waktu dekat, dan pejabat FDA akan membutuhkan waktu untuk meninjau keamanan dan efektivitas vaksin.

FDA meminta empat hingga enam bulan data uji klinis sebagai tindak lanjut keamanan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Data tambahan tersebut dapat mempermudah proses pemberian persetujuan penuh.

 

Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun Baru Keluar 6 Bulan Lagi
Vaksin Anak
2 dari 5 halaman

Butuh Waktu Lebih Lama

Pfizer mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada NBC News bahwa pihaknya mengantisipasi hasil uji klinisnya pada anak-anak usia 5 hingga 11 sekitar bulan September, dan kemudian dapat mengajukan permohonan otorisasi penggunaan darurat. " Data untuk anak-anak berusia 2 dan di bawah 5 tahun dapat tiba segera setelah itu," dalam pernyataan resminya.

Diperkirakan hasil data uji klinis vaksin pada anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun mungkin tidak akan dirilis hingga Oktober atau November 2021. Kondisi ini juga dialami Moderna.

" Hasil pada anak-anak berusia 5 tahun ke bawah mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar dr. Buddy Creech, salah satu peneliti utama untuk uji klinis Moderna KidCOVE, yang mencakup anak-anak berusia 6 bulan.

Sumber: NBC News

3 dari 5 halaman

Ragukan Vaksin Sinovac untuk Usia 12-17, Annisa Pohan Disemprot Netizen

Dream - Annisa Pohan sedang dalam masa isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19. Untuk mengisi waktu selama isoman, istri Agus Harimurti Yudhoyono ini live di di akun Instagramnya @annisayudhoyono pada Minggu 4 Juli 2021 kemarin.

Saat Live Instagram tersebut, ibu satu anak ini mengungkap kalau ia meragukan vaksin Sinovac untuk anak usia 12-17. Hal tersebut lantaran Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum mendapat persetujuan dari WHO dan hanya Indonesia serta China yang menggunakan vaksin tersebut.

" Ini belum saya pelajarin kalau temen-temen tahu ada negara lain yang pakai sinovac untuk anak umur 12 tahun kasih tau ya. Saya gak mau tiba-tiba kita sendiri yang pakai Sinovac untuk anak umur 12 tahun, jangan sampai kita jadi lab percobaan, jangan sampai jadi kelinci percobaan untuk anak-anak umur 12 sampai 18 tahun," ungkap Annisa saat live di Instagram.

Keraguan Annisa terhadap vaksin Sinovac pada anak, rupanya memancing komentar kritis warganet. Ia pun membuat klarifikasi kalau keraguannya itu memiliki alasan.

" Tadi ada netizen bilang WHO sudah approve Sinovac untuk usia 12 tahun keatas ternyata itu SALAH. WHO BARU mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin yang aman untuk anak-anak usia 12 tahun keatas adalah baru vaksin Pfizer (cek Link di IG Story). Tadi ada netizen yg komen negara Hong Kong sudah kasih izin Vaksin Sinovac untuk usia 12-17 tahun, setelah saya cek , ternyata mereka kasih izin vaksin BionTech Pfizer utk grup usia tsb BUKAN SINOVAC," tulisnya.

Menurutnya untuk vaksin bagi anak-anak sebaiknya menggunakan Pfizer atau menunggu pernyataan WHO kalau vaksin Sinovac boleh untuk anak usia 12 tahun ke atas.

" Ini hanya pernyataan pribadi saya silahkan membuat keputusan masing-masing dengan mencari tau data dan konsul dengan dokter masing-masing ya. Karena penggunaan vaksin di di China saja baru awal Juni dibolehkan untuk anak-anak, dan di Indonesia baru akhir Juni dapat izin darurat dari BPOM masih terlalu dini untuk saya memutuskan vaksin utk anak saya. Saya mau lihat bagaimana dulu hasilnya setelah beberapa saat berjalan. Karena anak saya bukan kelinci percobaan," ungkapnya.

 

4 dari 5 halaman

Dikritik Dokter

Pendapat Annisa soal keraguannya pada vaksin Sinovac mendapat respons beragam dari warganet. Banyak yang mengkritiknya karena bisa membuat keraguan pada orangtua yang ingin memberikan vaksinasi Covid-19 pada anaknya. Komentar pun bermunculan.

Salah satunya dari tim juru bicara Satgas Covid-19 @reisabrotoasmoro, yang juga seorang dokter. Ia berkomentar " BPOM sudah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac 12-17 tahun. @bpom_ri silahkan di cek" .

Lalu ada juga dokter spesialis penyakit dalam @drningz yang memintanya lebih bijak dalam mengeluarkan pendapat. " Maaf mbak, kalo mbak belum tanya pada ahlinya sebaiknya jangan memberikan statement hanya berdasarkan opini dan kira2 karena ini berbahaya. Sejak kapan negara yg sudah memiliki independensi seperti BPOM membutuhkan EUA dari WHO untuk menyetujui obat/vaksin. Dan vaksin Sinovac ini juga sudah direkomendasikan IDAI.. Mungkin mbak bisa tanya langsung ke pihak IDAI atau BPOM daripada berspekulasi.. salam hormat,"  tulisnya

 

5 dari 5 halaman

Diminta Lebih Bijak Berpendapat

Komentar kritis lain datang dari @alvira.zulfa, yang berisi " Mohon maaf untuk poin no 4 sebaiknya yg ahli di bidangnya yg berbicara. Gelombang pertama vaksin di Indonesia pakai sinovac wkt itu WHO jg blm merekomendasikan" .

Lalu @senja_makeup menulis " Untuk point ke 4 kak kenapa pemerintah mengumumkan kalau vaksin sinovac aman untuk anak usia 12-17 tahun.. Dan mereka menggelar vaksin massal untuk anak " .. Harusnya kalo udh d umumin oleh pemerintah itu yaa aman" Aja yaa... Jangan sampe rakyat jadi galau karena banyak pernyataan yang simpang siur" .

Join Dream.co.id