Sulit Hamil Anak Kedua? Jangan Ragu Lakukan Pemeriksaan

Do It Yourself | Sabtu, 4 September 2021 10:33

Reporter : Mutia Nugraheni

Sekitar 10-15 persen pasangan mengalami infertilitas dan sepertiganya mengidap infertilitas sekunder.

Dream - Banyak pasangan suami istri menanti cukup lama kehadiran anak kedua. Saat hamil anak pertama, kehamilan terjadi begitu cepat tanpa melakukan program tertentu.

Sementara ketika ingin memiliki anak kedua, kehamilan tak kunjung terjadi. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan infertilitas sekunder. Apa itu infertilitas sekunder?

Sekitar 10-15 persen pasangan mengalami infertilitas dan sepertiganya mengidap infertilitas sekunder. Infertilitas menurut WHO didefinisikan sebagai kegagalan pasangan suami istri untuk hamil setelah satu tahun berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Definisi ini juga berlaku pada infertilitas sekunder, tetapi dalam hal ini pasangan tersebut sudah memiliki anak sebelumnya.

" Dalam hal kesuburan, riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya tidak selalu membuat peluang kehamilan selanjutnya lebih mudah. Hal ini lebih seringkali berkaitan dengan bertambahnya usia yang memengaruhi kuantitas dan kualitas sel telur dan sperma. Jadi, penyebab infertilitas sekunder ini bukan hanya salah satu pihak (wanita atau pria) saja, tetapi keduanya," ujar dr. Upik Anggraheni, Sp.OG-KFER, Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi yang praktik di RS Pondok Indah IVF Centre dalam rilis yang diterima Dream.

 

Sulit Hamil Anak Kedua? Jangan Ragu Lakukan Pemeriksaan
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Faktor Usia

Faktor penyebab infertilitas sekunder dapat berasal dari wanita, pria, ataupun kombinasi keduanya. Berbagai faktor termasuk usia, infeksi, lingkungan, genetik, bahkan nutrisi, dan stres dapat berkontribusi menjadi penyebab terjadinya masalah kesuburan.

" Faktor usia menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dikendalikan. Usia 35 tahun pada wanita adalah titik di mana cadangan ovarium mulai menurun secara cepat sampai dengan usia 45 tahun, di mana usia ini merupakan batas usia dilakukannya program IVF (bayi tabung) dengan sel telur milik sendiri," kata dr. Upik.

Barbara (1990) menuliskan dalam jurnalnya mengenai epidemiologi infertilitas, bahwa penyebab paling sering dari infertilitas sekunder adalah infeksi. Hal ini didukung oleh penelitian Momtaz dkk. (2011) mengenai adanya hubungan bermakna antara infertilitas sekunder dengan riwayat buruk kehamilan sebelumnya, persalinan dengan operasi sesar, dan peningkatan indeks massa tubuh.

 

3 dari 6 halaman

Berat Badan

Wanita dengan infertilitas sekunder juga diketahui empat kali lebih sering mengalami masalah kandungan (ginekologi). Lalu wanita dengan indeks massa tubuh di atas 25 kg/m2 cenderung lebih sering mengalami infertilitas dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan ideal.

" Hal ini terkait dengan gangguan ovulasi seperti PCOS yang sering terjadi pada wanita gemuk. Begitu pula dengan pria gemuk. Mereka lebih sering mengalami gangguan kesuburan yang dipengaruhi oleh adanya peningkatan suhu akibat penumpukan lemak di sekitar kemaluan," ungkap dr. Upik.

Jangan ragu untuk mengecek kondisi diri sendiri dan pasangan sebelum merencanakan kehamilan anak kedua. Perubahan gaya hidup, pertambahan usia, riwayat penyakit, atau tindakan bedah di daerah kandungan pastinya dapat mempengaruhi kesuburan.

4 dari 6 halaman

Viral di TikTok, Pemeriksaan Kesuburan Sperma di Laboratorium

Dream - Masalah kesuburan kerap tabu untuk dibicarakan, padahal sangat penting untuk dibahas. Terutama bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan.

Pada banyak kasus, saat istri tak kunjung hamil dijadikan pihak yang paling bertanggung jawab. Faktanya, untuk bisa hamil dibutuhkan sel telur dan sel sperma yang sehat.

Pastinya dibutuhkan pemeriksaan medis dan konsultasi dengan dokter yang ahli dalam bidang kesuburan untuk mengetahui secara detail. Salah satu pemeriksaan yang penting dilakukan untuk tahu apakah kondisi sel sperma calon ayah sehat atau tidak adalah analisis sperma.

Untuk melakukan pemeriksaan ini, calon ayah diminta untuk mengeluarkan sperma. Sel sperma tersebut kemudian dianalisis oleh petugas laboratorium. Seperti dalam video yang diunggah di akun TikTok @ikayyy___.

 Sperma di bawah mikroskop© TikTok @ikayyy___

Ia merupakan tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai analis laboratorium. Salah satu pekerjaannya adalah memeriksa kondisi sperma. Dari video yang diunggahnya, tampak di penglihatan mikroskop sel sperma banyak yang mati.

5 dari 6 halaman

Hal Ini yang Dilihat

" Jangan cuma lihat barangnya. Cek isinya juga mba e,"  tulis tenaga kesehatan yang bekerja di Lampung ini.

 Sel sperma© TikTok @ikayyy___

Ia mengungkap ada beberapa hal yang dianalisis, yaitu konsentrasi/ motility dan vitality. Hal tersebut akan menggambarkan kondisi sperma secara keseluruhan.

 

Join Dream.co.id