Ternyata Begini Kondisi Janin dalam Rahim Jelang Persalinan

Do It Yourself | Kamis, 18 Maret 2021 08:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Si kecil di dalam rahim juga berusaha untuk lahir dengan selamat.

Dream - Rasa khawatir dan level kecemasan ibu biasanya meningkat menjelang hari perkiraan lahir (HPL). Bayi bisa lahir kapan saja, maju atau mundur dari tanggal perkiraan.

Saat ibu sedang tak sabar menanti dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut si kecil lahir di dunia, seperti apa kondisi janin dalam rahim? Mungkin Sahabat Dream penasaran.

Dikutip dari KlikDokter, begini kondisi janin jelang persalinan.

1. Detak Jantung Bayi Meningkat
Pemantauan detak jantung bayi akan terus dilakukan oleh dokter dan perawat menjelang proses persalinan. Pasalnya, terkadang bayi mengalami kesulitan dengan seluruh proses.

Pemantauan detak jantung dapat membantu dokter mendeteksi adanya kebutuhan untuk caesar darurat. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, tanda-tanda yang diberikan oleh jantung bayi sangat krusial.

“ Apabila detaknya terlalu cepat atau lemah, kemungkinan terdapat gangguan di dalam rahim ibu,” ujar dr. Vita.

Detak jantung bayi tidak akan konsisten sepanjang waktu. Sama seperti detak jantung ibu, detak jantung bayi akan naik selama masa aktif dan turun pada masa istirahat. Kisaran normalnya yaitu 110-160 denyut per menit.

 

Ternyata Begini Kondisi Janin dalam Rahim Jelang Persalinan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

2. Bayi Berlatih Bernapas

Bayi akan melakukan banyak hal selama trimester ketiga berlangsung, termasuk melatih pernapasan. Bayi akan mencoba mengambil cairan ketuban di hidung dan mulutnya.

Saat bayi berada di dalam rahim, ia memang belum bisa menghirup udara dengan tepat. Jadi, ia mendapatkan oksigen dari darah ibunya yang mengalir dari plasenta melalui tali pusar.

Kadar oksigen bayi bergantung pada ibu. Ketika hendak melahirkan, kadar oksigen ibu biasanya agak turun. Hal ini sebenarnya bukan masalah besar, karena hampir semua orang mengalami hal tersebut.

 

3 dari 6 halaman

3. Bayi Mulai Turun dan Mencari Jalan Lahir

Ketika bayi mulai turun, secara fisik kita akan melihat perut ibu hamil semakin besar ke bawah. Bagi bayi, kondisi tersebut seperti berada di panggul dan menjadi tanda bahwa waktu di dalam rahim akan berakhir.

Bayi akan menggunakan kepalanya untuk berputar. Dokter Vita menjelaskan, pada gerakan inilah para ibu akan merasakan sakit. Tekanan dari kepala bayi menyebabkan leher rahim menipis. Jadi, lendir juga banyak keluar dari vagina.

 

4 dari 6 halaman

4. Gerakan Bayi Mulai Tidak Terlalu Aktif

Sebelum menemukan dan masuk ke jalurnya, gerakan janin menjelang persalinan akan cukup aktif. Saat ia sudah berhasil menemukan dan masuk ke jalur lahir, hal yang terjadi justru sebaliknya.

“ Apabila bayi sudah masuk ke pintu atas panggul ibu, gerakan si bayi sudah tidak terlalu banyak. Kenapa? Karena ia tidak bisa ke mana-mana lagi,” kata dr. Vita.

Gerakan janin dalam rahim juga hanya satu arah ke bawah dan bersiap melewati jalan lahir. Area jalan lahir juga semakin sempit karena ukuran janin sudah besar.

Selengkapnya baca di sini.

5 dari 6 halaman

Siap-siap Ibu Hamil, Tanda yang Muncul Saat Bukaan Jelang Persalinan

Dream - Bagi para ibu hamil yang usia kehamilannya memasuki trimester ketiga atau 6 bulan ke atas, pasti sudah menyiapkan banyak hal untuk persalinan. Saat kehamilan sudah 36 atau 38 minggu, bisa jadi muncul tanda bukaan persalinan

Pembukaan dalam persalinan adalah sebuah proses terjadinya pembukaan pada leher rahim (serviks) yang dihitung per sentimeter sebagai jalur lahir bayi. Dikutip dari KlikDokter, pembukaan menjelang persalinan umumnya akan dialami oleh ibu yang sudah dipastikan oleh dokter akan melahirkan secara normal.

Pembukaan ini pun juga menjadi patokan dokter untuk melacak waktu ibu melahirkan. Bagi sebagian besar ibu hamil yang siap bersalin normal, pembukaan akan terjadi dari 1 hingga 10. Berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pembukaan 10 bisa berbeda pada tiap wanita. Berikut tanda dan tahap pembukaan persalinan yang perlu diketahui:

1. Kontraksi semakin kuat dan teratur
Tanda awal persalinan adalah kontraksi yang semakin kuat dan teratur. Hal inilah yang membedakannya dengan kontraksi palsu (Braxton Hicks). Pada kontraksi palsu, kontraksinya hilang timbul. Sementara pada kontraksi asli, kontraksi akan dirasakan semakin kuat dan teratur di seluruh permukaan perut disertai penyebaran ke area pinggang.

 

 

6 dari 6 halaman

2. Keluar lendir bercampur darah

Tanda khas pembukaan saat melahirkan lainnya adalah adanya lendir bercampur darah. Kondisi ini disebabkan oleh adanya robekan pada dinding mulut rahim karena tekanan dari janin yang mencari jalan keluar.

3. Pecah Air Ketuban
Keluhan air ketuban yang keluar terus-menerus dari jalan lahir menandakan ibu sudah siap untuk melahirkan. Ibu perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

4. Tahapan Pembukaan
Apabila lendir darah semakin banyak disertai kontraksi yang kuat dan teratur, mulut rahim akan menjadi lembek. Pembukaan akan semakin melebar dan siap untuk menjadi jalan lahir bagi janin.

Dimulai dari pembukaan satu di mana mulut rahim mengalami pembukaan sebesar 1 cm. Ibu akan merasa mulas dan nyeri di area punggung dan pinggang, serta keluarnya lendir bercampur darah. Kontraksi bisa terjadi selama 2-6 jam.

Berlanjut pembukaan dua saat mulut rahim sudah membuka selebar 2 cm, hingga bukaan 10 atau bukaan sempurna. Rahim sudah terbuka 10 cm dan air ketuban semakin mengalir.
Dokter sudah mulai membimbing ibu untuk mengejan. Selengkapnya baca di sini. 

 

 

 

 

Join Dream.co.id